ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN HIPOGLIKEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN DR. H JUSUF SK Menurut (Rudi,2013) Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kondisi seseorang mengalami penurunan pada kadar gula dalam darah dibawah normal. Dapat dikatakan jumlah gula dalam darah mengalami penurunan saat dilakukannya cek GDS dimana didapatkan jumlah dibawah 60 mg/dl atau dibawah 80 mg/dl dengan gejala klinis. Saat tubuh mengalami penurunan gula darah, tubuh akan merespon yang dimana ditandai dengan gejala klinis diantaranya klien akan merasakan pusing, tubuh lemas dan gemetaran, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang klien bisa sampai hilang kesadaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H JUSUF SK Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Evaluasi Keperawatan. Berdasarkan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan didapatkan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan risiko jatuh. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Masalah yang belum teratasi yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan bisnis atau usaha yang dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi disuatu derah. Hanya saja masih banyak UMKM yang belum mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan hal ini dikarenakan kurang dukungan dari sisi modal, bimbingan dan pelatihan, sehingga perlunya suatu lembaga pendukung yang mampu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usahan Salah satu lembaga yang bergerak dibidang pemodalan untuk pelaku usaha mikro adalah Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan (UlaMM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program kerja pada PT. PNM Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan unit layanan modal mikro kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan Skala Likert dengan lima alternatif jawaban antara lain : (Sangat Tidak Baik (STB): Skor 1), (Tidak Baik (TB) : Skor 2), (Cukup Baik (CB) : Skor 3), (Baik (B): Skor 4), (Sangat Baik (SB): Skor 5). untuk melihat kualitas pelayanan dari unit layanan modal mikro, mengunakan lima parameter yaitu : Tanggible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty. Yang memiliki 4 indikator setiap parameternya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, program kerja yang dilaksanakan PT. PNM Unit Layanan Mikro ini terdiri atas Pembiayaan, bimbingan dan pelatihan. Dari sisi Persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan PT. PNM unit layanan modal mikro Kota Tarakan berada pada kategori baik berdasarkan parameter Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty dengan persentasi 97 % masuk dalam kategori “Baik”.Saran yang dapat diberikan kepada Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) agar lebih mempertimbangkan palaku usaha pertanian budidaya untuk dijadikan nasaba. Unit layanan mdal mikro perlu membuka cabang dibeberapa daerah dan membuat layanan yang berbasis online agar masyarakat mampu mengakses informasi dengan mudah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Karungan Agrotourism has a tourism charm that is worth to visit. When the sunny weather, natural beauty will be clearly visible. Karungan Agrotourism is managed by the local government in collaboration with the surrounding community as managers in the field. The purpose of this study: 1) Were to determine the level of visitor satisfaction with the management of Karungan Agrotourism Area. 2) Find out what facilities can be improved, maintained and added by the manager in improving the service and development of Karungan Agrotourism. Sampling method in this study was Quota Sampling where the samples taken based on a predetermined amount with quota 70 people. Data collected in the form of primary data and secondary data. The analytical method in this study uses CSI (Customer satisfaction Index) and IPA (Importance Performance Analysis) analysis. Based on the value of visitor satisfaction index (CSI) Karungan Agrotourism by 63.48 percent, this shows that visitors are satisfied with the services provided by Karungan Agrotourism. Based on the IPA analysis, the facilities that need to be repaired are in the main priority quadrant which contains services in Karungan Agrotourism, toilet cleanliness, security in Karungan Agrotourism, cleanliness in Karungan Agrotourism, an information center and hospitality of employees / officers in Karungan Agrotourism. Facilities that must be maintained are the cleanliness of the resting place, the natural beauty of the Karungan Agrotourism, worship facilities, toilets and road conditions to Karungan Agrotourism. The facilities that can be added to the Karungan Agrotourism are fruit and vegetable picking rides, outboun rides, selfie spots, war games, airsoft gun, driving ATVs. Key word : Agrotourism, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis ABSTRACT Agrowisata Karungan memiliki pesona pariwisata yang layak untuk dikunjungi. Saat cuaca sedang cerah, keindahan alam akan tampak secara jelas di kawasan ini. Agrowisata Karungan dikelola oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar sebagai pengelola di lapangan. Tujuan Penelitian ini : 1) Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pengelolaan Kawasan Agrowisata Karungan. 