ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang ditemukan di SDN 045 Binalatung yaitu guru kesulitan mengajarkan muatan pelajaran PJOK dikarenakan bahan ajar yang tersedia di sekolah jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya peserta didik, akibatnya peserta didik cenderung bermain-main dan tidak memperhatikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) PJOK materi gerak seimbang dominan dinamis berbasis permainan tradisional yang layak ditinjau dari validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli media dan ahli praktisi serta untuk mengetahui respon peserta didik dan guru terhadap produk yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang dilakukan kepada ahli materi diperoleh persentase sebesar 88,8% berada pada kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 86,6% berada pada kategori sangat layak, ahli media sebesar 78,5% berada pada kategori layak dan ahli praktisi sebesar 96,6% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD PJOK materi gerak seimbang dominan dinamis berbasis permainan tradisional layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil angket respon peserta didik pada uji coba produk awal mencapai persentase sebesar 99,2% dan persentase uji coba produk utama sebesar 97,5% yang masuk dalam kategori sangat baik. Kemudian, respon guru menyatakan bahwa LKPD mendapatkan persentase sebesar 96,9% berada pada kategori sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proyek konstruksi adalah pekerjaan mendirikan suatu bangunan dalam waktu yang telah ditentukan dan selesai tepat waktu atau bahkan lebih lepat dari waktu yang diperkirakan. Proyek kontruksi tentunya mempertimbangkan jenis tanah sebelum melakukan pembangunan pada lokasi tersebut dimana tanah memiliki peranan yang penting. Tujuan dari penelitian di Proyek Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 11 Tarakan ini, untuk mengetahui jenis tanah dengan data sondir dan untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang dengan menggunakan metode statis dan metode dinamis. Hasil perhitungan daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode statis pada titik sondir S-2 yang beban terbesarnya terdapat pada metode Mayerhoff sebesar 411,774 ton dan yang terkecil pada metode Shamertmann sebesar 111,330 ton. Daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode dinamis yang terbesarnya yaitu pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 1879,223 ton sedangkan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 409,014 ton. Angka keamanan (SF) pada metode statis pada titik sondir menghasilkan nilai SF terbesar pada titik sondir S-1 metode Mayerhoff sebesar 6,49 dan terkecil pada titik sondir S-5 metode Shamertmann sebesar 0,10. Pada metode dinamis menghasilkan nilai SF terbesar pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 6,63 dan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 1,44.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondasi merupakan struktur bagian bawah pada bangunan yang berfungsi meneruskan beban kedalam tanah atau batuan keras dan memikul beban bangunan atau struktur lain diatasnya. Analisis daya dukung pondasi tiang pancang pada pembangunan Gedung Laboratorium dan Kuliah Terpadu Universitas Borneo Tarakan, yaitu dengan cara statis dan dinamis menggunakan tes sondir di lapangan dan data PDA tes yang diuji langsung pada tiang pondasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang berdasarkan metode statis dari data sondir menggunakan perhitungan Meyerhof dan Aoki De Alencer serta metode Dinamis menggunakan data PDA Test. Hasil dari perhitungan didapatkan nilai daya dukung tiang kelompok yang terbesar pada perhitungan metode Meyerhof di titik sondir S-3 dengan nilai 902.161 ton dan nilai daya dukung terkecil pada titik Sondir S-7 dengan metode Aoki de Alencer sebesar 179.905 ton, Adapun untuk nilai keamanan (safety factor) tiang kelompok yang terbesar pada titik sondir S-3 dengan nilai sebesar 3.17 ton pada metode Meyerhoff. Dari hasil metode dinamis didapat nilai daya dukung tiang kelompok terbesar pada tiang P 26 B sebesar 503 ton dan terkecil tiang P 26 dengan nilai 396 ton, untuk nilai angka keamanan tiang kelompok metode dinamis di dapatkan nilai yang tertinggi yakni pada tiang P 26 B sebesar 1.77 ton. Berdasarkan beban rencana dari struktur atas yang telah di analisis menggunakan program Sap2000 sebesar 284.44 ton, maka gedung tersebut dapat katakan aman dari kegagalan struktur.