Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RISMAN

11 karya publik ditemukan.

2026: 52024: 42023: 2

PENGARUH IKLAN DI MEDIA SOSIAL TERHADAP NIAT BELI: PERAN MEDIASI KETERLIBATAN KONSUMEN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MEREK PADA UMKM DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh iklan melalui media sosial terhadap niat beli konsumen dengan keterlibatan konsumen dan kepercayaan merek sebagai variabel mediasi pada UMKM di Kabupaten Malinau. Perkembangan media sosial telah membawa perubahan dalam strategi pemasaran UMKM, di mana iklan digital kini menjadi sarana utama dalam menjangkau pasar. Namun, efektivitas iklan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering iklan tersebut dilihat, melainkan juga dipengaruhi oleh proses psikologis yang muncul, seperti keterlibatan konsumen serta tingkat kepercayaan terhadap merek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada konsumen yang pernah melihat atau berinteraksi dengan iklan UMKM di media sosial. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan di media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Selain itu, iklan juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan konsumen dan kepercayaan merek. Kepercayaan merek berpengaruh signifikan terhadap niat beli serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara iklan dan niat beli. Sebaliknya, keterlibatan konsumen tidak terbukti menjadi mediator yang kuat dalam hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks UMKM di Kabupaten Malinau, pembentukan kepercayaan terhadap merek merupakan faktor penting dalam meningkatkan niat beli melalui strategi iklan di media sosial.

"PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG DI MEDIASI KEPUASAN KONSUMEN KAFE DI KABUPATEN MALINAU"

2026 · Book ·

Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi harga, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan keputusan pembelian pada industri kafe di Kabupaten Malinau dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 160 responden yang memiliki pengalaman membeli di kafe lokal, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, persepsi harga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai dan keadilan harga dibandingkan harga sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan persepsi harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Kualitas produk yang meliputi rasa, konsistensi, kebersihan, dan presentasi menjadi faktor penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kepuasan konsumen sebagai faktor kunci dalam mendorong keputusan pembelian serta memberikan implikasi strategis bagi pelaku usaha kafe.

"PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG DI MEDIASI KEPUASAN KONSUMEN KAFE DI KABUPATEN MALINAU"

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi harga, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan keputusan pembelian pada industri kafe di Kabupaten Malinau dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 160 responden yang memiliki pengalaman membeli di kafe lokal, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, persepsi harga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai dan keadilan harga dibandingkan harga sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan persepsi harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Kualitas produk yang meliputi rasa, konsistensi, kebersihan, dan presentasi menjadi faktor penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kepuasan konsumen sebagai faktor kunci dalam mendorong keputusan pembelian serta memberikan implikasi strategis bagi pelaku usaha kafe.

"PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG DI MEDIASI KEPUASAN KONSUMEN KAFE DI KABUPATEN MALINAU"

2026 · Thesis ·

Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi harga, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan keputusan pembelian pada industri kafe di Kabupaten Malinau dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 160 responden yang memiliki pengalaman membeli di kafe lokal, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, persepsi harga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai dan keadilan harga dibandingkan harga sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan persepsi harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Kualitas produk yang meliputi rasa, konsistensi, kebersihan, dan presentasi menjadi faktor penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kepuasan konsumen sebagai faktor kunci dalam mendorong keputusan pembelian serta memberikan implikasi strategis bagi pelaku usaha kafe.

PENGARUH IKLAN DI MEDIA SOSIAL TERHADAP NIAT BELI: PERAN MEDIASI KETERLIBATAN KONSUMEN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MEREK PADA UMKM DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Thesis ·

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh iklan melalui media sosial terhadap niat beli konsumen dengan keterlibatan konsumen dan kepercayaan merek sebagai variabel mediasi pada UMKM di Kabupaten Malinau. Perkembangan media sosial telah membawa perubahan dalam strategi pemasaran UMKM, di mana iklan digital kini menjadi sarana utama dalam menjangkau pasar. Namun, efektivitas iklan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering iklan tersebut dilihat, melainkan juga dipengaruhi oleh proses psikologis yang muncul, seperti keterlibatan konsumen serta tingkat kepercayaan terhadap merek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada konsumen yang pernah melihat atau berinteraksi dengan iklan UMKM di media sosial. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan di media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Selain itu, iklan juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan konsumen dan kepercayaan merek. Kepercayaan merek berpengaruh signifikan terhadap niat beli serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara iklan dan niat beli. Sebaliknya, keterlibatan konsumen tidak terbukti menjadi mediator yang kuat dalam hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks UMKM di Kabupaten Malinau, pembentukan kepercayaan terhadap merek merupakan faktor penting dalam meningkatkan niat beli melalui strategi iklan di media sosial.

Rancangan Bangun Mesin Pengaduk Pupuk Kompos

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam proses pembuatan kompos salah satu hal yang paling penting adalah proses pengadukan. Pengadukan kompos membutuhkan tenaga yang lebih besar ketika mengolah kompos secara manual. Mesin pengaduk kompos menjadi salah satu solusi terbaik untuk memudahkan dalam pengadukan kompos, sehingga tujuan pada penelitian ini untuk merancang dan membangun mesin pengaduk pupuk kompos. Penelitian ini menguji kinerja mesin tanpa beban dan menggunakan beban menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menguji suhu mesin (oC), kecepatan elektromotor (Rpm) dan kebisingan (dBA). Berdasarkan hasil penelitian rancang bangun mesin pengaduk pupuk kompos yang telah dilakukan dapat disimpulkan Mesin pengaduk pupuk kompos dengan panjang 60 cm, lebar dan tinggi 40 cm menggunakan mesin dinamo 1400 Rpm, menggunakan transmisi pulley dan v-belt, serta gearbox dengan rasio 1:50 telah menjadi mesin yang dapat digunakan untuk pengaduk pupuk kompos dan Berdasarkan hasil pengujian menggunakan beban didapatkan nilai suhu tertinggi pada beban 9 kg yaitu 35,30 oC kemudian nilai kecepatan elektromotor tertinggi pada pengujian beban 9 kg yaitu 30,53 Rpm dan nilai kebisingan tertinggi didapatkan pada pengujian beban 12 kg sebesar 78,46 dBA.

KEDUDUKAN UANG PENGGANTI SEBAGAI PIDANA POKOK PADA TINDAK PIDANA KORUPSI YANG MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam pelaksanaan eksekusi pidana tambahan uang pengganti tindak pidana korupsi, Jaksa kerap menemui kendala minimya pengaturan mengenai pidana uang pengganti dan tidak terlacaknya harta benda terpidana, sehingga menghambat proses pengembalian kerugian keuangan negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris, dengan jenis dan sumber data dari data primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan lapangan, dianalisis secara kuantitatif, dengan teknik penarikan kesimpulan induktif. Eksekusi uang pengganti tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri kepada Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta melalui mekanisme pembayaran uang pengganti dengan menerbitkan Surat Tagihan; Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar; Tanda Terima Pembayaran; Surat Perintah Penyerahan; dan penyerahan uang pengganti kepada institusi yang dirugikan. Apabila terpidana tidak berterus terang atas harta bendanya, maka dilakukan pelacakan/pencarian, untuk kemudian dibekukan, disita/dirampas, dan dilelang. Kendala pelaksanaan ekseksusi uang pengganti dari faktor hukum yaitu ketiadaan pengaturan mendetail mengenai : diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar secara penuh; dan penetapan besaran pidana uang pengganti untuk kepentingan membuat tuntutan. Faktor sarana : ketiadaan peralatan untuk melacak harta benda terpidana; menurunnya kondisi fisik/nilai barang sitaan karena lamanya proses lelang dan kurangnya sarana serta anggaran perawatan. Faktor budaya : kurangnya kesadaran hukum terpidana dan keluarganya untuk berterus terang (menutup-nutupi) dan melaporkan harta bendanya. Faktor masyarakat : kurangnya kesadaran masyarakat bahwa upaya pengembalian hasil tindak pidana korupsi merupakan tanggungjawab aparat penegak hukum bersama masyarakat sehingga masyarakat harus ikut mengawasi harta pelaku korupsi sehingga terpidana tidak akan menggelapkan dan mengalihkan harta bendanya. Kebijakan hukum pidana di masa mendatang adalah pemerintah merevisi peraturan perundang-undangan atau membentuk peraturan pelaksana mengenai : kewenangan diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar penuh; pemberatan pidana penjara pokok dan subsider dalam tuntutan; dan pendataan/penyitaan harta benda tersangka dilakukan sejak penyidikan.

Rancang Bangun Mesin Pengaduk Pupuk Kompos

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam proses pembuatan kompos salah satu hal yang paling penting adalah proses pengadukan. Pengadukan kompos membutuhkan tenaga yang lebih besar ketika mengolah kompos secara manual. Mesin pengaduk kompos menjadi salah satu solusi terbaik untuk memudahkan dalam pengadukan kompos, sehingga tujuan pada penelitian ini untuk merancang dan membangun mesin pengaduk pupuk kompos. Penelitian ini menguji kinerja mesin tanpa beban dan menggunakan beban menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menguji suhu mesin (oC), kecepatan elektromotor (Rpm) dan kebisingan (dBA). Berdasarkan hasil penelitian rancang bangun mesin pengaduk pupuk kompos yang telah dilakukan dapat disimpulkan Mesin pengaduk pupuk kompos dengan panjang 60 cm, lebar dan tinggi 40 cm menggunakan mesin dinamo 1400 Rpm, menggunakan transmisi pulley dan v-belt, serta gearbox dengan rasio 1:50 telah menjadi mesin yang dapat digunakan untuk pengaduk pupuk kompos dan Berdasarkan hasil pengujian menggunakan beban didapatkan nilai suhu tertinggi pada beban 9 kg yaitu 35,30 oC kemudian nilai kecepatan elektromotor tertinggi pada pengujian beban 9 kg yaitu 30,53 Rpm dan nilai kebisingan tertinggi didapatkan pada pengujian beban 12 kg sebesar 78,46 dBA.

