Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Pond
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawaban Bank Atas Hilangnya Dana Nasabah Dalam Transaksi Elektronik (Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/Pn Kpg)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg terhadap hilangnya dana nasabah, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban bank terhadap hilangnya dana dan kebocoran data nasabah. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach), yang bahan hukumnya dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg telah memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah atas hilangnya dana dalam transaksi elektronik yang tidak diotorisasi oleh nasabah dengan menempatkan tanggung jawab keamanan sistem elektronik pada bank dan menghukum Tergugat membayar ganti rugi materiil serta immaterial. Selain itu, bentuk pertanggungjawaban bank atas hilangnya dana dan kebocoran data nasabah dapat dikonstruksikan melalui tiga pendekatan yang saling berkaitan, yaitu perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, prinsip strict liability dan doktrin respondeat superior, serta pertanggungjawaban atas kebocoran data nasabah berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum yang tidak dapat dielakkan melalui klausula eksonerasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualias Tanah Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Pulau Tanjung Karis Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada sistem tambak tradisional yang masih sangat bergantung pada kondisi alami tanah dan perairan. Tanah dasar tambak berperan sebagai media penampung bahan organik, penyedia unsur hara, serta tempat berlangsungnya proses biogeokimia yang memengaruhi kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah tambak budidaya udang windu di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tiga stasiun, yaitu Stasiun 1 dan Stasiun 2 sebagai petak tambak, serta Stasiun 3 sebagai area kontrol di luar tambak. Sampel tanah diambil secara komposit, kemudian dianalisis terhadap parameter pH tanah, potensial redoks, tekstur tanah, bahan organik, C-organik, kapasitas tukar kation, fosfat, dan nitrat. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai kisaran, rata-rata, standar deviasi, serta dibandingkan dengan baku mutu dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam, dengan pH H₂O berkisar 3,76–4,26 dan pH KCl berkisar 3,51–4,11. Nilai potensial redoks berada pada kondisi oksidatif, yaitu 210,98–263,77 mV. Tekstur tanah didominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan bahan organik berkisar 2,93–6,29%, C-organik 1,70–3,65%, KTK 13,94–19,63 me/100 g, fosfat 13,39–21,06 mg/kg, dan nitrat 33,17–70,15 mg/kg. Secara umum, kualitas tanah tambak di Pulau Tanjung Karis masih memiliki beberapa faktor pembatas, terutama pH tanah yang sangat masam, C-organik yang rendah, serta akumulasi fosfat dan nitrat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah tambak secara berkelanjutan untuk mendukung budidaya udang windu yang optimal. Kata kunci: kualitas tanah, tambak tradisional, udang windu, Penaeus monodon, Pulau Tanjung Karis Abstract Soil quality is one the key factors determining the succes of giant tiger shrimp (Penaueus monodon) farming, particuraly in traditional pons system that remain heavily depedent on natural soil and water conditions. The pond bottom soil serves as a medium for storing organic matter, a source of nutrients, and a site for biogeochemical processes that influence the quaity of the farming environment. This study aims to analyze the soil quaity of giant tiger shrimp farming ponds on Tanjung Karis Island, Bulungan Regency. The Study was conducted from January to March 2026 using a quantitative descripitve method at three stations: Station 1 and Station 2 as aquaculuture plots, and Station 3 as a control area outside the farming ponds. Soil samples were collected as composite samples and then analyzed for soil pH, redox potensial, soil texture, organic matter, organic carbon, cation exchange capacity, phospate and nitrate. The data were analyzed descriptively using range, mean and standard deviation, and compared with quality standards and relevant literarture. The results of the study show that the soil pH is classified as highly acidic, with H₂O pH ranging from 3.76 to 4.26 and KCI ph ranging from 3.51 to 4.11. The redox potential values indicate oxidative conditions, ranging from 210.98 to 263.77 mV. The soil texture is dominated by silt and clay fractions, while organic matter ranges from 2.93-6.29%, organic carbon 1.70-3.65%, cation exchange capacity (CEC) 13.94-19.63 me/100 g, phosphate 13.39-21.06 mg/kg, and nitrate 33.17-70.15 mg/kg. In general, the quaity of pond soil on Tanjug Karis Island is still limited by several factors, particularly and nitrate. Therefore, sustainable management of farming ponds is necessary to support optimal giant tiger shrimp farming. Keywords: Soil Quality, Traditional Shrimp Ponds, Giant Tiger Shrimp, Penaeus monodon, Tanjung Karis Island

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Kualitas Air Buangan Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Tradisional Dengan Perlakuan Probiotik Di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya udang windu sistem tradisional masih menjadi kegiatan utama di Kabupaten Bulungan yang cenderung menurun produktivitas tambak dan produksi udang. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air buangan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan Desember 2024. Penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling. Pada stasiun 1 menggunakan penambahan probiotik EM4 dengan dosis 190 L/Ha, stasiun 2 menggunakan probiotik RICA dengan dosis 6 L/Ha dengan frekuensi pemberian 2 minggu sekali, sedangkan stasiun 3 tidak menggunakan probiotik dan stasiun 4 air sungai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan mengacu pada Permen KP 75/2016 dan 28/2004. Hasil pengamatan stasiun 1 (EM4) menunjukkan kekeruhan 90,4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD5 3,89 mg/L, nitrat 0,32 mg/L, fosfat 0,1 mg/L, amonia 0,06 mg/L, H₂S 0,72 mg/L, nitrit 0,15 mg/L, dan pH 6,9. Stasiun 2 (RICA), kekeruhan 51,4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD5 2,5 mg/L, nitrat 0,22 mg/L, fosfat 0,16 mg/L, amonia 0,12 mg/L, H₂S 0,57 mg/L, nitrit 0,1 mg/L, dan pH 7,2. Sedangkan stasiun 3 (tanpa probiotik), kekeruhan 58,7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD5 2,78 mg/L, nitrat 0,28 mg/L, fosfat 0,09 mg/L, amonia 0,2 mg/L, H₂S 2,44 mg/L, nitrit 0,09 mg/L, dan pH 5. Hasil pengamatan sungai 1 menunjukkan kekeruhan 50,5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD5 1,95 mg/L, nitrat 0,3 mg/L, fosfat 0,13 mg/L, amonia 0,17 mg/L, H₂S 0,99 mg/L, nitrit 0,2 mg/L, dan pH 6,8. Sedangkan pada sungai 2, kekeruhan 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD5 6,11 mg/L, nitrat 0,2 mg/L, fosfat 0,56 mg/L, amonia 0,18 mg/L, H₂S 1,75 mg/L, nitrit 0,3 mg/L, dan pH 6. Secara keseluruhan, penggunaan probiotik RICA lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air buangan tambak dibandingkan probiotik EM4 maupun tanpa probiotik. Abstract Shrimp farming using a traditional system remains a significant activity in Bulungan Regency, although pond productivity and shrimp production tend to declining. This study aimed to assess the quality of wastewater from traditional shrimp farming ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research wass conducted from September to December 2024. Sampling points were determined using a purposive sampling approach. At station 1, EM4 probiotics were applied at a dosage of 190 L/Ha, while station 2 used RICA probiotics at a dosage of 6 L/Ha with an application frequency of once every two weeks. Station 3 did not use probiotics, and station 4 represented river water. The method employed was a descriptive quantitative approach, as referenced in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulations Permen KP 75/2016 and 28/2004. The results from station 1 (EM4) showed turbidity of 90.4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD₅ 3.89 mg/L, nitrate 0.32 mg/L, phosphate 0.1 mg/L, ammonia 0.06 mg/L, H₂S 0.72 mg/L, nitrite 0.15 mg/L, and pH 6.9. Station 2 (RICA), showed turbidity of 51.4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD₅ 2.5 mg/L, nitrate 0.22 mg/L, phosphate 0.16 mg/L, ammonia 0.12 mg/L, H₂S 0.57 mg/L, nitrite 0.1 mg/L, and pH 7.2. Meanwhile, station 3 (without probiotics) showed turbidity of 58.7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD₅ 2.78 mg/L, nitrate 0.28 mg/L, phosphate 0.09 mg/L, ammonia 0.2 mg/L, H₂S 2.44 mg/L, nitrite 0.09 mg/L, and pH 5. The results from river 1 showed turbidity of 50.5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD₅ 1.95 mg/L, nitrate 0.3 mg/L, phosphate 0.13 mg/L, ammonia 0.17 mg/L, H₂S 0.99 mg/L, nitrite 0.2 mg/L, and pH 6.8. In river 2, turbidity was 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD₅ 6.11 mg/L, nitrate 0.2 mg/L, phosphate 0.56 mg/L, ammonia 0.18 mg/L, H₂S 1.75 mg/L, nitrite 0.3 mg/L, and pH 6. Overall, the use of RICA probiotics is more effective in improving the quality of aquaculture wastewater compared to EM4 probiotics or without probiotics.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS TANAH TERHADAP PRODUKSI TAMBAK KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA DI KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2023•

