ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau. Persentase laju dekomposisi serasah daun kratom di Danau Manuk Bungkul adalah 56,5% - 67% dengan rata rata laju dekomposisi berkisar 0,21–0,31 gram/hari. Laju dekomposisi serasah daun kratom pada area tergenang lebih tinggi dibandingkan area tidak tergenang, laju dekomposisi serasah area tergenang berkisar 0,22 – 0,43 gram/hari sedangkan area tidak tergenang berkisar 0,17 – 0,21 gram/hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan membandingkan penurunan bobot sampah organik pada proses pengomposan menggunakan metode Berkeley dan Takakura serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu metode pengomposan, dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Bahan yang digunakan sampah organik berupa sisa sayuran, daun kering, dan serbuk gergaji dengan penambahan aktivator EM4. Penurunan bobot ditentukan berdasarkan perubahan bobot awal dan akhir bahan hingga berakhirnya proses dekomposisi. Parameter pendukung selama proses pengomposan meliputi suhu, pH, dan kelembapan, sedangkan hasil akhir dianalisis berdasarkan suhu, pH, kelembapan, C-organik, N-total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan bobot metode Berkeley sebesar 176,85 g/hari, lebih tinggi dibandingkan Takakura sebesar 146,30 g/hari. Namun uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan Sig 0,135 (Sig> 0,05). Karakteristik akhir kompos relatif sama. Berdasarkan SNI, nilai pH, kelembapan, dan N-total memenuhi persyaratan, sedangkan suhu, C-organik dan rasio C/N masih belum memenuhi persyaratan. Hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul ajar pada materi Ekologi dan Lingkungan. Abstract This study aimed to compare the reduction in organic waste weight during the composting process using the Berkeley and Takakura methods and to examine its potential as a biology learning resource. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) involving one factor, namely the composting method, with two treatments and three replications. The materials consisted of organic waste, including vegetable residues, dried leaves, and sawdust, with the addition of EM4 as an activator. Weight reduction was determined based on the difference between the initial and final weights of the materials at the end of the decomposition process. Supporting parameters monitored during the composting process included temperature, pH, and moisture content, while the final compost characteristics were analyzed based on temperature, pH, moisture content, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), and the C/N ratio. The results showed that the mean weight reduction using the Berkeley method was 176.85 g/day, which was higher than that obtained using the Takakura method (146.30 g/day). However, the One-Way ANOVA results indicated that this difference was not statistically significant, with a significance value of 0.135 (p > 0.05). The final characteristics of the compost produced by the two methods were relatively similar. Based on the Indonesian National Standard (SNI), the pH, moisture content, and total nitrogen values met the required standards, whereas temperature, organic carbon, and the C/N ratio did not yet meet the specified requirements. The findings of this study have potential applications as a biology learning resource in the form of a teaching module for topics related to Ecology and the Environment.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI PADA AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN Abstak Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan mansyarakat untuk budidaya rumput laut. Selain ideal untuk pertumbuhan rumput laut, kawasan ini secara ekologis memiliki peran sebagai habitat asuhan (Nursery ground) dan mencari makan (Feeding grounnd) untuk berbagai jenis ikan di area tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komposisi jenis ikan di area budidaya rumput laut dengan membanding hasil tangkapan pada pasang tinggi dan pasang rendaah, serta mengetahui bagaiaman peran pasang perairan terhadap kompisis ikan dengan melakukan uji Anovad dan kontribusi faktor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan lokasi penelitian di area budidaya rumput laut dan menggunakan alat tangkap jenis jaring insang (gillnet). Berdasarkan hasil tangkapan penelitian, diperoleh sebanyak 122 individu yang tergolong kedalam 13 spesies. Pada pasang tinggi diperoleh 9 jenis dengan total 93 individu (76,23%) dan pasang rendah 6 jenis dengan total 29 individu (23,77%). Komposis jenis ikan yang paling dominan pada pasang tinggi yaitu julung – julung (Hemirafus far) dengan 62 individu (68,48%) dan jenis ikan yang dominan saat pasang rendah yaitu Kipar (Scatophagus argus) degan 10 individu (37,04%). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan rata rata kelimpahan jenis ikan yang signifikan antara pasang yaitu F-hitung = 24,48 > F-crit =5,99 dan nilai P = 0,02 0,05 yang menegaskan bahwa adanya pengaruh nyata kondisi pasang perairan terhadap hasil tangkapan. Dengan perhitungan kontribusi faktor, kondisi pasang perairan memberikan pengaruh sebesar 80,31% terhadap keberadaan ikan. Dengan hasil tersebut dapat menegaskan adanya pengaruh pasang tinggi dan pasang rendah terhadap komposisi jenis ikan yang berasosiasi dengan rumput laut di perairan Pantai Amal Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON TERAP Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proses pembuatan komposit polyester berpenguat serat pohon terap (Artocarpus elasticus) dan menganalisis pengaruh variasi komposisi serat terhadap kekuatan tariknya. Serat ini dipilih karena melimpah di Kalimantan, ramah lingkungan, dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen menggunakan metode hand lay-up dengan standar ASTM D638. Variasi komposisi serat vs resin polyester yang diuji