2) Untuk mengetahui fasilitas apa saja yang dapat diperbaiki, dipertahankan dan di tambahkan oleh pengelola dalam meningkatkan pelayanan dan pengembangan Agrowisata Karungan. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Quota Sampling dimana sampel diambil berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 70 orang. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis CSI (Customer satisfaction Index) dan IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan nilai indeks kepuasan pengunjung (CSI) Agrowisata Karungan sebesar 63.48 persen, hal ini menunjukkan bahwa pengunjung puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Agrowisata Karungan. Berdasarkan analisis IPA, Fasilitas yang perlu diperbaiki berada dalam kuadran utama yang diprioritaskan yang berisi pelayanan di Agrowisata Karungan, kebersihan toilet, keamanan di Agrowisata Karungan, kebersihan di Agrowisata Karungan, adanya pusat informasi dan keramahan pegawai/petugas di Agrowisata Karungan. Fasilitas yang harus dipertahankan yaitu kebersihan tempat istirahat yang disediakan, keindahan alam di Agrowisata Karungan, sarana peribadatan, toilet dan kondisi jalan menuju Agrowisata Karungan. Adapun fasilitas yang dapat ditambahkan pada Agrowisata Karungan Ialah wahana petik buah dan sayur, wahana outboun, spot selfie, war game, airsoft gun, mengendarai ATV. Kata kunci : Agrowisata, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RISKY TRI UTOMO. 2020. Salah satu kendala yang sering di hadapi oleh para pengusaha peternakan ayam broiler di Kota Tarakan adalah susahnya mendapatkan faktor-faktor produksi untuk meningkatkan produksi yang ada. Salah satu usaha ternak ayam ras pedaging yang memiliki masalah tersebut adalah usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad. Usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad beroperasi secara mandiri. Sehingga bapak Arsyad belum mampu mengoptimalkan penggunaan faktor produksi dalam manajemen usahanya Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tau seberapa besar keuntungan yang diperoleh dan bagaimana penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal. Metode penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan adalah linier programing dengan metode simpleks. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah keuntungan aktual yang diterima oleh bapak Arsyad dalam satu periode sebesar Rp 23.025.111. Dari analisis aplikasi penunjang linier programing, kondisi optimal mengunakan 4 faktor produksi seperti Day Old Chick (DOC), Pakan, Obat – obatan, dan Tenaga Kerja dapat dicapai pada iterasi ke tiga. Produksi yang diperoleh pada keadan optimal sebesar 5000 kilogram. Hasil tersebut menunjukan bahwa pengguanan faktor – faktor produksi di dua lokasi kandang belum optimal. Untuk bapak arsyad disarankan agar dapat menjadikan hasil analisis ini dari penelitian ini sebagai acuan dalam produksi. Menururt peneliti biaya masih bisa dikurangi, karena faktor produksi seperti pakan dan obat – obatan masih berlebih. Untuk penelitian selanjutnya agar bisa menganalisis optimalisasi penjualan ayam ras pedaging untuk masing – masing kandang yang masih ada sehingga mengetahui berapa penjualan ayam ras pedaging dari tiap kandang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Keberadaan tanaman kratom di Danau Munuk Bungkul tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesuburan perairan melalui produksi serasah. Tujuan penilitian adalah untuk mengetahui produksi serasah tanaman kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul, Kecamatan Sembakung. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel serasah tanaman kratom dilakukan pada tiga titik stasiun. Pada masing-masing stasiun diletakkan sebanyak 6 jaring penampung pada area tergenang dan tidak tergenang dengan ukuran 2m x 2m. Produksi serasah pada tanaman kratom di kawasan Danau Manuk Bungkul yaitu sebesar 2,15 gram/m2/hari. Produksi serasah tertinggi terdapat pada area tidak tergenang yaitu sebesar 1,11 gram/m2/hari sedangkan pada area tergenang sebesar 1,04 gram/m2/hari. Komponen produksi serasah yang paling banyak berasal dari daun yaitu sebesar 1,91 gram/m2/hari sedangkan komponen terendah terdapat pada buah dan bunga sebesar 0,003 gram/m2/hari. Sumbangan serasah paling besar berasal dari stasiun 1 dikarenakan lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
