Abstrak
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan pajanan bahan kimia. Bakteri yang biasa menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae, sedangkan virus yang menyebabkan pneumonia adalah virus Sitomegali, Influenza Virus, serta Respratory Syncytial Virus (RSV). Gejala penyakit pneumonia yaitu menggigil, demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas (Maryunani, 2010). Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2013 masih tinggi mencapai 6,3 juta jiwa. Kematian balita tertinggi terjadi di negara berkembang sebanyak 92% (29.000 balita/hari), terlihat dari rendahnya pelaporan kasus pneumonia di daerah baik dari puskesmas maupun rumah sakit Word Health Organization (WHO, 2014). Kematian balita sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular seperti pneumonia (15%), diare (9%), dan malaria (7%) (WHO, 2014). Indonesia menduduki peringkat ke 6 dalam kasus pneumonia yaitu sebanyak 19.000 kasus. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi keperawatan, kepustakaan dan subjek adalah ibu klien. Hasil yang didapatkan pada An.M diagnosis keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas, ketidakefektifan pola napas, resiko defisit nutrisi dan defisit pengetahuan. Sikap kooperatif pasien dan orangtua yang terbuka serta berkerjasama dengan perawat.