Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan bahasa dayak punan dan bahasa dayak kenyah lepo tau menggunakan linguistik historis komparatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat 40 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 5 pasangan kata yang identik, 20 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 6 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 9 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 160 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara Bahasa Dayak Punan dan bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yaitu 20 % yang merupakan bahasa yang tunggal pada 5.327 ± 460 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau merupakan bahasa yang tunggal pada 5.787 – 4.867 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.103 SM – 2.844 SM (dihitung dari tahun 2023). Hasil penelitian menunjukan bahwa Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau termasuk ke dalam kategori bahasa (language).