Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kedalaman
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAWAIDI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh perbedaan kedalaman tanam terhadap pertumbuhan rumput laut (kappaphycus alvarezii) dengan menggunakan metode rawai di perairan pantai amal kota tarakan. Salah satu faktor permasalahan yang timbul dalam usaha budidaya rumput laut adalah belum adanya penerapan budidaya dengan mengunakan metode jaring kantong pada kedalaman yang berbeda..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan mengunakan katong jarring.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan kedalaman yang berbeda yakni PA: kadalaman 15 cm, PB: kedalaman 25 cm dan PC: kedalaman tanam 35 cm dengan berat awal bibit 25 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan lima kali ulangan pada metode Rawai (Longline). Data yang diperoleh, diolah menggunakan aplikasi Software SPSS 16 dan di analisa mengguakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedalaman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut , dimana hasil terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan penambahan berat mutlak sebesar 52,357 gram dan laju pertumbuhan spesifik 427,68%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

•

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN FOSFOR TOTAL PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DIKAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fosfor merupakan unsur hara esensial bagi tanaman agar dapat tumbuh secara optimal. Ketersbahan organik fosfor pada sedimen di kawasan mangrove berfungsi untuk membantu berlangsungnya proses fotosinstesis, penggunaan gula dan pati oleh tanaman. Rendahnya kandungan fosfor pada sedimen berdampak bagi terhambatnya pertumbuhan tanaman di kawasan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meguji kandungan fosfor total pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2023. Metode dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman pada setiap stasiun sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tiga Stasiun berbeda yaitu Stasiun 1 dekat daerah aliran sungai, Stasiun 2 dekat menara pengawas dan Stasiun 3 dekat daerah pemukiman warga. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini diperoleh kandungan Fosfor (P) pada kedalaman 10 cm berkisar 12,44 mg/L- 14, 22 mg/L, kedalaman 20 cm berkisar 12, 59 mg/L – 17,87 mg/L dan kedalaman 30 cm berkisar 12, 44 mg/L – 13, 51 mg/L.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Gastropoda Di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda termasuk salah satu sumber daya hayati yang memiliki tingkat keanekaragaman tinggi di ekosistem mangrove yang memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis mengenai struktur komunitas gastropoda di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel gastropoda di ambil dari 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas, dan daerah dekat pemukiman penduduk. Hasil identifikasi ditemukan 5 jenis gastropoda diantaranya yaitu Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, Assiminea lutea, Cassidula aurisfelis, dan Alcyna lifunsis. Hasil kelimpahan gastropoda pada kedalaman 10 cm berkisar 127-8.400 ind/m2, kedalaman 20 cm berkisar 0-2.291 ind/m2, dan kedalaman 30 cm berkisar 0-1.400 ind/m2. Hasil Indeks keanekaragaman (H’) gastropoda berkisar 0-0,36, Indeks keseragaman (E) gastropoda berkisar 0,51 dan Indeks dominansi (C) gastropoda berkisar 0,56-1. Gastropoda yang dominan ditemukan yaitu jenis Assiminea lutea

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN NITROGEN TOTAL PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nitrogen dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis dan merangsang pertumbuhan. Penelitianaini bertujuan untukamenguji kandunganaNitrogena(N) total padaasedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di KawasanaKonservasi Mangroveadan Kepiting KelurahanaPamusian KotaaTarakan. Penelitianadilaksanakan padaabulanaFebruariasampaiadenganaApril 2021. Metode yangadigunakanadalamapenelitian adalahametode deskriptif kuantitatif denganamendeskripsikan kandungan Nitrogen (N) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di setiap stasiun penelitian dan penentuan lokasi titik sampling untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah dekat pemukiman penduduk. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Nitrogen (N) pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian kedalaman 10 cm berkisar 0,25 – 0,32 %, kedalaman 20 cm berkisar 0,19 – 0,24 %, dan kedalaman 30 cm berkisar 0,14 – 0,20 %. Jenis tekstur sedimen yang mendominasi yaitu substrat lempung hingga lempung berpasir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SERTA WARNA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Pantai Amal Baru Kota Tarakan dilakukan secara tradisonal dengan menggunakan metode tali betang (longline) sehingga hasil produksi rumput laut (K. alvarezii) tergantung dari kondisi alam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengunaan lahan adalah pemanfaatan lahan secara vertikal. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan produksi dan warna rumput laut di perairan Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari di perairan Pantai Amal Kota Tarakan. Data dianalisis dengan menggunakan Anova dan uji lanjut BNT. Hasil uji menunjukan pertumbuhan rumput laut berbeda nyata antar perlakuan 10 dan 30 cm. Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 109,22% dan terendah 39,38%. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 3,56 %/hari dan terendah 1,58 %/hari. Rerata produksi rumput laut tertinggi pada perlakuan 10 cm sebesar 36,407g/m dan terendah 13,130 g/m. Perbedaan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, kecerahan perairan dan padatan tersuspensi. Warna talus tampak lebih cerah pada kedalaman rendah dibandingkan dengan kedalaman tinggi. Intensitas cahaya dan unsur hara mempengaruhi konsentrasi pigmen rumput laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail