ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan gedung di Indonesia memiliki berbagai macam tipe struktur salah satunya pada jenis pelat lantai, maka dilakukan analisis perbandingan antara sistem pelat konvensional dan sistem flat slab dengan drop panel terhadap pengaruh kekakuan struktur gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kekakuan struktur yang dihasilkan oleh kedua sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis numerik berbasis pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak analisis struktur. Hasil analisis yang diperoleh, yaitu sistem pelat konvensional memiliki perioda getar arah X sebesar 2,363 detik dan arah Y sebesar 2,474 detik, sedangkan sistem flat slab memiliki perioda getar arah X sebesar 3,031 detik dan arah Y sebesar 2,952 detik. Kemudian, sistem pelat konvensional memiliki nilai base shear akibat pengaruh gaya gempa arah X sebesar 4340,6591 KN dan arah Y sebesar 4340,2926 KN, sedangkan sistem flat slab memiliki nilai base shear akibat pengaruh gaya gempa arah X sebesar 4424,8033 KN dan arah Y sebesar 4406,862 KN. Selain itu, sistem pelat konvensioanal memiliki simpangan maksimum akibat pengaruh gempa arah X sebesar 49,76 mm dan arah Y sebesar 47,795 mm, sedangkan sistem flat slab memiliki simpangan maksimum akibat pengaruh gempa arah X sebesar 62,531 mm dan arah Y sebesar 96,177 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai perioda, base shear dan simpangan sistem pelat konvensional lebih kecil daripada sistem flat slab, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem struktur pelat konvensional memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dari pada sistem struktur flat slab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan salah satu kota yang berada di Kalimantan Utara, mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini berdampak besar pada peningkatan volume lalu lintas, terutama pada simpang – simpang strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di kota Tarakan. Salah satu simpang yang menjadi perhatian adalah simpang Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jendral Sudirman, yang merupakan jalan utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah lainnya. Simpang ini sering mengalami tundaaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga dapat menurunkan efisiensi waktu tempuh dan meningkatkan emisi polutan. Analisis sela pada simpang ini sangat diperlukan untuk memahami karakteristik pergerakan lalu lintas dan pola interaksi antar kendaraan pada simpang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai sela kritis yang terjadi pada simpang Jl.Slamet Riyadi dan menentukan kinerja simpang pada Jl.Slamet Riyadi berdasarkan PKJI 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data dapat dilakukan setelah mendapatkan data primer yang meliputi data geometrik, data volume kendaraan dan data sela kendaraan, kemudian data dianalisa berdasarkan metode yang telah ditentukan yaitu metode Raff, metode Greenshields, dan metode Acceptance Curve. Dari hasil penelitian didapatkan nilai sela kritis yang lebih besar dari dua metode lainnya yaitu berkisar 3,5 sampai 4,5 dengan metode Acceptance Curve, untuk metode Raff berkisar 3,10 sampai 3,96 detik dan metode Greenshields berkisar 3 sampai 4 detik. Sedangkan didapat untuk kinerja simpang dengan jam puncak siang hari Senin tanggal 03 juni 2024 terjadi pada pukul 11.00-12.00 dengan 4185,2 smp/jam, derajat kejenuhan 0,97 dengan kapasitas 4323 smp/jam, tundaan simpang (T) sebesar 17,67 det/smp, dan nilai peluang antrian (PA) berkisar pada 37,61 % – 74,29 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal yang tidak bisa dihindari yaitu adanya bencana alam yang di mana saat ini tengah merebak di kehidupan masyarakat yang disebut covid-19, diketahui wabah virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia sehingga dengan itu pemerintah mengeluarkan surat edaran dimana berisikan tentang system work from home dan juga melakukan pembatasan yang di sebut PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Salah satu yang berdampak pada sistem PSBB tersebut adalah pengguna kendaraan yang dimana penumpang kendaraan dibatasi, sehingga dengan adanya sistem PSBB tersebut dapat mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah terutama di jalan raya yang merupakan pusat pergerakan transportasi yaitu di simpang 4 GTM (Grand Tarakan Mall), dengan adanya sistem tersebut maka berpengaruh pada kinerja simpang 4 GTM di Kota Tarakan. Penelitian pada simpang tersebut di lakukan secara langsung, adapun data yang diambil adalah volume kendaraan yang melalui tiap simpang, waktu sinyal, geometrik simpang, jarak antar simpang, dan kondisi lingkungan dimana survey di lapangan dilakukan pada jam puncak yaitu pagi, siang dan sore. Untuk data perbandingan di ambil dari data survey tahun 2018 dan 2019. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa kinerja simpang tersebut mengalami penurunan selama pemberlakuan PSBB di bandingan pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dan 2019. Pada tahun 2018 arus lalu lintas sebesar 2646.7 skr/jam dan pada tahun 2019 sebesar 2104.2 skr/jamsedangkan pada tahun 2020 sebesar 1763.35 skr/jam, Dikarenakan parameter hasil arus lalu lintas mengalami penurunan pada saat pemberlakuan PSBB maka kapasitas pada simpang jalan akan mengalami kenaikan yang artinya akan terdapat lebih banyak ruang kosong pada jalan persimpangan.