ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON TERAP Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proses pembuatan komposit polyester berpenguat serat pohon terap (Artocarpus elasticus) dan menganalisis pengaruh variasi komposisi serat terhadap kekuatan tariknya. Serat ini dipilih karena melimpah di Kalimantan, ramah lingkungan, dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen menggunakan metode hand lay-up dengan standar ASTM D638. Variasi komposisi serat vs resin polyester yang diuji adalah 5%:95%, 7%:93%, dan 9%:91%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi serat pohon terap memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit yang dihasilkan. Pada variasi serat 5% diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 5 MPa dengan gaya maksimum 0,50 kN. Variasi serat 7% menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 5,33 MPa dengan gaya maksimum 0,51 kN. Sementara itu, variasi serat 9% menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 8 MPa dengan gaya maksimum 0,72 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pohon terap terbukti meningkatkan kekuatan tarik material. Variasi 9% serat merupakan komposisi optimum yang memberikan sifat mekanik terbaik, sehingga berpotensi besar sebagai material komposit alternatif yang ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh perlakuan teknologi plasma dalam larutan NaCl terhadap kekuatan tarik serat sabut kelapa dalam material komposit berbasis resin epoxy. Serat sabut kelapa yang dipilih merupakan limbah organik yang diproses dengan perlakuan plasma menggunakan microwave plasma dalam larutan NaCl 10% sebagai medium elektrolit, dibandingkan dengan perlakuan plasma dalam aquades dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Setelah perlakuan, serat dicampur dengan resin epoxy dan katalis untuk membentuk spesimen komposit yang kemudian diuji tarik menggunakan Universal Testing Machine 600 kN. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa perlakuan plasma dalam larutan NaCl meningkatkan konsistensi dan stabilitas kekuatan tarik komposit, meskipun nilai rata-rata kekuatan tariknya (4,76 MPa) sedikit lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa perlakuan (5,21 MPa). Perlakuan plasma dalam larutan NaCl berhasil meningkatkan adhesi kimiawi dan mekanis antara serat dan matriks resin, yang dibuktikan oleh pola kegagalan serat yang patah bersama matriks dan bukan terlepas. Dengan demikian, teknologi plasma dalam larutan NaCl efektif dalam memperbaiki sifat mekanik serat sabut kelapa dan memiliki potensi aplikasi dalam pengembangan material komposit ramah lingkungan berbasis serat alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pohon terap merupakan tubuhan yang hidup di hutan Kalimantan utara. Serat pohon terap umumnya digunakan masyrakat adat Dayak untuk membuat baju adat dan dijadikan tali maka perlu dilakukan proses daur ulang. Upaya pemanfaatan serat pohon terap menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini komposit tersusun dari polyester sebagai matriks dan serat pohon terap sebagai filler. Komposisi filler yang digunakan mulai dari 30%, 40%, 50%. Komposit dibuat dengan cara hand lay-up. Komposit yang telah dibuat diuji mekanik yaitu uji kekerasan dan uji daya serap. Dari hasil uji penelitian diperoleh bahwa semakin besar variasi filler yang digunakan maka nilai kekuatan daya serap dan kekerasan akan menurun. Kekuatan uji daya serap tertinggi 0.0159% pada variasi 50%. Hasil data tertinggi uji kekerasan pada penelitian ini berada pada variasi 50% sebesar 68,5% shore D.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan penggunaan plastik dalam kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu penyebab dari permasalahan lingkungan yang patut untuk di minimalisir. Hal ini menjadi penyumbang terbesar menumpuknya sampah plastik. Oleh karena itu memanfaatkan kembali limbah sampah plastik perlu dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisa hasil daur ulang sampah plastik menjadi komposit serta menganalisa pengaruh komposisi pet terhadap kekuatan impak komposit bermatrix epoxy Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimen, melakukan pembuatan spesimen menggunakan sampah botol plastik sebagai filler utama dalam pembuatan komposit. Berdasarkan analisa peneliti menemukan kesimpulan bahwa pada material komposit serat sampah botol plastik dengan paduan resin epoxy dimana menurunnya komposisi resin epoxy dan bertambahnya komposisi serat sampah botol plastik dapat menaikkan kekuatan mekanik komposit. Hal ini menunjukan bahwa serat sampah botol plastik menjadi filler utama dalam meningkatkan kekuatan mekanik. Kekuatan impact pada material komposit. komposit dengan komposisi (10%/90%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0053 〖j/mm〗^2. Kekuatan impact tertinggi berada pada komposit dengan komposisi (20%/80%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0099 〖j/mm〗^2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Serat kelapa adalah salah satu bahan alam yang serbaguna dengan berbagai aplikasi di berbagai industri. Serat kelapa digunakan dalam pembuatan tali, kain, dan produk tekstil lainnya. Serat ini sering digunakan dalam produksi karung, tikar, dan anyaman. Serat kelapa dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan beton dan bahan bangunan lainnya. Sabut kelapa dapat juga dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari dua unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dalam pembuatan komposit dengan memanfaatkan sabut kelapa sebagai filler, dan pengaruh sabut kelapa terhadap kekuatan impact dan kekerasan. Komposisi filler yaitu sekitar 10, 15, 20 (%) serat dari sabut kelapa dengan bermatriks resin sekitar 100%. Penambahan filler diiringi pengurangan matriks yang digunakan dari 100% epoxy. Spesimen dengan perlakuan NaOH dibuat dengan 9 spesimen dan tanpa perlakuan dibuat sebanyak 3 spesimen. Komposit dibuat dengan proses hand lay-up. Komposit yang telah dibuat kemudian dilakukan uji mekanik yaitu kekerasan dan impact. Hasil data tertinggi uji kekerasan dengan perlakuan NaOH pada variasi (15%/85%) sebesar 75 shore D. Kekerasan terendah pada variasi (10%/90%) sebesar 63 Shore D. Sedangkan tanpa perlakuan hasil penelitian data tertinggi menunjukkan pada variasi (10%/90%) sebesar 74 Shore D. Dan kekerasan terendah pada variasi (20%/80%) sebesar 63 Shore D. Kekuatan impact perlakuan NaOH tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.28 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.020 . Dan tanpa perlakuan tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.39 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.021 .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sampah plastik ini bisa didaur ulang biasanya banyak ditemukan pada kemasan makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan sebagai pemanfaatan limbah plastik PET (Polyethylene terephthalate) body botol plastik air mineral menjadi komposit untuk mengetahui pengaruh komposisi terhadap kekuatan mekanik. Komposisi filler yang digunakan yaitu sekitar 20, 25, 30 (%) serat dari PET body botol plastik dengan matriks sekitar 100 (%) resin epoxy. Penggunaan filler diiringi pengurangan matriks yang digunakan dari 100% epoxy. Spesimen H (20%) nilai kekerasan 60 shore D, pada proses pengujian impak energi serap sebesar 2,17 joule dan ketangguhan impak sebesar 0.013 J/mm2, pada spesimen I penambahan PET (25%) nilai kekerasan 72 shore D, energi serap sebesar 1,41 joule dan ketangguhan impak sebesar 0.008 J/mm2, spesimen J (30%) semakin banyak penggunaan serat PET energi serap sebesar 0.305 joule dan ketangguhan impak 0.001 J/mm2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ferdy Ardiansyah, 2024. “Analisis Pengaruh Komposisi Polypropylene (Pp) Terhadap Kekuatan Impact dan Kekerasan Komposit Bermatriks Epoxy”. Pembimbing Utama Shinta Tri Kismanti, S.Pd., M.Si Pembimbing Anggota Marhadi Budi Waluyo, S.T., M.T. Pada penelitian ini penggunaan limbah Kemasan Mie Instan berbahan plastik Polypropylene (PP) sebagai penguat pada komposit. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan komposit dengan PP sebagai filler. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah serat sampah bungkus plastik mie instan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji Impact dan uji kekerasan. Berdasarkan analisa data hasil penelitian, menunjukan komposit memiliki nilai kekerasan tertinggi berada pada komposit variasi tanpa filler (100%/0%) dan variasi B (15%/10%) dengan nilai sebesar 80,5 Shore D dan 67 Shore D. Penambahan partikel cacahan sampah plastik dapat meningkatkan kekuatan impact pada material komposit, Kekuatan impact tertinggi berada pada komposit variasi B dengan komposisi 15%/85% memiliki kekuatan impact sebesar 0.099 J/mm². Fenomena pada material komposit sampah plastik bungkus mie instan dengan paduan resin epoxy dimana menurunnya komposisi resin epoxy dan bertambahnya komposisi serat bungkus mie instan dapat menaikkan kekuatan mekanik komposit. Hal ini menunjukan bahwa serat bungkus mie instan menjadi filler utama dalam meningkatkan kekuatan mekanik. Peningkatan kekuatan mekanik ini disebabkan oleh serat bungkus mie instan akan tetapi banyaknya filler yang digunakan maka antar muka antara filler dan matriks tidak saling menggikat ketika diuji mekanik serat tersebut akan terangkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Sampah plastik merupakan masalah bagi beberapa negara. Penyebab utamanya adalah plastik tidak dapat diurai. Botol sampah plastik umumnya terbuat dari PET/PP karena sifat tidak mudah terurai maka perlu dilakukan proses daur ulang. Upaya daur ulang sampah plastik telah dilakukan namun masih dalam jumlah yang rendah. Penumpukan sampah plastik yang masih terjadi pada botol sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini komposit tersusun dari epoxy sebagai matriks dan sampah botol plastik sebagi filler. Komposisi filler yang digunakan mulai dari 12,5%, 15%, 17,5%, 20%. Komposit dibuat dengan cara hand lay-up. Komposit yang telah dibuat diuji mekanik yaitu uji kekerasan dan impact. Dari hasil uji penelitian diperoleh bahwa semakain besar variasi filler yang digunakan maka nilai kekuatan impact dan kekerasan akan menurun. Kekuatan impact tertinggi sebesar 1,02 J/mm2 Joule pada variasi 12,5%. Hasil data tertinggi uji kekerasan pada penelitian ini berada pada variasi 20% sebesar 75,33 shore D.