ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat terkait dengan memiliki tubuh yang unik dan mudah untuk dipelihara. Keunikannya menjadi bagian yang harus diekplor lebih jauh, karena jenis ini memiliki keragaman yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu upaya mempertahankan keragaman dengan menelaah tingkat kekerabatan. Ikan cupang lokal Desa Sebidai secara morfologis diduga memiliki kekerabatan dengan ikan cupang Tanjung Batu Kota Tarakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ikan cupang lokal yang di temukan di perairan rawa Sebidai Kabupaten Tana Tidung, untuk mengetahui karakter morfologis ikan cupang lokal, dan untuk mengetahui jarak genetik dan tingkat kekerabatan ikan cupang lokal berdasarkan penanda molekuler gen COI. Jenis yang akan dikaji tingkat kekerabantannya adalah ikan cupang di Desa Sebidai dan Tanjung Batu, Kota Tarakan. Metode pendekatan dilakukan berdasarkan penanda molekuler gen COI. Secara teknis hasil tersebut akan divalidasi dengan menggunakan GenBank. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2020. Sampel empat spesies diambil dari masing-masing lokasi, dan GenBank dengan menggunakan software MEGA X. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 contoh sampel ikan tidak memiliki hubungan dengan spesies yang bersal dari GenBank (Betta pi, Betta pugnax, Betta spelendens, Betta imbelis) dengan nilai homologi 86,81%. Hasil analisis jarak genetik dari 4 sampel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan bahasa dayak punan dan bahasa dayak kenyah lepo tau menggunakan linguistik historis komparatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat 40 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 5 pasangan kata yang identik, 20 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 6 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 9 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 160 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara Bahasa Dayak Punan dan bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yaitu 20 % yang merupakan bahasa yang tunggal pada 5.327 ± 460 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau merupakan bahasa yang tunggal pada 5.787 – 4.867 tahun yang lalu. Bahasa Dayak Punan dan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.103 SM – 2.844 SM (dihitung dari tahun 2023). Hasil penelitian menunjukan bahwa Bahasa Dayak Punan dengan Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau termasuk ke dalam kategori bahasa (language).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan untuk penelitian linguistik historis komparatif di Indonesia dan secara khusus menganalisis adanya kekerabatan di antara kedua bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan terdapat 187 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 81 pasangan kata yang identik, 34 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 28 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 44 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 13 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan yaitu 93.5%. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan merupakan bahasa yang tunggal pada 203 – 105 tahun yang lalu. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.819 – 1.917 (dihitung dari tahun 2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan termasuk ke dalam kategori satu bahasa (dialek).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara bahasa Tidung dengan bahasa Agabag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metedologi penelitian bahasa dengan menggunakan teori linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya yaitu menjelaskan hubungan kekerabatan dan kesejarahan suatu bahasa dengan bahasa lainnya di suatu wilayah yang ditentukan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 kosakata dasar Swades. Kosakata dasar yang sudah diuji dan sangan membantu dalam penelitian metedologi bahasa. Peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik cakap, rekam dan catat untuk mendapakan data yang lebih lengkap. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 139 dari 198 kosa kata dasar Swadesh. Persentase kata kerabat antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 70 % yang menghasilkan perhitungan waktu pisah awal antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 882 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah bahasa tunggal pada 1039 – 725 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 980 – 1296 (dihitung dari tahun 2021). Bahasa Tidung dan bahasa Agabag merupakan bahasa yang serumpun dengan besaran 70% sehingga masuk dalam kelompok keluarga bahasa (family).