KEDUDUKAN UANG PENGGANTI SEBAGAI PIDANA POKOK PADA TINDAK PIDANA KORUPSI YANG MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA

2024 · Thesis ·

Dalam pelaksanaan eksekusi pidana tambahan uang pengganti tindak pidana korupsi, Jaksa kerap menemui kendala minimya pengaturan mengenai pidana uang pengganti dan tidak terlacaknya harta benda terpidana, sehingga menghambat proses pengembalian kerugian keuangan negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris, dengan jenis dan sumber data dari data primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan lapangan, dianalisis secara kuantitatif, dengan teknik penarikan kesimpulan induktif. Eksekusi uang pengganti tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri kepada Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta melalui mekanisme pembayaran uang pengganti dengan menerbitkan Surat Tagihan; Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar; Tanda Terima Pembayaran; Surat Perintah Penyerahan; dan penyerahan uang pengganti kepada institusi yang dirugikan. Apabila terpidana tidak berterus terang atas harta bendanya, maka dilakukan pelacakan/pencarian, untuk kemudian dibekukan, disita/dirampas, dan dilelang. Kendala pelaksanaan ekseksusi uang pengganti dari faktor hukum yaitu ketiadaan pengaturan mendetail mengenai : diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar secara penuh; dan penetapan besaran pidana uang pengganti untuk kepentingan membuat tuntutan. Faktor sarana : ketiadaan peralatan untuk melacak harta benda terpidana; menurunnya kondisi fisik/nilai barang sitaan karena lamanya proses lelang dan kurangnya sarana serta anggaran perawatan. Faktor budaya : kurangnya kesadaran hukum terpidana dan keluarganya untuk berterus terang (menutup-nutupi) dan melaporkan harta bendanya. Faktor masyarakat : kurangnya kesadaran masyarakat bahwa upaya pengembalian hasil tindak pidana korupsi merupakan tanggungjawab aparat penegak hukum bersama masyarakat sehingga masyarakat harus ikut mengawasi harta pelaku korupsi sehingga terpidana tidak akan menggelapkan dan mengalihkan harta bendanya. Kebijakan hukum pidana di masa mendatang adalah pemerintah merevisi peraturan perundang-undangan atau membentuk peraturan pelaksana mengenai : kewenangan diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar penuh; pemberatan pidana penjara pokok dan subsider dalam tuntutan; dan pendataan/penyitaan harta benda tersangka dilakukan sejak penyidikan.

Pengamatan Organoleptik dan Mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang di daratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan

2023 · Book ·

Bandeng (Chanos chanos) salah satu komoditas yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan protein karena harganya relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia. Banyak faktor yang menentukan kecepatan penurunan kesegaran ikan, diantaranya suhu penyimpanan serta penanganan yang kasar dapat memperpendek daya awet dan menurunkan mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Organoleptik dan mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan. Parameter yang diamati uji Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode (pour plate), uji Escherichia coli dan organoleptik. Terlihat hasil uji (ALT) ikan bandeng (cahanos chanos) terdapat nilai (ALT) pada B1 sebanyak 1,104 Cfu/ml, B2 3,1.103 Cfu/ml, B3 2,8.104 Cfu/ml, B4 1,9.104 Cfu/ml dan B5 terdapat sebanyak 1,7.104 Cfu/ml. Setelah dilakukan pengujian E.coli kelima sampel tidak menunjukkan adanya cemaran Escherichia coli. Sedangkan untuk nilai rata-rata organolpetik mata 7,6, insang 7,9 lendir 7,8, daging 7,7, bau 7,5 dan tekstur 7,5. Berdasarkan dari ketiga pengujian yang sudah saya lakukan ikan bandeng yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Beringin II Kota Tarakan memenuhi standar ikan segar dan ikan layak untuk dikomsumsi.

Pengamatan Organoleptik dan Mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang di daratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan

2023 · Thesis ·

Bandeng (Chanos chanos) salah satu komoditas yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan protein karena harganya relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia. Banyak faktor yang menentukan kecepatan penurunan kesegaran ikan, diantaranya suhu penyimpanan serta penanganan yang kasar dapat memperpendek daya awet dan menurunkan mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Organoleptik dan mikrobiologi ikan bandeng (Chanos chanos) yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Selumit Pantai Beringin II Kota Tarakan. Parameter yang diamati uji Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode (pour plate), uji Escherichia coli dan organoleptik. Terlihat hasil uji (ALT) ikan bandeng (cahanos chanos) terdapat nilai (ALT) pada B1 sebanyak 1,104 Cfu/ml, B2 3,1.103 Cfu/ml, B3 2,8.104 Cfu/ml, B4 1,9.104 Cfu/ml dan B5 terdapat sebanyak 1,7.104 Cfu/ml. Setelah dilakukan pengujian E.coli kelima sampel tidak menunjukkan adanya cemaran Escherichia coli. Sedangkan untuk nilai rata-rata organolpetik mata 7,6, insang 7,9 lendir 7,8, daging 7,7, bau 7,5 dan tekstur 7,5. Berdasarkan dari ketiga pengujian yang sudah saya lakukan ikan bandeng yang didaratkan di tempat pelelangan ikan Beringin II Kota Tarakan memenuhi standar ikan segar dan ikan layak untuk dikomsumsi.