Traditional fishponds with good soil are one of the important factors as a means of increasing fishpond production. Therefore, maintaining appropriate soil quality is crucial for creating traditional fishponds. The purpose of this study was to examine the connection between Tanjung Palas Utara District's traditional fishpond production and soil quality. North Kalimantan Province's Bulungan Regency's Tanjung Palas Utara District's tiger prawn fishponds served as the site of this study in February 2022. An integrated quantitative and qualitative methodology was used to perform this study. The quantitative approach was used by counting the amount of soil in the fishponds in Tanjung Palas Utara district. Techniques for conducting interviews and recording pond production observations were the data collections of qualitative methodologies. The Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan, then examined the soil samples. Redox (mV), pH, pH20, pHKCL C-Organic, total N, C/N ratio, Fe, Al, Mn, sand silt, and clay were the soil characteristics that were measured. The average pH value of the soil in Tanjung Palas Utara District was 5.6, pH2O was 4.13, and pHkcl was 3.74. indicating that the soil was acidic. This outcome was consistent with the reducing, low organic matter, Al, Fe, and Mn redox potential. In Tanjung Palas Utara district, the average harvest output was 270 kilograms, stocking 67,000 seeds at a density of 60 people per kilo, with an SR value of 24%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BUAH JERUK IMPOR SUNKIST DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah jeruk merupakan salah satu komoditi buahan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan kaya vitamin, mineral, protein, lemak dan serat serta memiliki daya tarik yang khas dengan rasa lezat dan beraroma asam dari dalam buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen jeruk impor di beberapa toko di Kota Tarakan serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah jeruk impor di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Deskriftif Kuantitatif dan analisis Regresi. Penelitian ini dilaksanakan di toko atau pedagang buah jeruk impor di kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling (accidental sampling). Dengan pertimbangan bahwa peneliti menggunakan ukuran sampel yang dibutuhkan yaitu 12, sedangkan variabel independent dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 variabel yang terdiri dari: 1) harga buah jeruk impor, 2) harga barang lain 3) pendapatan anggota rumah tangga, 4) jumlah anggota rumah tangga dan 5) selera konsumen. Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama dari 60 orang konsumen yang diwawancarai terdapat 25 orang laki-laki dan 35 orang perempuan, dimana sebagian besar konsumen tersebut memiliki usia rata-rata 39 tahun dan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta serta memiliki rata-rata pendidikan SMA/sederajat. Kedua bahwa nilai R2 sebesar 42.1 artinya bahwa variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan oleh variabel pendukungnya. Secara persial variabel bebasnya yaitu harga buah jeruk Sunkist(X1), harga barang lain(X2), pendapata rumah tangga(X3), jumlah anggota rumah tangga(X4), serta selera konsumen(X5) merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan buah jeruk (Y) di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai Manfaat Ekosistem Mangrove Sebagai Ekowisata di Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan

2022•

NILAI MANFAAT EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Abstrak Konservasi Kawasan Mangrove Bekantan merupakan kawasan ekowisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun luar pulau Kota Tarakan. Pemanfaatan hutan mangrove sebagai ekowisata merupakan langkah yang strategis guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekologis dan ekonomis. Namun demikian, nilai ekonomi sumber daya alam yang menawarkan keindahan alam atau lanskap, pada umumnya bersifat non-market atau tidak dapat diperdagangkan. Untuk mengestimasi nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut harus menggunakan teknik penilaian (valuation) tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai manfaat ekosistem mangrove sebagai ekowisata dengan menggunakan metode analisis biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan WTP (Willingness to pay). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di KKMB Kecamatan Kota Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan pendekatan biaya kontribusi (WTP). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu biaya perjalanan terendah terdapat 44 pengunjung dengan presentase 44 % dengan total biaya perjalanan di rata – ratakan kurang dari Rp. 940.000 – 990.000. Biaya perjalanan rata – rata responden (X1) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total responden (BPT) dibagi dengan jumlah responden sebesar Rp. 353.900/kunjungan. Rendahnya biaya perjalanan yang ada disebabkan karena rata – rata yag melakukan kunjungan ke KKMB merupakan warga domestik Kota Tarakan dan Kalimantan Utara maka dari itu biaya perjalanan yang dikeluarkan terbilang kecil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH SMPN 11 TARAKAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA CPT DAN KALENDERING

