ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil observasi disalah satu SMP kota Tarakan, pembelajaran IPA khususnya pada materi sistem reproduksi manusia, media yang digunakan masih bersifat konvensional non-interaktif yang kurang mampu menstimulus keterlibatan dan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang dibatasi hanya sampai pada tahap kelima yaitu uji terbatas. Validator penilaian pada penelitian dan pengembangan ini terdiri dari validator media, validator materi dan validator bahasa. Hasil penilaian media dinyatakan sangat valid digunakan dan menarik, karena telah memenuhi aspek tampilan, navigasi, keterbacaan, penggunaan unsur multimedia, dan kemudahan pengoperasian. Penilaian materi pada multimedia interaktif dinyatakan sangat valid digunakan, karena telah memenuhi aspek kelengkapan materi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar, pemahaman materi, serta kesesuaian soal evaluasi. Hasil penilaian bahasa pada multimedia interaktif dinyatakan sangat valid digunakan karena telah memenuhi aspek kebahasaan. Selanjutnya, hasil respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia, memperoleh respon yang sangat positif. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka multimedia interaktif berbasis project based learning pada materi sistem reproduksi manusia sangat valid dan sangat positif untuk digunakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu sungai Glyphis fowlerae merupakan spesies hiu yang sangat langka dan memiliki nilai konservasi tinggi. Informasi mengenai aspek reproduksi spesies ini di Indonesia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mendukung upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek reproduksi Glyphis fowlerae yang meliputi Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan nisbah kelamin di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga April 2026 menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 40 ekor hiu yang merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan rawai dijadikan sampel penelitian. Parameter yang diamati meliputi panjang total, berat tubuh, berat gonad, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15 ekor hiu yang gonadnya dapat diamati secara makroskopis, terdiri atas 12 ekor jantan dan 3 ekor betina, sedangkan 25 ekor lainnya tidak ditemukan gonad. Seluruh sampel yang memiliki gonad berada pada Tingkat Kematangan Gonad I (immature). Nilai Indeks Kematangan Gonad jantan sebesar 0,68 ± 0,35%, sedangkan betina sebesar 0,82 ± 0,26%, yang menunjukkan bahwa gonad masih dalam tahap perkembangan awal dan belum memasuki fase reproduksi aktif. Nisbah kelamin keseluruhan adalah 1:1, yaitu masing-masing 20 ekor jantan dan 20 ekor betina. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hiu sungai yang tertangkap di Perairan Sungai Sesayap didominasi oleh individu juvenil, sehingga penelitian ini menjadi informasi dasar mengenai aspek reproduksi Glyphis fowlerae di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aspek reproduksi ikan merupakan salah satu informasi penting yang perlu dikaji sebagai dasar pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan baung (Hemibagrus sp.) meliputi nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Fekunditas dari hasil tangkapan nelayan yang ada di sungai Malinau, Kabupaten Malinau. Pengumpulan sampel dilakukan selama 3 bulan dari Februari hingga April 2026 yang berlokasi di anak sungai Malinau yang meliputi sungai Semendurut, sungai Sembuak, dan sungai Bengalun. Sampel yang dikumpulkan berjumlah 30 ekor ikan baung, terdiri atas 12 ekor jantan dan 18 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan baung bervariasi setiap bulan berkisar 1,0 : 1,0 - 1,0 : 2,3 dengan jumlah ikan betina lebih dominan dibandingkan ikan jantan. TKG didominasi oleh TKG III dan IV. Nilai IKG ikan jantan berkisar 0,05 - 0,34% sedangkan pada ikan betina berkisar 0,10 - 3,10%. Fekunditas ikan baung betina berkisar 5.642 - 9.345 butir dengan pola reproduksi diduga menunjukkan indikasi awal pemijahan secara bertahap (partial spawning). Pengelolaan ikan baung yang direkomendasikan meliputi pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang bersifat destruktif dan perlindungan atau larangan pada bagian-bagian sungai yang berfungsi sebagai habitat penting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Pelian (Tor tambroides) merupakan salah satu ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang hidup pada perairan sungai berarus deras dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan lingkungan. Informasi mengenai aspek reproduksi ikan pelian diperlukan sebagai dasar pemgelolaan dan koservasi sumber daya ikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan pelian yang meliputi Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) di Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari – Maret 2026 mengunakan metode deskriftif kuantitatif. Sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jala. Sebanyak 62 ekor ikan pelian berhasil dikumpulkan yang terdiri atas 38 ekor jantan dan 24 ekor betina. Pengamatan dilakukan melalui identifikasi Jenis Kelamin, pengamatan Tingkat Kematangan Gonad serta perhitungan Indeks Kematangan Gonad. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nisbah Kelamin ikan Pelian tidak seimbang dengan perbandingan jantan dan betina sebesar 1,0: 0,63, dimana ikan jantan lebih dominan dibandingkan ikan betina. Tingkat Kematangan Gonad ikan jantan ditemukan pada TKG I dan II, sedangkan ikan betina ditemukan pada TKG I, II, III, dan IV. Nilai IKG ikan jantan berkisar antara 0,01 – 0,52%, sedangkan ikan betina berkisar antara 0,17 – 7,10%. Nilai IKG tertinggi ditemukan pada ikan betina TKG IV sebesar 5,73 – 7,10%, yang dimana menunjukan gonad telah matang dan siap memijah. Keberadaan ikan betina pada TKG IV mengindikasikan bahwa Sungai Mentarang Hulu diduga menjadi salah satu lokasi pemijahan ikan pelian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam upaya pengelolaan dan konsrvasi ikan pelian secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nurhayana, 2026. Survey Perilaku Seksual Remaja Di Selumit Pantai. Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja di Selumit Pantai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku seksual remaja yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pergaulan bebas,lingkungan sosial, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pendidikan kesehatan reproduksi. Perilaku seksual remaja dapat berdampak negative terhadap kondisi psikologis, sosial, dan Kesehatan reproduksi remaja. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja di wilayah Selumit Pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian berjumlah 90 remaja di RT 09, RT 18, dan RT 27 kelurahan Selumit Pantai. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket perilaku seksual berdasarkan indikator kissing, necking, petting, dan sexual intercourse. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja berada pada kategori perilaku seksual cukup sebanyak 49 responden (54,4%), kategori baik sebanyak 24 responden (26,7%), dan katogeri buruk sebanyak 17 responden (18,9%). Remaja cenderung menunjukkan perilaku seksual ringan seperti berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman. Faktor yang mempengaruhi meliputi lingkungan pergaulan, media sosial, teman sebaya, kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua, sekolah, dan Masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keputihan (Flour Albus) merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga pencegahan keputihan perlu dilakukan sejak dini. Pendidikan kesehatan reproduksi yang baik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong perilaku pencegahan yang efektif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (Flour Albus) di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX di SMP Negeri 1 Tarakan dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, dan pencegahan keputihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,9%), sikap positif (98,7%), dan pencegahan keputihan baik (70,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (p = 0,003), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pada pencegahan keputihan (p = 0,116). Pengetahuan berperan penting dalam pembentukan perilaku pencegahan keputihan, sedangkan sikap positif belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan nyata. Diperlukan edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku pencegahan keputihan yang baik pada remaja perempuan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Keputihan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Udang Galah (M. rosenbergii), adalah salah satu jenis komoditi ungulan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di Kabupaten Malinau. Saat ini kegiatan penangkapan udang galah baik indukan maupun udang kecil dilakukan secara secara berlebihan yang akan menyebabkan penurunan populasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek reproduksi induk betina udang galah di Kabupaten Malinau melalui hasil tangkapan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diambil mencakup 30 trip hasil tangkapan dari nelayan yang berjumlah 6 orang di Kabupaten Malinau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk betina udang galah matang gonad yang didapat selama penelitian adalah sebagai berikut: TKG I sejumlah 55 ekor, TKG II 67 ekor, TKG III 76 ekor dan TKG IV sejumlah 65 ekor. Nisbah kelamin yang didapatkan udang galah jantan sebanyak 31% atau 163 ekor dan udang galah betina sebanyak 69% atau 363 ekor. Berdasarkan perhitungan nisbah kelamin, didapatkan perbandingan antara udang Galah jantan dan betina sebesar 1:2. Hasil pengukuran panjang dan bobot udang galah antara lain sebagai berikut: pada stasiun 1 panjang udang sekitar 16,5 cm dan bobot 48,3 g; pada stasiun 2 panjang udang sekitar 19,6 cm dan bobot 60,3 g; dan pada stasiun 3 panjang udang sekitar 20,1cm dan bobot 63,6 g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang tertangkap di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Studi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data biologis yang dapat mendukung pengelolaan sumberdaya hiu secara berkelanjutan, mengingat spesies ini termasuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. Sampel hiu martil (Sphyrna lewini) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan selama periode penelitian dan dianalisis di laboratorium unttuk mengidentifikasi stadium kematangan gonad. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang didapatkan TKG I dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Temuan ini menunjukkan bahwa penangkapan hiu martil (Sphyrna lewini) di perairan Tarakan banyak melibatkan individu yang belum matang gonad, yang dapat mengganggu proses reproduksi alami dan menurunkan keberlanjutan populasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan hiu yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) ini merupakan spesies yang paling populer dalam perdagangan akuarium laut sehingga permintaan pasar meningkat menjadi populasi ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) mengalami penurunan dengan cepat karena eksploitasi di alam yang terjadi secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan habitat karang khususnya di pulau maratua. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pengembangan budidaya ikan nemo untuk mengimbangi tingginya permintaan pasar. Kajian terkait reproduksi ikan Nemo betina di wilayah perairan pulau maratua sebagai awalan untuk melakukan kegiatan budidaya Ikan Nemo. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari biologi reproduksi ikan Nemo betina yaitu panjang berat ikan dan tingkat kematangan gonad ikan. Penelitian ini dilakukan di pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali selama sebulan dengan setiap pengambilan sampel sebanyak 17 ekor ikan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan metode pendekatan dengan cara menghitung dan mengukur panjang, berat dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Nemo betina kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa hubungan panjang-berat yaitu nilai b = 1.048232 menunjukkan hubungan panjang, berat bersifat allometrik negatif. Tingkat kematang gonad didapatkan dari TKG I hingga TKG IV dengan Persentase Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu IKG I 1,7 %, IKG II 2,8 %, IKG III 3,3 % dan IKG IV 13,1%, Penentuan indeks kematangan gonad (IKG) ini ditentukan dengan cara terpilih kepada jenis kelamin ikan nemo betina, bahwa nilai IKG dapat digunakan untuk menentukan nilai TKG ikan nemo betina, dari hasil penangkapan selama satu bulan yang terdapat matang gonad ikan betina hanya 14 ekor dari 68 sampel. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan ikan Nemo yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat rendahnya pengetahuan dan tingginya rasa ingin tahu. Salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui media edukatif yang menarik seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan video sebagai media penyuluhan terhadap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di SMAN 3 Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunankan desain pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 78 siswa kelas XI yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan melalui media video dengan p = 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan video sebagai media penyuluhan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Disarankan agar institusi pendidikan dan tenaga kesehatan mempertimbangkan penggunaan media video dalam program edukasi kesehatan remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesehatan remaja harus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi masalah serius selama masa peralihan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi seperti perilaku seks bebas. Menurut studi pendahuluan di SMA Negeri 3 Malinau pada tahun 2023 sebanyak 13 siswi yang harus berhenti mencapai cita-cita karena hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku terhadap seks bebas di SMA 3 Kabupaten Malinau Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku terhadap Seks Bebas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang. Lokasi penelitian di SMAN 3 Malinau. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil analisis chi square diketahui hasil p value adalah 0.260 > 0.05. hasil ini memberikan interpretasi bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Hasil odds ratio menunjukan nilai 0.53 yang artinya pengetahuan yang baik (diatas rerata) dapat menurunkan risiko terjadinya perilaku seks bebas hingga 0.5 kali dibanding pengetahuan yang dibawah rerata, namun hasil ini tidak signifika secara statistic.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada masa remaja, pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan emosi terjadi dengan sangat pesat. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat remaja berani mengambil resiko dalam tindakannya tanpa pertimbangan yang matang. Permasalahan yang sering dialami remaja ialah permasalahan yang berkaitan dengan perilaku seksual atau kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif metode quasi eksperiment dengan rancangan untreated control group design with dependent pretest and posttest samples untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 352 siswa-siswi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 siswa-siswi. Analisa bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan eksperimen sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 64.10% (kurang aman), 29.49% (tidak pernah), dan 6.41% (tidak aman). Setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 50.00% (kurang aman), 46.15% (tidak pernah), dan 3.85% (tidak aman). Ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 2 Tarakan, p value sebesar 0.000. Diharapkan pihak SMA Negeri 2 Tarakan hendaknya memasukkan penambahan pelajaran khusus tentang pendidikan seksual remaja bagi kelas X, XI dan XII di semua jurusan (Kesehatan, Teknik, Sosial dan Bahasa) agar siswa-siswi terhindar dari perilaku seksual yang menyimpang dikalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi ikan patin pada tahun 2015- 2019 mengalami kenaikan rata-rata mencapai 10,40%, tetapi hal ini belum mencapai target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan benih ikan patin dari induk yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan konsep epigenetik melalui uji tantang menggunakan pH ekstrim. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 jenis benih dari induk yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan 3 perbedaan uji tantang (pH 3 dan 10) dan 3 ulangan. Benih ikan patin yang digunakan berumur 1 bulan, dari induk yang telah diberi campuran pakan tepung kunyit, ekstrak daun katuk dan vitamin C. pH media pemeliharaan diatur dengan menggunakan NaOH untuk meningkatkan pH dan HCl untuk menurunkan pH. Pengukuran parameter meliputi tingkah laku, bukaan operkulum, perubahan bobot tubuh ikan, dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bukaan Operculum pada perlakuan pH 3 kontrol (131 ± 29,84 kali), katuk-kunyit (197 ± 9,24 kali), Katuk-vitamin C (150 ± 8,12 kali), pH 10 kontrol (194 ± 1,49 kali), katuk-kunyit (172 ± 5,27 kali) Katuk- vitamin C (190 ± 1,94 kali).Perubahan bobot tubuh ikan pada pH 3 kontrol (0,18 ± 0,05 gr), katuk-kunyit (0,40 ± 0,06 gr) katuk-vitamin C (0,33 ± 0,11 gr), pH 10 kontrol (0,18 ± 0,05 gr), katuk-kunyit (0,48 ± 0,09 gr) katuk-vitamin C (0,45 ± 0,17 gr), Mortalitas pada pH 3 kontrol (100 ± 0,0%), Katuk kunyit (58 ± 2,5%) Katuk-Vitamin C (67 ± 15,26%). pH 10 kontrol (6 ± 2,5%), katuk-kunyit (1 ± 1,0%), katuk-vitamin (31 ± 7,7%). Hasil penelitian dapat disimpulkan dari 3 perlakuan yang dilakukan setelah dilakukan uji tantang pH tinggi, hasil terbaik di peroleh pada perlakuan Katuk-kunyit dan disusul dengan Katuk-Vitamin C, yang dilihat dari bukaan operkulum, tingkah laku, perubahan bobot tubuh, dan tingkat mortalitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UJI BENIH IKAN PATIN SIAM (PANGASIONODON HYPOPTHALMUS) DARI INDUK UNGGUL HASIL EPIGENETIK DENGAN SALINITAS TINGGI Abstrak Upaya peningkatan produksi ikan patin dilakukan dengaqn beberapa cara seperti perbaikan kondisi lingkungan budidaya, peningkatan kualitas pakan, hibridisasi, manipulasi genetik, dan manipulasi hormon. Peningkatan kualitas pakan dapat dilakukan dengan modifikasi pakan komersil. Modifikasi pakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan penggunaan bahan alam seperti katuk dan vitamin C. Untuk mengetahui benih itu unggul maka dilakukan uji tantang menggunakan salinitas tinggi (15 ppt). Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan benih ikan patin siam dari induk yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan konsep epigenitik melalui uji tantang menggunakan salinitas tinggi (15 ppt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - November 2023. Metode yang digunakan adalah metode RAL, pada penelitian ini menggunakan ikan patin siam sebanyak 25 ekor per akuarium dan di uji selama 1 jam pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan daya tahan ikan patin siam dari pengamatan fisiologis memiliki perbedaan pada setiap perlakuan. Rata-rata bukaan operkulum pada salinitas tinggi (15 ppt) yaitu kontro (162,00 ± 4,92 kali), katu (98,00 ± 20,72 kali), vitamin C (196,25 ± 2,10 kali). Penurunan bobot rata-rata pada salinitas tinggi (15 ppt) pada kontrol (0,63 ± 0,22 gr), katuk (1,18 ± 0,12 gr), vitamin C (1,30 ± 0,11 gr). Mortalitas pada salinitas tinggi (15 ppt) pada kontrol sebesar (96,00% ± 4,00%), katuk (48,00% ± 4,00 %), dan vitamin C (33.00% ± 4,12 %). Dapat disimpulkan dari 3 perlakuan yang dilakukan setelah dilakukan uji tantang salinitas tinggi, hasil terbaik di peroleh pada perlakuan vitamin c dengan dosis 5,99 gr, yang dilihat dari bukaan operkulum, tingkah laku, perubahan bobot tubuh, dan tingkat mortalitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pulau Tarakan merupakan salah satu tempat pendaratan ikan hasil dari tangkapan nelayan di perairan Tarakan dan sekitarnya. Salah satu hasil tangkapan nelayan yang di daratkan di Pulau Tarakan adalah ikan pari. Ikan pari memiliki ciri yang unik dan berbeda dengan ikan lainnya yaitu struktur tubuh yang terdiri atas tulang rawan dan sifatnya predator. Ikan Pari merupakan salah satu spesies ikan yang termasuk dalam kelas Elasmobranchii. Ikan tersebut dikenal dengan nama ikan batoid, yaitu kelompok ikan bertulang rawan yang ekornya mirip cambuk, Agar pemanfaatan sumberdaya ikan Pari di Selumit Pantai yang melimpah di perairan Pantai Selumit tetap berkelanjutan, maka perlu dilakukan pengelolaan yang rasional, salah satunya dengan mempertimbangkan aspek reproduksi, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nisbah Kelamin, tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG). Penelitian ini difokuskan pada perkembangan dan pertumbuhan ikan pari melalui pendekatan menggunakan metode deskriftif kuantitatis yang meneliti hubungan satu peneliti atau lebih tetapi tidak melalukan perbadingan sampel penelitian yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa nisbah kelamin yang tidak seimbang namun masih di katagorikan dalam proses pendewasan karena daerah habitatnya merupakan daerah asuhan, nilai yang di dapatkan 1:1,50. Nilai Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang di dapatkan yaitu TKG I dan II. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) yang di dapatkan berkisar 0,005% - 0,011%, dengan nilai IKG teringgi ikan jantan berkisar 0,013%, sedanngkan untuk nilai tertinggi ikan betina berkisar 0,011%. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa: Nisbah kelamin yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketidak seimbangan populasi, yang dapat mempengaruhi dinamika populasi secara keseluruhan. Tingkat Kematangan gonad (TKG) yang didapatkan yaitu TKG I dan II dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) jantan lebih besar dibandingkan nilai IKG betina hal ini dikarenakan nilai IKG pada kematangan gonad yang berbeda, tetapi masih dalam masa pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS ASPEK REPRODUKSI PADA IKAN TENGGIRI PAPAN (Scomberomorus guttatus) DI PERAIRAN MUARA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Perairan muara Bulungan terdapat banyak jenis sumberdaya perikanan yaitu udang, kepiting dan ikan baik yang bersifat sebagai pelagis ataupun sebagai ikan demersal. Alat tangkap tugu merupakan alat tangkap ikan yang terdiri dari tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring dan rumah. Ikan Tenggiri Papan (S. guttatus) merupakan ikan yang hidup di permukaan perairan (epipelagic), cenderung bermigrasi lokal, terutama di daerah pantai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek reproduksi ikan tenggiri papan yang meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dari total 49 sampel ikan tenggiri papan nisbah kelamin bervariasi dari 1 : 3,7 sampai dengan 1 : 2,2 dengan rata – rata 1 : 2,8. Nilai tersebut menunjukkan jika nisbah kelamin ikan tenggiri papan tidak seimbang dengan jantan yang lebih dominan. Ciri – ciri gonad sampel ikan jantan seperti berbentuk seperti benang, kecil, transparan, dan bentuknya pendek, sedangkan betina bentuknya lebih panjang. Berdasarkan ciri – ciri tersebut termasuk dalam kategori TKG I. Nilai IKG ikan tenggiri papan yang diperoleh berkisar antara 0,09 – 0,63% dari bobot tubuhnya. Disimpulkan bahwa nisbah kelamin ikan tenggiri papan (S. guttatus) yang lebih dominan adalah ikan jantan dengan ratio yaitu 1 : 2,8. TKG pada sampel ikan tenggiri papan (S.guttatus) semuanya adalah pada TKG I. Nilai IKG tertinggi sampel ikan jantan yaitu berkisar antara 0,09 – 0,63%, sedangkan IKG terendah yaitu berkisar antara 0,09 – 0,50% pada ikan betina. Kata Kunci: Muara Bulungan, Reproduksi, Tenggiri Papan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Nomei (H. Nehereus) merupakan salah satu ikan yang dijadikan cinderamata khas kota tarakan, Dimana dikenal dengan nama ikan lembek yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual sekitar IDR 180.000-200.000 tiap kilogram (Harga jual kering/ikan asin), Namun tidak di perjual dalam bentuk basah. Tujuan dari peneitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan aspek reproduksi ikan nomei yaitu TKG, IKG, Fekunditas. dari hasil tangkapan nelayan yang ada diperairan juata laut kota tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kuatitatif, Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan November-Desember 2022. Teknik pengambilan sampel mengggunakan teknik Random Sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide. Hasil Penelitian diperoleh Jumlah keseluruhan Ikan Nomei Sebanyak 1800 ekor, dengan jumlah ikan nomei jantan sebanyak 944 ekor dan ikan nomei betina sebanyak 856 ekor. Jumlah Sampel ikan nomei jantan berdasarkan TKG yang lebih tinggi pada TKG I yaitu sebanyak 843 ekor dengan Persentase 89.3, Pada ikan nomei jantan berdasarkan TKG yang paling tertinggi TKG I sebanyak 716 ekor dengan persentase 83.6%, Kemudian rata-rata IKG ikan nomei jantan yang tertinggi berdasarkan TKG yaitu TKG IV sebesar 15.38%, pada ikan nomei betina rata-rata IKG berdasarkan TKG yang paling tertinggi Pada TKG III dengan rata-rata 25.37%, Nilai Fekunditas dilihat pada tingkat kematangan gonad keempat (TKG IV) didapatkan kisaran jumlah telur SD =18810±89688 butir telur ikan nomei.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Bulungan memiliki sumberdaya ikan yang potensial dengan berbagai hasil tangkapan salah satunya ikan kakap putih (Lates calcarifer). Kegiatan penangkapan yang dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan kakap putih. Tujuan penelitian ini yaitu menerangkan sex ratio, menjelaskan aspek bioreproduksi meliputi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas serta menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan meliputi PILB, ISC dan IRP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021 – Maret 2022 di perairan muara Ancam, muara Bulungan dan muara Mapat sebagai lokasi asal sampel ikan serta Pos pembelian ikan di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan sebagai lokasi sampling. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 69 sampel memiliki nisbah kelamin 1 : 6,7 dimana sampel jantan lebih dominan tertangkap. TKG kakap putih jantan dominan TKG III dan sampel betina dominan TKG I. Nilai IKG ikan kakap putih jantan 0.009 – 1.032% dan pada sampel betina 0.010 – 0.060%. Nilai fekunditas tidak ada karena tidak ditemukan sampel betina yang memasuki fase matang gonad yaitu TKG III dan IV sehingga tidak ditemukan telur di dalam ovari. Nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai indeks kepenuhan lambung sebesar 0,59% dari bobot tubuhnya. Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora dengan jenis makanan utamanya berdasarkan analisa IRP (Indeks Relatif Penting) yaitu dari kelompok chordata (ikan) sebesar 49,09%, makanan pelengkap yaitu makanan lumat (tidak teridentifikasi) sebesar 25,38% dan udang 24,41%, serta makanan tambahan adalah kerang ulir 0,68%, kepiting 0,28% dan serasah 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Bubu dasar (bottom fish pots) merupakan alat tangkap yang dominan terdapat di pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, termasuk kelompok “trap fishing gear” atau alat tangkap perangkap. Ikan kerapu dan ikan kakap merah adalah hasil tangkapan utama bubu dasar, merupakan ikan demersal yang hidup di area atas dasar perairan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi (panjang dan berat) dan aspek bio-reproduksi (Tingkat Kematangan Gonad / TKG, Indeks Kematangan Gonad / IKG, dan fekunditas) ikan hasil tangkapan utama bubu dasar. Metode riset menggunakan pendekatan observasi, selama 3 bulan dengan pengambilan sampel 12 kali trip. Hasil riset periode Mei - Juli menunjukkan kisaran ukuran panjang 27.0 – 56.0 cm (kakap jantan); 24.9 – 55.0 (kakap betina); 33.0 – 55.5 cm (kerapu jantan); 29.0 – 57.5 cm (kerapu betina). Kisaran berat sampel 340.5 – 2392.0 gram (kakap jantan); 416.8 – 3121.1 gram (kakap betina); 497.8 – 2580.1 gram (kerapu jantan; 300.0 – 3494.0 gram (kerapu betina). Jumlah individu terbanyak sampel kakap dan kerapu pada TKG I. Kematangan gonad tertinggi pada TKG III (kakap dan kerapu jantan) dan TKG IV (kakap dan kerapu betina). Nilai fekunditas pada sampel menunjukkan jumlah terkecil 650 butir (kakap) dan 600 butir (kerapu). Nilai fekunditas terbesar 6.903 butir (kakap) dan 13.813 butir (kerapu).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Upaya peningkatan produksi gurami dilakukan dengan cara meningkatan kualitas pakan. Daun katuk mengandung senyawa kimia yang dapat meningkatkan reproduksi ikan sedangkan kunyit memiliki aktivitas hepatoprotektif dalam mencegah dan memperbaiki kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hati induk ikan gurami yang diberi pakan modifikasi dengan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit yang terdiri dari Perlakuan A (control), Perlakuan B (Tepung kunyit 4,8 g/kg pakan), Perlakuan C (ekstrak katuk 0,6 g/kg pakan) dan Perlakuan D (Kombinasi). Hasil uji menunjukkan nilai HSI pada setiap perlakuan mengalami peningkatan. Nilai rata-rata HSI tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 2,09 %, diikuti dengan Perlakuan B dengan nilai HSI sebesar 1,67 %, Perlakuan D sebesar 1,45 %, dan nilai HSI terendah terdapat pada Perlakuan A yaitu sebesar 1,32%. Hasil pengamatan histologi menunjukkan bahwa induk betina ikan gurami pada fase reproduksi memiliki respon hati yang baik dikarenakan hati ikan tidak mengalami nekrosis ataupun kerusakan. penggunaan ekstrak katuk dan kunyit secara terpisah dapat memperbaiki fungis hati pada fase reproduksi