ABSTRACT Abstract Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. "Analysis of Optimization of Cap Kenawai Eucalyptus Oil Agroindustry at UPT. KPH of Tarakan City ". Supervised by Elly Jumiati. Eucalyptus tree is one of the industrial plants that can be cultivated as agroforestry. Agroforestry was developed to provide benefits to improve community welfare. Main agroforesty is expected to help optimize the results of a form of land use in a sustainable manner to guarantee and improve food needs. Agroforestry is one of the effective means for equity and stages to overcome poverty in the forest village community, which can increase food income and production. In increasing the income and food production of forest village people must integrate agroforestry and agro-industry. So that this research is carried out with the aim of determining the optimal amount of production that can provide maximum benefit to the UPT. KPH Tarakan. The method of determining the sample is done by purposive sampling technique, which is the technique of determining the sample with certain considerations. With the method of data analysis and processing namely linear programming analysis used is a simplex method that will be processed using the POM For Windows 3 application with objective functions and constraint functions. By optimizing the factors of production that are used can increase the initial production profit of Rp. 1599,325 / l can increase by Rp 3238 / l or equal to an additional profit of Rp. 1639 / l. If the results of eucalyptus oil processing are reduced from 3 liters to 2.02 liters per production, a maximum profit of Rp. 3,238 / liter. ABSTRAK Abstrak Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. “Analisis Optimalisasi Agroindustri Minyak Kayu Putih Cap Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Elly Jumiati. Pohon kayu putih merupakan salah satu tumbuhan industri yang dapat diusahakan menjadi Agroforestry. Agroforestry dikembangkan untuk memberi manfaat untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Agroforesty utamanya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan. Agroforestry merupakan salah satu sarana yang efektif untuk pemerataan dan tahapan untuk mengatasi kemiskinan dilingkungan masyarakat desa hutan, yang bisa meningkatkan pendapatan dan produksi pangan. Dalam peningkatan pendapatan dan produksi pangan masyarakat desa hutan haruslah memadukan agroforestry dan agroindustri.Sehingga peneitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menentukan berapa jumlah produksi optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap UPT. KPH Tarakan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sengaja) yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Dengan metode analisis dan pengolahan data yaitu Analisis liniear programming yang digunakan merupakan metode simpleks yang akan diolah menggunakan aplikasi POM For Windows 3 dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor produksi yang digunakan dapat meningkatkan keuntungan produksi yang awalnya sebesar Rp. 1599,325 /l dapat meningkat sebesar Rp 3238 /l atau sama dengan penambahan keuntungan sebesar Rp. 1639 /l . Apabila dalam hasil pengolahan minyak kayu putih dikurangi dari 3 liter menjadi 2.02 liter per produksi maka akan didapatkan jumlah keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.238 /liter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PEMERASAN MELALUI VIDEO CALL SEX (VCS) MEDIA DIGITAL DI POLRES NUNUKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemerasan melalui Video Call Sex (VCS) media digital dalam tinjauan kriminologi serta menganalisis upaya penanggulangannya oleh Polres Nunukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kasat Reskrim Polres Nunukan, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pemerasan melalui VCS dilakukan dengan memanfaatkan rekaman atau konten intim korban sebagai alat ancaman untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana tersebut meliputi motif memperoleh keuntungan, hubungan pacaran atau mantan pasangan, kerentanan korban yang sebagian masih berstatus pelajar, stigma sosial, rasa malu dan takut korban untuk melapor, serta kemudahan media digital dalam merekam, menyimpan, dan menyebarkan konten intim. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan kondisi kerentanan korban dan perkembangan teknologi digital untuk melakukan pemerasan. Berdasarkan Teori Strain Robert K. Merton, tindakan pelaku merupakan bentuk innovation, yaitu upaya mencapai tujuan memperoleh keuntungan dengan menggunakan cara yang tidak sah atau melawan hukum. Upaya penanggulangan oleh Polres Nunukan dilakukan melalui upaya preventif, represif, dan non-penal. Upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi bahaya VCS dan edukasi keamanan digital, terutama kepada pelajar dan remaja. Upaya represif dilakukan melalui penerimaan laporan, penyelidikan, penyitaan bukti elektronik, pemeriksaan saksi, dan forensik digital. Sementara itu, upaya non-penal dilakukan melalui edukasi kepada keluarga, sekolah, dan masyarakat serta pemberian perlindungan kepada korban agar berani melaporkan tindak pidana yang dialaminya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI PADA AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN Abstak Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan mansyarakat untuk budidaya rumput laut. Selain ideal untuk pertumbuhan rumput laut, kawasan ini secara ekologis memiliki peran sebagai habitat asuhan (Nursery ground) dan mencari makan (Feeding grounnd) untuk berbagai jenis ikan di area tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komposisi jenis ikan di area budidaya rumput laut dengan membanding hasil tangkapan pada pasang tinggi dan pasang rendaah, serta mengetahui bagaiaman peran pasang perairan terhadap kompisis ikan dengan melakukan uji Anovad dan kontribusi faktor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan lokasi penelitian di area budidaya rumput laut dan menggunakan alat tangkap jenis jaring insang (gillnet). Berdasarkan hasil tangkapan penelitian, diperoleh sebanyak 122 individu yang tergolong kedalam 13 spesies. Pada pasang tinggi diperoleh 9 jenis dengan total 93 individu (76,23%) dan pasang rendah 6 jenis dengan total 29 individu (23,77%). Komposis jenis ikan yang paling dominan pada pasang tinggi yaitu julung – julung (Hemirafus far) dengan 62 individu (68,48%) dan jenis ikan yang dominan saat pasang rendah yaitu Kipar (Scatophagus argus) degan 10 individu (37,04%). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan rata rata kelimpahan jenis ikan yang signifikan antara pasang yaitu F-hitung = 24,48 > F-crit =5,99 dan nilai P = 0,02 0,05 yang menegaskan bahwa adanya pengaruh nyata kondisi pasang perairan terhadap hasil tangkapan. Dengan perhitungan kontribusi faktor, kondisi pasang perairan memberikan pengaruh sebesar 80,31% terhadap keberadaan ikan. Dengan hasil tersebut dapat menegaskan adanya pengaruh pasang tinggi dan pasang rendah terhadap komposisi jenis ikan yang berasosiasi dengan rumput laut di perairan Pantai Amal Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fluktuasi harga semangka menjadi permasalahan yang berdampak terhadap pendapatan dan keberlanjutan usahatani. Petani semangka di Kelurahan Juata Permai masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panennya, terutama karena terbatasnya saluran pemasaran serta adanya ketergantungan terhadap pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga serta merumuskan alternatif strategi pemasaran berdasarkan kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Juni–Agustus 2026. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang petani semangka yang ditentukan menggunakan metode sensus atau total sampling. Selain itu, informan kunci terdiri atas ketua kelompok tani, pedagang pengumpul, dan konsumen yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi SO, WO, ST, dan WT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi kekuatan berupa perputaran modal cepat, kualitas semangka baik, perawatan rutin, hubungan baik dengan pembeli, dan kekompakan antar petani, sedangkan kelemahan berupa ketergantungan pada harga pasar, keterbatasan pemasaran dan akses pasar alternatif, sifat semangka yang harus segera dijual, dan biaya produksi relatif tinggi. Faktor eksternal mencakup peluang berupa tingginya permintaan, peningkatan permintaan pada hari besar, media sosial, penjualan langsung, dan kerja sama antarpetani, serta ancaman berupa semangka dari luar daerah, panen bersamaan, perubahan cuaca, hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. Hasil analisis SWOT menunjukkan koordinat (0,30; -0,34) yang menempatkan petani pada Kuadran II (ST). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas semangka, pengaturan waktu tanam, penguatan kerja sama, dan perluasan jaringan pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas ekspor penting Indonesia, termasuk di Kota Tarakan yang mampu mengekspor hingga 13 ribu ton udang windu setiap tahun keberbagai negara sehingga kualitas dan keamanan produk menjadi aspek yang sangat diperhatikan dalam rantai pasok ekspor. Kitosan berpotensi menjadi solusi alternatif yang aman, efektif, ramah lingkungan, dan mendukung praktik budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi senyawa kimia kitosan yang berasal dari kerang kapah sebagai potensi antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus patogen udang windu, kitosan yang diperoleh merupakan senyawa hasil deasetilasi kitin yang berasal dari limbah cangkang kerang kapah. Pengujian derajat deasetilasi dilakukan menggunakan metode garis dasar Spektroskopi FTIR, kemudian dilanjutkan analisa difusi daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetil kapah FTIR 3415 cm-1, kitin 3410 cm-1dan kitosan 3408 cm-1. Pengujian daya hambat menunjukkan rata-rata amoxilin 1% 1,00 mm, asam asetat 1% 1,67 mm, kemudian senyawa kitosan 0,5% 2,00 mm, 1% 1,67 mm, 1,5% 2,00 mm dan 2% 2,67 mm. Pengujian lanjutan perlakuan secara statistik terhadap potensi senyawa kitosan pada taraf kepercayaan 95% menunjukkan tidak terdapat perbedaan daya hambat antibakteri terhadap Vibrio parahaemolitycus, namun perlakuan 1,5% cukup menghambat dibanding perlakuan amoxilin 1%. Secara umum senyawa kitosan dari kerang kappah memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolitycus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DETERMINAN KEPUASAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA, KOTA TARAKAN Dini Aminarti Asih Kusuma Wijayanti, S.E., M.Sc Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana kualitas pelayanan dan produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan produk dan layanan yang berkualitas sebagai upaya meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan penyedia air bersih. Terpenuhinya ekspektasi pengguna merupakan konfirmasi nyata atas keberhasilan PDAM dalam mengimplementasikan standardisasi pelayanan. Melalui pendekatan kuantitatif data dikumpulkan secara langsung dari para pelanggan PDAM menggunakan instrumen kuesioner. Sebanyak 351 responden dipilih sebagai sampel dalam kajian ini. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Temuan studi mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh mutu produk. Hal yang sama juga ditemukan pada variabel kualitas pelayanan, yang menunjukkan kontribusi searah dan bermakna terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, kedua variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas produk dan kualitas pelayanan berperan penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, PDAM diharapkan terus melakukan perbaikan terhadap mutu produk serta kualitas pelayanan agar tingkat kepuasan pelanggan dapat dipertahankan dan semakin meningkat pada masa mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 yang di tinjau dari karakteristik serta dinamika internal konsep rumah tangga, sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif deskripif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pihak penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta para pihak yang terlibat dalam lingkup domestik, didukung oleh data sekunder berupa regulasi hukum dan dokumen pelaporan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik perkara KDRT yang dilaporkan sepanjang pertengahan tahun 2024 hingga akhir 2025 didominasi oleh jenis kekerasan fisik ringan di dalam hubungan perkawinan 8 laporan polisi. Penerapan keadilan restoratif dinilai efektif dalam menekan angka perkara yang naik ke jalur litigasi, dimana sebanyak 7 kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme damai formal demi mempertahankan keutuhan konsep rumah tangga. Namun, pelacakan jangka panjang menunjukkan kegagalan sistemik pada fungsi mitigasi pasca-damai dengan tingkat pengulangan kekerasan (Residivisme) di dalam rumah tangga mencapai 26 kasus. Kendala utama yang dihadapi meliputi hambatan struktural kedaruratan mediasi, ketimpangan relasi kuasa akibat ketergantungan ekonomi dan psikis korban di dalam ruang domestik, serta tekanan kultural patriarki yang melekat pada konsep rumah tangga tradisional. Tidak adanya regulasi hukum positif yang mewajibkan pengawasan klinis berkala maupun rehabilitasi psikologis (pengelolaan rasa marah) bagi pelaku menyebabkan pemulihan kondisi psikis keluarga tidak berjalan optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Pelian (Tor tambroides) merupakan salah satu ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang hidup pada perairan sungai berarus deras dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan lingkungan. Informasi mengenai aspek reproduksi ikan pelian diperlukan sebagai dasar pemgelolaan dan koservasi sumber daya ikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan pelian yang meliputi Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) di Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari – Maret 2026 mengunakan metode deskriftif kuantitatif. Sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jala. Sebanyak 62 ekor ikan pelian berhasil dikumpulkan yang terdiri atas 38 ekor jantan dan 24 ekor betina. Pengamatan dilakukan melalui identifikasi Jenis Kelamin, pengamatan Tingkat Kematangan Gonad serta perhitungan Indeks Kematangan Gonad. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nisbah Kelamin ikan Pelian tidak seimbang dengan perbandingan jantan dan betina sebesar 1,0: 0,63, dimana ikan jantan lebih dominan dibandingkan ikan betina. Tingkat Kematangan Gonad ikan jantan ditemukan pada TKG I dan II, sedangkan ikan betina ditemukan pada TKG I, II, III, dan IV. Nilai IKG ikan jantan berkisar antara 0,01 – 0,52%, sedangkan ikan betina berkisar antara 0,17 – 7,10%. Nilai IKG tertinggi ditemukan pada ikan betina TKG IV sebesar 5,73 – 7,10%, yang dimana menunjukan gonad telah matang dan siap memijah. Keberadaan ikan betina pada TKG IV mengindikasikan bahwa Sungai Mentarang Hulu diduga menjadi salah satu lokasi pemijahan ikan pelian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam upaya pengelolaan dan konsrvasi ikan pelian secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Subjek pada penelitian ini ialah 2 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dalam penelitian deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan membuang sampah pada tempatnya menjaga kebersihan diri serta mengikuti kegiatan olahraga secara rutin. Faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) meliputi peran guru fasilitas sekolah yang memadai serta dukungan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan secara umum sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI SIKAP PEDULI KEBERSIHAN KELAS PADA SISWA KELAS IV SDN 016 BINALATUNG KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap peduli kebersihan kelas pada siswa kelas IV SDN 016 Binalatung Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi 3 siswa kelas IV dan guru wali kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap peduli kebersihan kelas pada siswa kelas IV SDN 016 Binalatung Kota Tarakan telah terlaksana dengan cukup baik. Sikap peduli kebersihan kelas yang ditunjukkan siswa dapat dilihat pada indikator menjaga ruangan kelas dan sekolah tetap nyaman dan menyenangkan, yaitu melaksakan piket kelas sesuai jadwal, membuang sampah pada tempatnya, tidak menempelkan sticker sembarangan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan kelas. Secara umum siswa telah mampu menjaga kebersihan kelas dengan baik. Perilaku tersebut me nunjukkan adanya kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan sekolah khususnya ruangan kelas melalui pengunaan energi secara bijaksana. Siswa juga telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan mendaur ulang barang bekas menjadi berbagai kerajinan, seperti kerajinan dari karton telur, botol bekas, sedotan bekas, kardus bekas, serta pembuatan tempat sampah dari galon atau ember bekas. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memahami pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas untuk mengurangi limbah dan menjaga kebersihan. Kata kunci : Deskripsi, Sikap Peduli Kebersihan Kelas, Siswa Kelas IV
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik di tingkat global maupun nasional, karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta risiko komplikasi pada janin. Faktor risiko anemia pada WUS sangat beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, hingga status gizi yang buruk. Salah satu indikator status gizi yang dapat dikaitkan dengan risiko anemia adalah LILA dan IMT. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antropometri ibu hamil (LILA dan IMT) dengan kejadian anemia di Rumah Sakit Pratama Krayan. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik pendekatan retrospektif. Teknik Sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan total jumlah responden 89 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak mengalami KEK sebanyak 87 orang (97,8%) Sebagian besar responden tidak normal 71 orang (79,8%), dan Sebagian besar responden mengalami anemia yaitu sebanyak 75 orang (84,3%). Hasil uji menggunakan chi-square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia dengan p-value (1,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia dengan nilai p-value (0,470). Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil berdasarkan LILA maupun IMT tidak berhubungan dengan kejadian anemia sehingga status gizi yang diukur melalui indikator antropometri tersebut belum dapat dijadikan indikator tunggal dalam menentukan risiko anemia pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.