adalah 5%:95%, 7%:93%, dan 9%:91%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi serat pohon terap memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit yang dihasilkan. Pada variasi serat 5% diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 5 MPa dengan gaya maksimum 0,50 kN. Variasi serat 7% menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 5,33 MPa dengan gaya maksimum 0,51 kN. Sementara itu, variasi serat 9% menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 8 MPa dengan gaya maksimum 0,72 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pohon terap terbukti meningkatkan kekuatan tarik material. Variasi 9% serat merupakan komposisi optimum yang memberikan sifat mekanik terbaik, sehingga berpotensi besar sebagai material komposit alternatif yang ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aimed to enhance students' reading comprehension of narrative texts through the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model. This research used a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 32 students of class VIII-1 at SMP Negeri 7 Tarakan in the 2024/2025 academic year. The data were collected through reading comprehension tests and observation sheets of teacher and students' activities. The results showed an improvement in students' reading comprehension from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, only 37% of students achieved the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) score of 74, which increased to 62% in Cycle II. Student activity increased from 92% to 96%, and teacher performance improved from 91% to 96%. The increase in student activity reflected higher engagement in key CIRC activities, including reading, group discussion, and writing. Teacher performance also improved as the CIRC steps were implemented more effectively, supporting students' engagement in reading activities. Thus, the CIRC model is effective in enhancing students' reading comprehension of narrative texts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh perlakuan teknologi plasma dalam larutan NaCl terhadap kekuatan tarik serat sabut kelapa dalam material komposit berbasis resin epoxy. Serat sabut kelapa yang dipilih merupakan limbah organik yang diproses dengan perlakuan plasma menggunakan microwave plasma dalam larutan NaCl 10% sebagai medium elektrolit, dibandingkan dengan perlakuan plasma dalam aquades dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Setelah perlakuan, serat dicampur dengan resin epoxy dan katalis untuk membentuk spesimen komposit yang kemudian diuji tarik menggunakan Universal Testing Machine 600 kN. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa perlakuan plasma dalam larutan NaCl meningkatkan konsistensi dan stabilitas kekuatan tarik komposit, meskipun nilai rata-rata kekuatan tariknya (4,76 MPa) sedikit lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa perlakuan (5,21 MPa). Perlakuan plasma dalam larutan NaCl berhasil meningkatkan adhesi kimiawi dan mekanis antara serat dan matriks resin, yang dibuktikan oleh pola kegagalan serat yang patah bersama matriks dan bukan terlepas. Dengan demikian, teknologi plasma dalam larutan NaCl efektif dalam memperbaiki sifat mekanik serat sabut kelapa dan memiliki potensi aplikasi dalam pengembangan material komposit ramah lingkungan berbasis serat alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pohon terap merupakan tubuhan yang hidup di hutan Kalimantan utara. Serat pohon terap umumnya digunakan masyrakat adat Dayak untuk membuat baju adat dan dijadikan tali maka perlu dilakukan proses daur ulang. Upaya pemanfaatan serat pohon terap menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini komposit tersusun dari polyester sebagai matriks dan serat pohon terap sebagai filler. Komposisi filler yang digunakan mulai dari 30%, 40%, 50%. Komposit dibuat dengan cara hand lay-up. Komposit yang telah dibuat diuji mekanik yaitu uji kekerasan dan uji daya serap. Dari hasil uji penelitian diperoleh bahwa semakin besar variasi filler yang digunakan maka nilai kekuatan daya serap dan kekerasan akan menurun. Kekuatan uji daya serap tertinggi 0.0159% pada variasi 50%. Hasil data tertinggi uji kekerasan pada penelitian ini berada pada variasi 50% sebesar 68,5% shore D.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) siswa kelas VIII-I SMP Negeri 2 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa adalah tindakan kelas yang melibatkan satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran CIRC mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara pada siswa kelas VIII-I SMP Negeri 2 Tarakan. Hal ini terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Penelitian yang dilaksanakan pada siklus I diperoleh hasil belajar dari total 32 siswa hanya 11 siswa yang mendapatkan nilai tuntas dengan persentase (34%) dan 21 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM dengan persentase (66%). Hasil belajar pada siklus II menunjukkan peningkatan dimana total 32 siswa terdapat 29 yang tuntas dengan persentase (91%) dan terdapat 3 siswa yang tidak tuntas dengan persentase (9%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa penilaian mengalami peningkatan pada hasil belajar menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara menggunakan model CIRC pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami cara menulis puisi dengan baik secara kolaboratif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fosfor adalah salah satu senyawa bahan organik yang penting karena akan diabsorbsi oleh fitoplankton dan masuk ke rantai makanan. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah Fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan Fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berdasarkan hari berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan Fosfor pada serasah daun mangrove Avicennia alba yang tersekomposisi selama 56 hari hari berkisaran 0,26 % - 0,27 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alat tangkap pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik Desa Binalawan merupakan alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap tersebut dipergunakan oleh nelayan Sebatik dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan di perairan Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk pengenalan jenis ikan, menguraikan persentase komposisi jenis, menganalisis hubungan panjang dan berat serta kategori hasil tangkapan pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 18 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis ikan hasil tangkapan pukat hela di perairan Sebatik selama penelitian Perak, Bawal putih, Tenggiri Papan, Talang-Talang, Gulama, Senangin, Kuro, Selangat, Tidur, Pari Sempak, Pari Jantan, Merah, Arut, Putih Cermin, Bawal Hitam, Tembang, Puput Magatan, Peperek, Beliak Mata dan Ubur - Ubur. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ikan yang paling tertinggi yaitu perak (18,3%) dan nilai yang terendah yaitu Tembang (0,4%). Berdasarkan ekor nilai yang tertinggi yaitu Puput Magatan (25,2%) dan nilai yang terendah didapatkan sebesar (0,1%) pada Pari Jantan. Kategori hasil tangkapan berdasarkan satuan berat tertinggi pada Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) sebesar 50% dan berdasarkan satuan individu (ekor) pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) sebesar 63%. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat tangkap yang digunakan pada penelitian ini termasuk alat tangkap yang tidak selektif karena alat tangkap tersebut dapat menangkap segala jenis ikan dan ukuran sehingga dapat merusak lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan penggunaan plastik dalam kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu penyebab dari permasalahan lingkungan yang patut untuk di minimalisir. Hal ini menjadi penyumbang terbesar menumpuknya sampah plastik. Oleh karena itu memanfaatkan kembali limbah sampah plastik perlu dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisa hasil daur ulang sampah plastik menjadi komposit serta menganalisa pengaruh komposisi pet terhadap kekuatan impak komposit bermatrix epoxy Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimen, melakukan pembuatan spesimen menggunakan sampah botol plastik sebagai filler utama dalam pembuatan komposit. Berdasarkan analisa peneliti menemukan kesimpulan bahwa pada material komposit serat sampah botol plastik dengan paduan resin epoxy dimana menurunnya komposisi resin epoxy dan bertambahnya komposisi serat sampah botol plastik dapat menaikkan kekuatan mekanik komposit. Hal ini menunjukan bahwa serat sampah botol plastik menjadi filler utama dalam meningkatkan kekuatan mekanik. Kekuatan impact pada material komposit. komposit dengan komposisi (10%/90%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0053 〖j/mm〗^2. Kekuatan impact tertinggi berada pada komposit dengan komposisi (20%/80%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0099 〖j/mm〗^2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Serat kelapa adalah salah satu bahan alam yang serbaguna dengan berbagai aplikasi di berbagai industri. Serat kelapa digunakan dalam pembuatan tali, kain, dan produk tekstil lainnya. Serat ini sering digunakan dalam produksi karung, tikar, dan anyaman. Serat kelapa dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan beton dan bahan bangunan lainnya. Sabut kelapa dapat juga dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari dua unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dalam pembuatan komposit dengan memanfaatkan sabut kelapa sebagai filler, dan pengaruh sabut kelapa terhadap kekuatan impact dan kekerasan. Komposisi filler yaitu sekitar 10, 15, 20 (%) serat dari sabut kelapa dengan bermatriks resin sekitar 100%. Penambahan filler diiringi pengurangan matriks yang digunakan dari 100% epoxy. Spesimen dengan perlakuan NaOH dibuat dengan 9 spesimen dan tanpa perlakuan dibuat sebanyak 3 spesimen. Komposit dibuat dengan proses hand lay-up. Komposit yang telah dibuat kemudian dilakukan uji mekanik yaitu kekerasan dan impact. Hasil data tertinggi uji kekerasan dengan perlakuan NaOH pada variasi (15%/85%) sebesar 75 shore D. Kekerasan terendah pada variasi (10%/90%) sebesar 63 Shore D. Sedangkan tanpa perlakuan hasil penelitian data tertinggi menunjukkan pada variasi (10%/90%) sebesar 74 Shore D. Dan kekerasan terendah pada variasi (20%/80%) sebesar 63 Shore D. Kekuatan impact perlakuan NaOH tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.28 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.020 . Dan tanpa perlakuan tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.39 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.021 .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sampah plastik ini bisa didaur ulang biasanya banyak ditemukan pada kemasan makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan sebagai pemanfaatan limbah plastik PET (Polyethylene terephthalate) body botol plastik air mineral menjadi komposit untuk mengetahui pengaruh komposisi terhadap kekuatan mekanik. Komposisi filler yang digunakan yaitu sekitar 20, 25, 30 (%) serat dari PET body botol plastik dengan matriks sekitar 100 (%) resin epoxy. Penggunaan filler diiringi pengurangan matriks yang digunakan dari 100% epoxy. Spesimen H (20%) nilai kekerasan 60 shore D, pada proses pengujian impak energi serap sebesar 2,17 joule dan ketangguhan impak sebesar 0.013 J/mm2, pada spesimen I penambahan PET (25%) nilai kekerasan 72 shore D, energi serap sebesar 1,41 joule dan ketangguhan impak sebesar 0.008 J/mm2, spesimen J (30%) semakin banyak penggunaan serat PET energi serap sebesar 0.305 joule dan ketangguhan impak 0.001 J/mm2.