ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sotong (Sepia sp.) dan Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan komoditas hasil perikanan yang bernilai ekonomi tinggi serta sangat diminati masyarakat Kota Tarakan, namun risiko kontaminasi mikrobiologis dapat meningkat akibat kondisi sanitasi dan penanganan pascapanen di pasar tradisional yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi serta menganalisis tingkat cemaran mikrobiologis yang meliputi Angka Lempeng Total (ALT), keberadaan bakteri Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada sotong dan cumi-cumi yang dipasarkan di Pasar Tenguyun, Pasar Beringin, dan Pasar Guser Kota Tarakan, serta mengevaluasi kesesuainnya berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 7388:2009 dan SNI 01-4103-1996). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik pengujian ALT menggunakan media Plate Count Agar (PCA), identifikasi E. coli mengacu pada metode Most Probable Number (MPN) menggunakan LTB dan EC Broth, serta identifikasi Salmonella sp. melalui tahap isolasi pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan uji biokimia konfirmasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi komprehensif mengenai tingkat keamanan mikrobiologis produk sotong dan cumi-cumi, sekaligus menjadi referensi bagi masyarakat, pedagang, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan penerapan higiene sanitasi produk perikanan di pasar tradisional Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpadon nehereus) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Kota Tarakan yang banyak dikonsumsi dalam bentuk ikan kering. Namun, proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen, seperti Vibrio sp., Salmonella sp., dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan ketiga bakteri tersebut pada ikan nomei kering yang diperdagangkan di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu, Kota Tarakan. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dengan media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram. Sampel ikan diolah menggunakan Tryptone Soya Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS) untuk mendeteksi keberadaan Vibrio sp., serta media selektif lain untuk Salmonella sp. dan Escherichia coli. Setelah dilakukan analisis laboratorium, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kontaminasi Vibrio sp., Salmonella sp., maupun Escherichia coli pada sampel ikan yang diuji. Ikan nomei kering yang dijual di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu Kota Tarakan tergolong aman dari ketiga jenis bakteri patogen tersebut. Namun, pengawasan rutin terhadap sanitasi dan kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi ikan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Budidaya rumput laut merupakan sektor strategis dalam perikanan Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap produksi nasional, khususnya jenis Kappaphycus alvarezii yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk industri pangan, karagenan, dan kosmetik. Kualitas mutu Kappaphycus alvarezii dipengaruhi oleh kontaminasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri pada Kappaphycus alvarezii di perairan Tarakan, Nunukan, dan Sebatik, serta menganalisis parameter kualitas air seperti pH dan suhu. Metode penelitian melibatkan Identifikasi bakteri menggunakan uji biokimia, serta analisis kualitas air. Hasil Parameter suhu dan pH Nunukan untuk pH 7,55, Sebatik 7,56 dan Tarakan 7,23 sedangakan suhu untuk Nunukan 300C, Sebatik 300C dan Tarakan 310C. Berdasarkan dari hasil pengujian terhadap Rumput laut (Kappaphyus alvarezii) yang di Budidayakan oleh Masyarakat Nunukan, Sebatik, Tarakan menunjukkan hasil negatif dari cemaran bakteri Vibrio sp. Hasil uji pendugaan menunjukan hasil negatif tidak ditemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli Hasil uji mengguakan media selektif SSA Menunjukkan hasil negatif tidak di temukan bakteri Salmonella sp. Temuan ini memberikan data penting untuk strategi pengendalian bakteri guna meningkatkan keberhasilan budidaya di wilayah penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Bandeng (Chanos chanos) salah satu komoditas yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan protein karena harganya relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia. Banyak faktor yang menentukan kecepatan penurunan kesegaran ikan, diantaranya suhu penyimpanan serta penanganan yang kasar dapat memperpendek daya awet dan menurunkan mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Organoleptik dan mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan. Parameter yang diamati uji Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode (pour plate), uji Escherichia coli dan organoleptik. Terlihat hasil uji (ALT) ikan bandeng (cahanos chanos) terdapat nilai (ALT) pada B1 sebanyak 1,104 Cfu/ml, B2 3,1.103 Cfu/ml, B3 2,8.104 Cfu/ml, B4 1,9.104 Cfu/ml dan B5 terdapat sebanyak 1,7.104 Cfu/ml. Setelah dilakukan pengujian E.coli kelima sampel tidak menunjukkan adanya cemaran Escherichia coli. Sedangkan untuk nilai rata-rata organolpetik mata 7,6, insang 7,9 lendir 7,8, daging 7,7, bau 7,5 dan tekstur 7,5. Berdasarkan dari ketiga pengujian yang sudah saya lakukan ikan bandeng yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Beringin II Kota Tarakan memenuhi standar ikan segar dan ikan layak untuk dikomsumsi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spons Clathria sp. merupakan salah satu biota laut yang hidup di perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Biota laut ini tidak memiliki organ pada tubuhnya, tetapi memiliki kemampuan yang unik dalam menyaring bakteri dan karbon organik terlarut yang ada di lingkungan perairan, dengan memanfaatkan pori – porinya untuk mengubah zat ini menjadi partikel tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri yang berasosiasi dengan spons Clathria sp. dari perairan Pulau Derawan, mengidentifikasi secara morfologi jenis bakteri spons Clathria sp., dan menentukan aktivitas terbaik daya hambat bakteri asosiasi spons Clathria sp. terhadap bakteri (MDR). Proses penelitian terbagi menjadi tiga tahap: isolasi strain bakteri, identifikasi morfologi, dan prosedur overlay yang dilanjutkan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan jaringan dari spons Clathria sp. berhasil mendapatkan 23 isolat bakteri, dua morfologi koloni dominan yang diidentifikasi adalah Round with scalloped margin dan Round with raised margin, ditambah dengan formasi pinggiran Undulate dan Lobate. Adapun warna koloni yang dominan yaitu putih dan kuning, dengan elevasi Flat dan Raised. Teknik pewarnaan gram mengungkapkan adanya 17 isolat gram positif bersama dengan 6 isolat gram negatif, dengan menunjukkan morfologi bentuk sel bakteri coccus dan bacillus. Isolat SC06 menunjukkan aktivitas antibakteri signifikan dengan diameter penghambatan rata – rata 21,5 ± 2,12mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, dan 15,5 ± 2,12mm terhadap bakteri Escherichia coli. hasil ini membuka potensi besar untuk pemanfaatan sifat antibakteri dari bakteri yang berasosiasi dengan spons laut dalam aplikasi klinis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.