PENGARUH DIMENSI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh dimensi indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten kota Provinsi Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 11 tahun dimulai dari tahun 2012-2022. Metode alat analisis yang digunakan adalah analisis Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) versi 25.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis secara parsial (Uji t) menunjukan bahwa dimensi indeks Pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, dan Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis secara simultan (Uji F) menunjukan bahwa dimensi indeks pembangunan manusia per kabupaten kota dan Provinsi tidak berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Hasil analisis nilai koefisien determinasi (R2) memberikan bahwa dimensi indeks pembangunan manusia diKabupaten Malinau dengan total persentase sebesar 0.343 yang menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel X1, X2, X3 terhadap variabel Y sebesar 34,3 persen. Artinya dimensi kesehatan, dimensi pendidikan, dimensi daya beli memiliki pengaruh sebesar 34,3 persen terhadap naik turunya pertumbuhan ekonomi. sedangkan sisanya 65.7 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model. Begipula dengan kabupaten bulungan yang nilai determinasi sebesar 53.2 persen artinya ketiga dimensi memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 53.2 persen. Kabupaten Tana Tidung memiliki pengaruh sebesar 21.6 persen yang artinya ketiga dimensi memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 21.6 persen. Kabupaten Nunukan dengan total persentase sebesar 59.2 persen yang menandakan bahwa hanya sekitar 59.2 persen saya pengaruh ketiga dimensi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kota Tarakan sendiri dengan persentase sebesar 46.3 persen yang menandakan bahwa hanya ada sekitar 46.3 persen saja yang memiliki pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Dan yang terakhir Provinsi Kalimantan Utara dengan hasil persentase sebesar 28.4 persen yang menandakan hanya ada sekitar 28.4 persen saja proporsi pengaruh ketiga dimensi terhadap pertumbuhan ekonomi.