BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan serius yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dalam praktik penegakan hukum di Indonesia, penyalahguna narkotika masih sering diperlakukan sebagai pelaku tindak pidana yang dijatuhi pidana penjara, meskipun Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah menegaskan kewajiban rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rehabilitasi sebagai solusi alternatif dibandingkan pemidanaan penjara bagi penyalahguna narkotika serta untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Jenis penelitian yang dilakuka adalah Penelitian Empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan pemidanaan penjara karena berorientasi pada pemulihan ketergantungan narkotika, pemulihan kondisi fisik, mental, dan sosial penyalahguna, serta mencegah terjadinya kekambuhan. Rehabilitasi juga sejalan dengan konsep keadilan restoratif dan mampu mengurangi beban lembaga pemasyarakatan yang mengalami overkapasitas. Mekanisme rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika dilaksanakan melalui tahapan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan pascarehabilitasi yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional dan lembaga rehabilitasi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika merupakan kebutuhan mendesak dalam sistem hukum pidana di Indonesia dan harus dioptimalkan penerapannya agar tujuan pemidanaan yang berorientasi pada pemulihan dan perlindungan masyarakat dapat tercapai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan serius yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dalam praktik penegakan hukum di Indonesia, penyalahguna narkotika masih sering diperlakukan sebagai pelaku tindak pidana yang dijatuhi pidana penjara, meskipun Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah menegaskan kewajiban rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rehabilitasi sebagai solusi alternatif dibandingkan pemidanaan penjara bagi penyalahguna narkotika serta untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Jenis penelitian yang dilakuka adalah Penelitian Empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan pemidanaan penjara karena berorientasi pada pemulihan ketergantungan narkotika, pemulihan kondisi fisik, mental, dan sosial penyalahguna, serta mencegah terjadinya kekambuhan. Rehabilitasi juga sejalan dengan konsep keadilan restoratif dan mampu mengurangi beban lembaga pemasyarakatan yang mengalami overkapasitas. Mekanisme rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika dilaksanakan melalui tahapan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan pascarehabilitasi yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional dan lembaga rehabilitasi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika merupakan kebutuhan mendesak dalam sistem hukum pidana di Indonesia dan harus dioptimalkan penerapannya agar tujuan pemidanaan yang berorientasi pada pemulihan dan perlindungan masyarakat dapat tercapai
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
A
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Tindak pidana perdagangan orang adalah Tindakan ekspolitasi dengan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan serta memegang kendali orang lain secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan tentang perlindungan hukum pekerja migran indonesia korban tindak pidana perdagangan orang. Serta, untuk menganalisis dan menganalisis pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan pendekatan hukum normatif yang mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan pengaturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan bagi korban telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2017 dan UU No. 21 Tahun 2007, mencakup Restitusi, Rehabilitasi, Bantuan Hukum, dan Pemulangan. Analisis terhadap dua putusan pidana menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan aspek yuridis dan nonyuridis, termasuk niat pelaku dan kondisi korban. Penelitian ini menegaskan perlunya sistem hukum yang lebih responsif terhadap perlindungan korban TPPO.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tindak pidana perdagangan orang adalah Tindakan ekspolitasi dengan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan serta memegang kendali orang lain secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan tentang perlindungan hukum pekerja migran indonesia korban tindak pidana perdagangan orang. Serta, untuk menganalisis dan menganalisis pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan pendekatan hukum normatif yang mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan pengaturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan bagi korban telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2017 dan UU No. 21 Tahun 2007, mencakup Restitusi, Rehabilitasi, Bantuan Hukum, dan Pemulangan. Analisis terhadap dua putusan pidana menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan aspek yuridis dan nonyuridis, termasuk niat pelaku dan kondisi korban. Penelitian ini menegaskan perlunya sistem hukum yang lebih responsif terhadap perlindungan korban TPPO.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Lempar Sandal Terhadap Komunikasi Interpersonal siswa, bahwa komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, adapun indikator komunikasi interpersonal yaitu Keterbukaan, Empati, Perilaku Suportif, Perilaku Positif, Kesamaan. salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan Layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan lempar sandal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pendekatan pre eksperimen desain one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 58 siswa dan sampel 10 siswa kelas VIII SMPN 1 Malinau Utara. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan spps 26 for windows, menggunakan uji wilxocon asymp sig = ,005 α = 0,05 Maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh penerapan teknik permainan lempar sandal secara signifikan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal yang dialami siswa VIII SMP Negeri 1 Malinau Utara. Kata kunci : Permainan Lempar Sandal, Komunikasi Interpersonal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Lempar Sandal Terhadap Komunikasi Interpersonal siswa, bahwa komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, adapun indikator komunikasi interpersonal yaitu Keterbukaan, Empati, Perilaku Suportif, Perilaku Positif, Kesamaan. salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan Layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan lempar sandal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pendekatan pre eksperimen desain one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 58 siswa dan sampel 10 siswa kelas VIII SMPN 1 Malinau Utara. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan spps 26 for windows, menggunakan uji wilxocon asymp sig = ,005 α = 0,05 Maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh penerapan teknik permainan lempar sandal secara signifikan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal yang dialami siswa VIII SMP Negeri 1 Malinau Utara. Kata kunci : Permainan Lempar Sandal, Komunikasi Interpersonal
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
This research aimed to describe the form of language errors in the field of spelling and syntax in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan. The study was considered as decriptive-qualitative research with the data in the form of words, clauses and sentences in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan containing language errors in their writing compositions. The data were obtained from the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan in the academic year of 2020-2021. In this research, the data were analyzed using the basic Direct Element Sharing (DES) and further techniques, consisting of omission, substitution, and insertion techniques. The results showed that there were language errors in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan. The results show that there were 207 errors, consisting of 73 capital letter writing errors, 27 writing errors on ku-, kau-, -ku, -mu, 60 preposition writting erros, 25 puncuation errors, 5 symbol writing errors, 3 excessive element use errors, 5 excessive superlative use errors, 5 double pluralization errors, and 4 excessive conjunction use errors. The errors with the gratest frequency occurred in writing the capital letters (73 errors), meaning that the students’ ability to understand how to write capital letters was still poor. Meanwhile, the smallest errors occurred in the excessive element use (3 errors).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
This research aimed to describe the form of language errors in the field of spelling and syntax in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan. The study was considered as decriptive-qualitative research with the data in the form of words, clauses and sentences in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan containing language errors in their writing compositions. The data were obtained from the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan in the academic year of 2020-2021. In this research, the data were analyzed using the basic Direct Element Sharing (DES) and further techniques, consisting of omission, substitution, and insertion techniques. The results showed that there were language errors in the descriptive compositions written by the Grade VII.9 students of SMPN 1 Tarakan. The results show that there were 207 errors, consisting of 73 capital letter writing errors, 27 writing errors on ku-, kau-, -ku, -mu, 60 preposition writting erros, 25 puncuation errors, 5 symbol writing errors, 3 excessive element use errors, 5 excessive superlative use errors, 5 double pluralization errors, and 4 excessive conjunction use errors. The errors with the gratest frequency occurred in writing the capital letters (73 errors), meaning that the students’ ability to understand how to write capital letters was still poor. Meanwhile, the smallest errors occurred in the excessive element use (3 errors).