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek konstruksi adalah pekerjaan mendirikan suatu bangunan dalam waktu yang telah ditentukan dan selesai tepat waktu atau bahkan lebih lepat dari waktu yang diperkirakan. Proyek kontruksi tentunya mempertimbangkan jenis tanah sebelum melakukan pembangunan pada lokasi tersebut dimana tanah memiliki peranan yang penting. Tujuan dari penelitian di Proyek Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 11 Tarakan ini, untuk mengetahui jenis tanah dengan data sondir dan untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang dengan menggunakan metode statis dan metode dinamis. Hasil perhitungan daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode statis pada titik sondir S-2 yang beban terbesarnya terdapat pada metode Mayerhoff sebesar 411,774 ton dan yang terkecil pada metode Shamertmann sebesar 111,330 ton. Daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode dinamis yang terbesarnya yaitu pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 1879,223 ton sedangkan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 409,014 ton. Angka keamanan (SF) pada metode statis pada titik sondir menghasilkan nilai SF terbesar pada titik sondir S-1 metode Mayerhoff sebesar 6,49 dan terkecil pada titik sondir S-5 metode Shamertmann sebesar 0,10. Pada metode dinamis menghasilkan nilai SF terbesar pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 6,63 dan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 1,44.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Daya Dukung Tiang Pancang Pada Pembangunan Gedung Laboratorium dan Kuliah Terpadu Universitas Borneo Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pondasi merupakan struktur bagian bawah pada bangunan yang berfungsi meneruskan beban kedalam tanah atau batuan keras dan memikul beban bangunan atau struktur lain diatasnya. Analisis daya dukung pondasi tiang pancang pada pembangunan Gedung Laboratorium dan Kuliah Terpadu Universitas Borneo Tarakan, yaitu dengan cara statis dan dinamis menggunakan tes sondir di lapangan dan data PDA tes yang diuji langsung pada tiang pondasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang berdasarkan metode statis dari data sondir menggunakan perhitungan Meyerhof dan Aoki De Alencer serta metode Dinamis menggunakan data PDA Test. Hasil dari perhitungan didapatkan nilai daya dukung tiang kelompok yang terbesar pada perhitungan metode Meyerhof di titik sondir S-3 dengan nilai 902.161 ton dan nilai daya dukung terkecil pada titik Sondir S-7 dengan metode Aoki de Alencer sebesar 179.905 ton, Adapun untuk nilai keamanan (safety factor) tiang kelompok yang terbesar pada titik sondir S-3 dengan nilai sebesar 3.17 ton pada metode Meyerhoff. Dari hasil metode dinamis didapat nilai daya dukung tiang kelompok terbesar pada tiang P 26 B sebesar 503 ton dan terkecil tiang P 26 dengan nilai 396 ton, untuk nilai angka keamanan tiang kelompok metode dinamis di dapatkan nilai yang tertinggi yakni pada tiang P 26 B sebesar 1.77 ton. Berdasarkan beban rencana dari struktur atas yang telah di analisis menggunakan program Sap2000 sebesar 284.44 ton, maka gedung tersebut dapat katakan aman dari kegagalan struktur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERCEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla Sp) DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberian pakan alami yang berbeda dapat merangsang tubuh kepiting bakau untuk melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap percepatan moulting kepiting bakau (Scylla sp). Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (pemberian pakan Rucah), Perlakuan 3 (pemberian pakan cumi-cumi), Perlakuan 4 (pemberian pakan kepiting karacca). Berdasarkan hasil penelitian, kepiting bakau perlakuan kontrol (mutilasi) dapat moulting secara seluruhnya pada hari ke 19-23, sedangkan pada perlakuan lainnya belum mengalami moulting hingga akhir penelitian. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat bobot badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan perlakuan yang berbeda, didapatkan hasil pada perlakuan kontrol PM (Mutilasi dengan pakan ikan Rucah) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi), PK (Pakan Karaca), ( p 0.05 ). Sedangkan antara perlakuan PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi) dan PK (Pakan Karaca) tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan rucah dengan mutilasi memberikan hasil terbaik pada proses percepatan moulting kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan tanpa proses mutilasi. ABSTRACT Giving different natural food can trigger the body of the mud crab to change its skin or commonly called moulting. This study aims to determine the effect of different natural feeds on the acceleration of moulting of mud crab (Scylla Sp). The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment 1 (Control), treatment 2 (Feeding trash), Treatment 3 (feeding squid), Treatment 4 (feeding karacca crabs). Based on the research, the control treatment (mutilated) mangrove crabs could experience moulting as a whole on days 19-23, while inother treatments they had not experienced moulting until the end of the study. Test Based on variance (ANOVA) showed that the absolute weight growth of mangrove crabs during maintenance for 30 days with different treatments, obtained resultin the PM control treatment (Mutilation with Rucah fish feed) significantly different from other treatments PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed), PK (karaca Feed), (p 0.05). Meanwhile, the PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed) and PK (karaca Feed) treatments were not significantly different. It can be concluded that the feeding of trash with mutilation gave the best results in the accelerated moulting process of mud crabs compared to feeding without the process of mutilation.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Konsumsi Oksigen Sedimen Pada Dasar Tambak Tradisional Udang Windu (Penaeus Monodon) Di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas daerah 657,33km2 dengan luas daratan 250,80km2 dan luas lautan sekitar 406,53km2 atau sekitar 61,85% dari luas keseluruhan merupakan lautan yang mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi adalah udang windu. Pada wilayah Tarakan tersebut terdapat pulau-pulau kecil disekitarnya yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak tradisional. Tambak tradisional merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Tingkat konsumsi oksigen sedimen merupakan petunjuk adanya kegiatan mikroorganisme di dalam substrat dan merupakan gambaran kebutuhan oksigen yang dapat diketahui melalui konsumsi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen sedimen pada dasar tambak tradisional udang windu (panaeus monodon) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga tambak tradisional Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan. Data dianalsisi secara deskriptif, kemudian dilakukan persamaan regrasi linear sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tambak yang diamati bertekstur lempung berpasir. Pada tambak pertama dan kedua masing-masing memiliki nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 80,74% dan 98,71% yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat, sedangkan pada tambak ketiga didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 55,72% yang artinya variabelnya memiliki hubungan yang rendah dibandingkan dengan tambak lainnya. ABSTRACT Tarakan is a city with a total area of 657.33 km2 comprising land area of 250.80 km2 and sea area of 406.53 km2 or 61.85% which has the fishery resource potentials with high economic value, such as tiger prawn. Tarakan area is surrounded by many small islands which can be utilized as tradisional pond areas. Those pond areas are commonly used as places to cultivate giant tiger prawn and fish from the mangrove area opening. The sediment oxygen consumption level is a clue for the existence of microorganism activites within the substrate and as the depicition of oxygen need which can be figured out through oxygen consumption. This research aims at revealing the sediment oxygen consumption level at the bottom of traditional pond for tiger prawn (Panaeus monodon) in Tarakan. This research was conducted in three traditional pond in Karang Anyar Sub-district, Tarakan Beach. The data were descriptively analyzed, and then a simple linear regression equation and correlation statistical test were further employed. The research results show that those three observed pond had the texture of sandy loam. The first and second pond respectively had the determination coefficient value (R2) of 80.74% and 98.71%, meaning that both variables had high and strong relationship. Meanwhile, the third pond had the determination coefficient value (R2) of 55.72%, meaning that the variable had lower relationship when compared to the others.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail