Abstrak
Stunting merupakan kondisi status kurang gizi yang menjadi permasalahan kekurangan gizi dalam waktu lama terutama 1000 hari pertama kehidupan dapat menimbulkan kegagalan pertumbuhan. Adapun di Provinsi Kalimantan Utara, prevalensi balita stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8%. khususnya kabupaten Bulungan pada tahun 2020 sebanyak 19,28% dan tahun 2022 18,9%. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, Melalui pendidikan kesehatan remaja akan mampu membentuk pemahaman yang baik terkait perilaku sadar gizi untuk pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/I SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang berjumlah 31 Orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan intevensi yang telah diberikan sebelum dan sesudah didapatkan hasil rara-rata pengetahuan sebelum 60,97 dan sesudah 83,23 sedangkan rata-rata skor sikap sebelum 31,19 dan sesudah 39,03. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan media cetak booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif intervensi kesehatan untuk promotor kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting sehingga dapat menekankan kejadian stunting.