ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk stik ladran udang dengan menggunakan metode statistical process control pada UMKM Indri di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 30 hari produksi dan menggunakan metode statistical process control yang terdiri dari check sheet, diagram histogram, peta kendali p dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa masih terdapat 2 jenis kecacatan terdiri dari gosong dan hancur. Hasil dari check sheet atau lembar pemeriksaan jumlah stik ladran udang yang diproduksi adalah 222000 gram selama 30 hari Produksi, dengan 5067 gram stik ladran udang yang mengalami kecacatan selama proses produksi. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses tidak memiliki penyimpangan atau berada dalam batas kendali atas maupun bawah. Berdasarkan diagram histogram, tingkat kerusakan atau cacat produk tertinggi adalah rusak karena gosong sebanyak 2790 (Gram), selanjutnya adalah rusak karena hancur sebanyak 2277 (Gram). Dari analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan pada proses produksi yaitu faktor metode (proses produksi, UMKM Indri yang tidak memiliki SOP), tenaga kerja (pekerja yang kurang teliti, kurang hati-hati sehingga takaran bahan baku yang tidak sesuain sehingga menyebabkan cacat stik ladran udang yang hancur), bahan baku, dan mesin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dan mengetahui pengendalian mutu produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada pengepul kepiting bakau CV. Rika Amelia Jaya Tarakan di wilayah beringin yang berlokasi pada Jl. Beringin 2 Rt: 1 Rw: 4, Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p (P-Chart), dan diagram sebab akibat. Sumber data dalam penelitian ini adalah arsip data produksi kepiting setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi serta diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini:1.) Mutu produk cukup berada dalam rentang batas kendali atas (UCL) maupun batas kendali bawah (LCL), 2.) Berdasarkan data pada diagram histogram, diketahui bahwa kegagalan terbanyak pada kepiting mati (loyo, capit tidak lengkap) yaitu mencapai 1949,6 Kg, 3.) Melalui analisis diagram sebab-akibat yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam proses produksi adalah manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup mayarakat tani maka diperlukan kontribusi peran laki-laki dan Perempuan. Selama ini kita memahami laki-laki berperan penting dalam sektor pertanian namun perempuan juga tidak kalah berperan dalam banyak sektor pertanian terutama di pedesaan. Mendeskripsikan peran wanita dan peran laki-laki dalam budidaya tanaman padi sawah di Desa Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau. Lokasi Penelitian ini di laksanakan di desa Buyung-Buyung Kecematan Tabalar, sebagai daerah penelitian. Metode penentuan sampel dilakukan dengan kuota sampling. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan skunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara menggunakan kuisoner dan dokumentasi. Jenis metode yang dipilih adalah Statistik analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran peran-peran gender dalam pengelolaan padi sawahHasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata peran petani wanita hanya memproses penanaman dan pasca panen dengan rata - rata persentase 94% sedangkan petani laki - laki berperan dalam proses pengolahan lahan, perawatan dan panen dengan persentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran petani padi berbasis gender maka didapat bahwa peran petani wanita lebih dominan pada kegiatan pencabutan bibit dengan persentase 94%, penjemuran 94%, pembersihan kotoran padi 84%, dan penggilingan padi 70% sedangkan peran petani laki – laki lebih dominan pada kegiatan pembersihan lahan 100%, pembajakan sawah 100%, pengairan 94%, persemaian 92%, penanaman 94%, pembersihan gulma 100%, pengendalian OPT 100%, pemupukan 100%,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada perkebunan sawit di Desa Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif merupakan untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p, dan diagram sebab akibat. Check Sheet dan Histrogram digunakan untuk menyajikan data agar dapat memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis, peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Selanjutnya diagram sebab akibat digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan produk kemudian dapat disusun sebuah usulan perbaikan kualitas, sumber data dalam penelitian ini adalah arsip koperasi beurpa data produksi TBS setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan bahasa dayak punan dan bahasa dayak kenyah lepo tau menggunakan linguistik historis komparatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat 40 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 5 pasangan kata yang identik, 20 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 6 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 9 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 160 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara Bahasa Dayak Punan dan bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yaitu 20 % yang merupakan bahasa yang tunggal pada 5.327 ± 460 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau merupakan bahasa yang tunggal pada 5.787 – 4.867 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.103 SM – 2.844 SM (dihitung dari tahun 2023). Hasil penelitian menunjukan bahwa Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau termasuk ke dalam kategori bahasa (language).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi penerimaan dan tingkat keuntungan petani sayuran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Deskriptif Statistik. Hasil penelitian ini yaitu terjadi perubahan biaya produksi petani sayuran di Kota Tarakan, Biaya produksi petani sayuran sebelum pandemi covid-19 dengan rata-rata Rp. 1.600.000 sedangkan biaya produksi selama pandemi covid-19 rata-rata Rp 975.000 terdapat penurunan sebesar Rp. 1.000.000, sedangkan penerimaan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 3.850.000 penerimaan petani sayuran selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.000.000, ditinjau dari tingkat keuntungan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.250.000, sedangkan selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 1.025.000. Namun jika berdasarkan rasio biaya produksi sebelum dan selama pandemi covid-19 serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 bahwa tidak terdapat perubahan yang cukup berarti pada biaya produksi serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Biaya produksi dan penerimaan rata-rata sebelum pandemi covid-19 yaitu 41%, sedangkan biaya produksi dan penerimaaan rata-rata selama pandemi covid-19 adalan 49%, jadi biaya produksi dan penerimaan sebelum dan selama pandemi covid-19 penerimaan tingkat keuntungan sebesar 8%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan untuk penelitian linguistik historis komparatif di Indonesia dan secara khusus menganalisis adanya kekerabatan di antara kedua bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan terdapat 187 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 81 pasangan kata yang identik, 34 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 28 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 44 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 13 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan yaitu 93.5%. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan merupakan bahasa yang tunggal pada 203 – 105 tahun yang lalu. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.819 – 1.917 (dihitung dari tahun 2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan termasuk ke dalam kategori satu bahasa (dialek).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proyek konstruksi adalah pekerjaan mendirikan suatu bangunan dalam waktu yang telah ditentukan dan selesai tepat waktu atau bahkan lebih lepat dari waktu yang diperkirakan. Proyek kontruksi tentunya mempertimbangkan jenis tanah sebelum melakukan pembangunan pada lokasi tersebut dimana tanah memiliki peranan yang penting. Tujuan dari penelitian di Proyek Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 11 Tarakan ini, untuk mengetahui jenis tanah dengan data sondir dan untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang dengan menggunakan metode statis dan metode dinamis. Hasil perhitungan daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode statis pada titik sondir S-2 yang beban terbesarnya terdapat pada metode Mayerhoff sebesar 411,774 ton dan yang terkecil pada metode Shamertmann sebesar 111,330 ton. Daya dukung tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode dinamis yang terbesarnya yaitu pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 1879,223 ton sedangkan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 409,014 ton. Angka keamanan (SF) pada metode statis pada titik sondir menghasilkan nilai SF terbesar pada titik sondir S-1 metode Mayerhoff sebesar 6,49 dan terkecil pada titik sondir S-5 metode Shamertmann sebesar 0,10. Pada metode dinamis menghasilkan nilai SF terbesar pada titik G-8-F metode AASHTO sebesar 6,63 dan yang terkecil pada titik G-8-C metode Janbu sebesar 1,44.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondasi merupakan struktur bagian bawah pada bangunan yang berfungsi meneruskan beban kedalam tanah atau batuan keras dan memikul beban bangunan atau struktur lain diatasnya. Analisis daya dukung pondasi tiang pancang pada pembangunan Gedung Laboratorium dan Kuliah Terpadu Universitas Borneo Tarakan, yaitu dengan cara statis dan dinamis menggunakan tes sondir di lapangan dan data PDA tes yang diuji langsung pada tiang pondasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang berdasarkan metode statis dari data sondir menggunakan perhitungan Meyerhof dan Aoki De Alencer serta metode Dinamis menggunakan data PDA Test. Hasil dari perhitungan didapatkan nilai daya dukung tiang kelompok yang terbesar pada perhitungan metode Meyerhof di titik sondir S-3 dengan nilai 902.161 ton dan nilai daya dukung terkecil pada titik Sondir S-7 dengan metode Aoki de Alencer sebesar 179.905 ton, Adapun untuk nilai keamanan (safety factor) tiang kelompok yang terbesar pada titik sondir S-3 dengan nilai sebesar 3.17 ton pada metode Meyerhoff. Dari hasil metode dinamis didapat nilai daya dukung tiang kelompok terbesar pada tiang P 26 B sebesar 503 ton dan terkecil tiang P 26 dengan nilai 396 ton, untuk nilai angka keamanan tiang kelompok metode dinamis di dapatkan nilai yang tertinggi yakni pada tiang P 26 B sebesar 1.77 ton. Berdasarkan beban rencana dari struktur atas yang telah di analisis menggunakan program Sap2000 sebesar 284.44 ton, maka gedung tersebut dapat katakan aman dari kegagalan struktur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara bahasa Tidung dengan bahasa Agabag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metedologi penelitian bahasa dengan menggunakan teori linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya yaitu menjelaskan hubungan kekerabatan dan kesejarahan suatu bahasa dengan bahasa lainnya di suatu wilayah yang ditentukan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 kosakata dasar Swades. Kosakata dasar yang sudah diuji dan sangan membantu dalam penelitian metedologi bahasa. Peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik cakap, rekam dan catat untuk mendapakan data yang lebih lengkap. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 139 dari 198 kosa kata dasar Swadesh. Persentase kata kerabat antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 70 % yang menghasilkan perhitungan waktu pisah awal antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 882 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah bahasa tunggal pada 1039 – 725 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 980 – 1296 (dihitung dari tahun 2021). Bahasa Tidung dan bahasa Agabag merupakan bahasa yang serumpun dengan besaran 70% sehingga masuk dalam kelompok keluarga bahasa (family).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, histogram, peta kendali p, dan diagram sebab-akibat. Check sheet dan histogram digunakan untuk menyajikan data agar memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis selanjutnya. Peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Langkah selanjutnya adalah mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagram sebab akibat untuk kemudian dapat disusun sebuah rekomendasi atau usulan perbaikan kualitas. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam batas kendali atas maupun bawah atau tidak ada penyimpangan. Berdasarkan diagram histogram, tingkat kerusakan atau cacat produk yang paling banyak terjadi adalah rusak karena sisa potongan sebanyak 29.160 (Gram), selanjutnya adalah rusak karena remuk sebanyak 2900 (Gram). Dari analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor–faktor penyebab terjadinya kerusakan pada proses produksi yaitu faktor material/bahan baku, pekerja, mesin, dan metode.