ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian ketersediaan air tersebut dari segi kualitas dengan peruntukannya. Salah satu cara menentukan status mutu air yaitu dengan cara menggunakan metode indeks pencemaran. Indeks pencemaran dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan memberikan Gambaran mengenai seberapa tercemarnya suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Bengawan. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup dan hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VI tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya, serta penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010 tercantum pada Lampiran II. Pengambilan sampel dilakukan pada saat air surut sebanyak 5 stasiun dan 15 titik. Parameter yang digunakan yaitu fisika dan kimia seperti TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengukuran TSS yaitu 15-50 mg/L, pH yaitu 5,98-6,34, DO yaitu 4,8-7,2 mg/L, BOD yaitu 0,3-6,4 mg/L, COD yaitu 16-64 mg/L, Nitrat yaitu 0,35-1,18 mg/L dan Posfat yaitu 0,10-0,20 mg/L. Hasil indeks pencemaran menunjukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar ringan sedangkan indeks kualitas air menujukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam katagori cemar sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.