Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: MIRA ASTUTI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI SMK NEGERI 1 TANJUNG SELOR

2024•Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan kondisi status kurang gizi yang menjadi permasalahan kekurangan gizi dalam waktu lama terutama 1000 hari pertama kehidupan dapat menimbulkan kegagalan pertumbuhan. Adapun di Provinsi Kalimantan Utara, prevalensi balita stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8%. khususnya kabupaten Bulungan pada tahun 2020 sebanyak 19,28% dan tahun 2022 18,9%. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, Melalui pendidikan kesehatan remaja akan mampu membentuk pemahaman yang baik terkait perilaku sadar gizi untuk pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/I SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang berjumlah 31 Orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan intevensi yang telah diberikan sebelum dan sesudah didapatkan hasil rara-rata pengetahuan sebelum 60,97 dan sesudah 83,23 sedangkan rata-rata skor sikap sebelum 31,19 dan sesudah 39,03. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan media cetak booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif intervensi kesehatan untuk promotor kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting sehingga dapat menekankan kejadian stunting.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI SMK NEGERI 1 TANJUNG SELOR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting merupakan kondisi status kurang gizi yang menjadi permasalahan kekurangan gizi dalam waktu lama terutama 1000 hari pertama kehidupan dapat menimbulkan kegagalan pertumbuhan. Adapun di Provinsi Kalimantan Utara, prevalensi balita stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8%. khususnya kabupaten Bulungan pada tahun 2020 sebanyak 19,28% dan tahun 2022 18,9%. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, Melalui pendidikan kesehatan remaja akan mampu membentuk pemahaman yang baik terkait perilaku sadar gizi untuk pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/I SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang berjumlah 31 Orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan intevensi yang telah diberikan sebelum dan sesudah didapatkan hasil rara-rata pengetahuan sebelum 60,97 dan sesudah 83,23 sedangkan rata-rata skor sikap sebelum 31,19 dan sesudah 39,03. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan media cetak booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif intervensi kesehatan untuk promotor kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting sehingga dapat menekankan kejadian stunting.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M DENGAN DIAGNOSA MEDIS PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan pajanan bahan kimia. Bakteri yang biasa menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae, sedangkan virus yang menyebabkan pneumonia adalah virus Sitomegali, Influenza Virus, serta Respratory Syncytial Virus (RSV). Gejala penyakit pneumonia yaitu menggigil, demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas (Maryunani, 2010). Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2013 masih tinggi mencapai 6,3 juta jiwa. Kematian balita tertinggi terjadi di negara berkembang sebanyak 92% (29.000 balita/hari), terlihat dari rendahnya pelaporan kasus pneumonia di daerah baik dari puskesmas maupun rumah sakit Word Health Organization (WHO, 2014). Kematian balita sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular seperti pneumonia (15%), diare (9%), dan malaria (7%) (WHO, 2014). Indonesia menduduki peringkat ke 6 dalam kasus pneumonia yaitu sebanyak 19.000 kasus. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi keperawatan, kepustakaan dan subjek adalah ibu klien. Hasil yang didapatkan pada An.M diagnosis keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas, ketidakefektifan pola napas, resiko defisit nutrisi dan defisit pengetahuan. Sikap kooperatif pasien dan orangtua yang terbuka serta berkerjasama dengan perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail