Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: penyuluhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENDIDIKAN DAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan penyuluh saat ini salah satunya karena lemahnya kompetensi penyuluh yang di sebabkan ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dan kurangnya pelatihan, hal tersebut berpengaruh juga terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pendidikan formal dan non formal penyuluh di kota tarakan, (2)Untuk mengetahui kinerja penyuluh di kota tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini di analisis secara deskriptif dan analisis Skala Likert. Hasil penelitian Pendidikan formal penyuluh pertanian di Kota Tarakan bervariasi yaitu S1 dan S2, dengan berbagai latar belakang jurusan yang meliputi agronomi, budidaya tanaman, teknologi hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan pertanian, sosial ekonomi pertanian, budidaya pertanian. Dan Pendidikan non formal yang diikuti meliputi pelatihan, seminar-seminar, rakor, bimtek, diklat dasar penyuluh. lama pendidikan formal yang di ikuti penyuluh yaitu sebanyak 21 kali/tahun, sedangkan yang paling sedikit yang di ikuti yaitu sebanyak 1 kali/tahun. Kinerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan dalam golongan tinggi di lihat dari indikator persiapan (tinggi), pelaksanaan (tinggi), dan evaluasi (tinggi). Saran, Pendidikan non formal lebih di tingkatkan lagi agar penyuluh yang belum memiliki atau belum mengikuti pelatihan atau seminar dapat mengikutinya dan pendidikan non formal ini juga lebih di tujukan kepada penambahan wawasan tentang pertanian secara khusus. Kompetensi penyuluh perlu di tingkatkan melalui pendidikan formal dengan jenjang yang lebih tinggi agar kinerjanya semakin meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDORONG PARTISIPASI PETANI HORTIKULTURA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh metode penyuluhan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter pada petani padi sawah di desa tideng pale kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani padi sawah dalam kegiatan penyuluhan pertanian di desa limbu sedulun kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•

Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usahatani padi sawah. Namun, tingkat partisipasi petani di Desa Limbu Sedulun belum merata. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 - Januari 2026 menggunakan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 40 petani. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F dan uji t pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani, dengan nilai F hitung sebesar 18,016 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi petani karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Faktor eksternal merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan terhadap tingkat partisipasi petani. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan faktor eksternal sebagai faktor yang paling dominan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 3 KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat rendahnya pengetahuan dan tingginya rasa ingin tahu. Salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui media edukatif yang menarik seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan video sebagai media penyuluhan terhadap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di SMAN 3 Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunankan desain pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 78 siswa kelas XI yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan melalui media video dengan p = 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan video sebagai media penyuluhan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Disarankan agar institusi pendidikan dan tenaga kesehatan mempertimbangkan penggunaan media video dalam program edukasi kesehatan remaja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI PUSKESMAS KARANG REJO

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yang masih rendah memiliki faktor yang memepengaruhi yaitu masih kurangnya pengetahuan terkait kontrasepsi jangka panjang. Pengetahuan merupakan suatu informasi yang diketahui oleh seseorang, dengan memberikan pengetahuan melalui penyuluhan adalah untuk memberikan informasi terkait berbagai jenis alat kontrasepsi, tingkat efektifitas, manfaat dan kerugian dari setiap jenis alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penyuluhan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Metode penelitian: quasi eksperimental (pre-posttest design one group). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 Akseptor KB di wilayah puskesmas karang rejo dengan Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan kuesioner pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan p- Value= 0,000 (p- Value 0,05) maka pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik memiliki pengaruh pada tingkat pengetahuan. Kesimpulan ada pengaruh dari penelitian pada tingkat pengetahuan dalam pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Komunikasi Penyuluhan Pertanian Di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses komunikasi tidak selalu berjalan lancar, ada saja hambatan yang terjadi baik dari komunikan, media maupun komunikator. Oleh karena itu dibutuhkan pola komunikasi yang tepat agar komunikasi bisa efektif dan bisa mencapai pemahaman bersama. Penelitian ini bertujuan, mengetahui pola komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan dan mengetahui keberhasilan komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Jumlah responden pada penelitian yaitu 11 orang dan key informan 4 orang, diambil dengan metode puposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan skala likert. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola komunikasi penyuluhan di Kelompok Tani Enggal Lancar yaitu pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi multi arah dan keberhasilan komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar yaitu, pola komunikasi dua arah yang mendapatkan nilai rata-rata 10 dengan kategori sedang dan pola komunikasi multi arah yang mendapatkan nilai rata-rata 9,81 dengan kategori sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH PERTANIAN DI DESA SEDULUN KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sedulun yaitu kurangnya bimbingan serta kurangnya pengetahuan para petani terhadap pengembangan pembangunan pertanian dalam mengakses teknologi dan peningkatan manajemen usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan tingkat efektivitas peran penyuluhan pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Sampel ditentukan dengan metode purposive sebanyak 40 orang petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung meliputi peran sebagai fasilitator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal memfasilitasi kebutuhan para petani juga membantu petani dalam memberikan bantuan berupa saprodi (pupuk,bibit,racun) dan memberikan kartu tani kepada para petani agar dapat mempermudah petani dalam kebutuhan usahataninya, peran sebagai motivator yang memberikan semangat juga motivasi kepada para petani dalam berusaha tani agar kelompok tani di Desa Sedulun dapat maju dan berkembang, peran sebagai educator yang memberikan inovasi kepada para petani agar lebih mempermudah kegiatan usahatani serta memberikan ide-ide yang baru kepada para petani untuk mengasa ilmu pengetahuan petani agar lebih berkembang dan peran sebagai komunikator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal berkomunikasi dengan baik kepada para petani juga sering turun kelapangan langsung dan berkunjung kepada kelompok tani di Desa Sedulun. Efektivitas Peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, educator dan komunikator dapat dikategorikan (efektif) berdasarkan penggunaan skoring, penyuluh pertanian sebagai fasilitator memperoleh skor rata-rata 14,58 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai motivator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai educator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif dan penyuluh pertanian sebagai komunikator memperoleh skor rata-rata 14,73 dengan kriteria efektif

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENYULUHAN PERTANIAN (MATERI, METODE, MEDIA DAN EVALUASI) DI DESA TIDENG PALE KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan penyuluhan dapat ditunjang oleh penggunaan materi, metode, media dan evaluasi yang sesuai agar tujuan dari kegiatan penyuluhan dapat tercapai. Hasil observasi awal di Desa Tideng Pale petani belum memahami dan menerima tentang informasi pertanian secara menyeluruh. Dengan demikian penyebaran informasi yang dilakukan oleh penyuluh belum cukup memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) yang dilakukan oleh penyuluh di Desa Tideng Pale dan mengetahui persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Analisis Skala Likert dengan 25 responden dengan penentuan sampel Qouta Sampling dan key informan sebanyak 7 key informan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian penyuluh di Desa Tideng Pale menggunakan Materi yang di dasarkan oleh keadaan, kebutuhan dan kondisi petani. Metode yang digunakan oleh penyuluh yaitu teknik komunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan jenis metode anjangsana, sekolah lapang, demonstrasi dan diskusi. Media yang di gunakan yaitu brosur dan leaflet dan alat bantu. Evaluasi yang dilakukan oleh penyuluh dengan 4 kondisi yaitu sebelum kegiatan/program, pada saat kegiatan/program, setelah kegiatan/program penyuluhan, dan pada saat di perbaiki dan di terapkan dengan alat instrumen kusioner dan wawancara. Hasil penelitian tentang persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale diperoleh hasil skor sebesar 37,44 yang termasuk kategori tinggi. Indikator materi termasuk kategori tinggi dengan skor 14,88. Indikator metode termasuk kategori tinggi dengan skor 8,48. Indikator media termasuk kategori sedang dengan skor 5,68. Indikator evaluasi termasuk kategori tinggi dengan skor 5,40.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN SESAYAP

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam proses pembangunan pertanian, terutama dalam memperluas ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap para pelaku utama dan pelaku usaha. Tujuan penelitian adalah mengukur kinerja penyuluh dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Likert dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap termasuk dalam kategori baik dengan skor 62 dan strategi untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sesayap adalah dengan menerapkan strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu: (a) Penyuluh memiliki pendidikan yang memadai dengan masa kerja diatas dua tahun sehingga dapat mengoptimalisasikan teknologi dan inovasi. (b) Jumlah penyuluh cukup, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja sehingga dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di BPP untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh. (c) Dengan pendidikan penyuluh yang memadai, penyuluh memiliki semangat dan dedikasi bekerja serta usia tergolong muda sehingga dapat mengoptimalkan media belajar melalui online.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2021•

Margareta (17.402020.28) “Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing oleh ibu Sekar Inten Mulyani, S.Pt., M.Si Penyuluhan pertanian mempunyai peran yang strategis yaitu untuk pembangunan pertanian Indonesia karena memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal bagi para petani mendampingi petani, mengajarkan petani tentang pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani, mendidik petani agar mampu memberdayakan semua potensi yang dimiliki, serta menyebarluaskan inovasi-inovasi baru kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, (2) menganalisis peran kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara. informan pada penelitian ini adalah koordinasi lapangan, ketatausahaan, dan keuangan BPP Malinau Utara sedangkan responden untuk menjawab tujuan penelitian kedua adalah kelompok tani Siang Barang 3 Desa Malinau Seberang, kelompok tani Tunas Kasih Harapan Desa Kaliamok, kelompok tani Tampilon Putra Desa Belayan dan penyuluh yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara. Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian yang pertama adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara meneruskan visi misi dari dinas pertanian Kabupaten Malinau yaitu terkait Rasda. Wilayah kerja penyuluh di BPP Malinau Utara yaitu mencangkup semua desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, dengan jumlah penyuluh sebanyak 10 (Sepuluh) orang. Program kerja yang dilaksanakan ada 2 yaitu program kerja desa dan program kerja BPP. Peran dari kelembagaan penyuluhan pemerintah secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90, serta peran dari kelembagaan petani secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90. Interval ini didapatkan dari hasil tabulasi data yang telah dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN DI KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pola komunikasi biasa disebut juga sebagai model tetapi maksudnya sama, yaitu system yang terdiri atas berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan keadaan masyarakat. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi antar pribadi, dilaksanakan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah responden 5 orang. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara,yang penelitiannya menggunakan deskriptif kualittif. Data yang digunakan dalam peelitian ini adalah data kualitatif yaitu data berupa pejelasan dari penyuluh dan petani yang memberikan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera di Kota Tarakan adalah menggunakan pola komunikasi satu arah yaitu lebih informatif kepada petani, komunikasi dua arah yaitu adanya tukar pendapat antara penyuluh dan petani (interaksi), sedangkan komunikasi multi arah yaitu adanya masukan dari pihak lain yang bisa memberikan arahan atau lebih bersifat membangun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP PENYULUHAN DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan petani sangat tergantung pada persepsi dan ekspektasi mereka terhadap unsur-unsur penyuluhan itu sendiri. Dalam hal ini kepuasan petani berhubungan dengan kualitas jasa penyuluhan pertanian yang dilakukan. Tujuan dari penelitian adalah : (1)Mengetahui Karakteristik Petani kota Tarakan.(2) Mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan di kota tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunkan (kuota sampling dan purposive sampling). Metode analisis menggunakan analisis deskriftif kualitatif dan skala likert. Hasil penelitian : (1) Karakteristik Petani di kota Tarakan (a) untuk jenis kelamin lebih banyak laki-laki 36 orang dengan persentase 90%,(b) Usia petani lebih dominan pada usia 28-40 tahun dengan persentase 52,5% ,(c) Tingkat pendidikan petani dominan sekolah dasar (SD) sebanyak 20 petani dengan persentase 50%, (d) Jumlah tanggungan petani lebih dominan 2 dan 3 dengan persentase 30%, (e) Untuk pekerjaan lain lebih dominan petani dengan jumlah 31 dengan persentase 77,5%. (2) tingkat kepuasan untuk idikator tanglible berada dalam kategori cukup puas skor 10,65 dengan persentase 25,40%, tingkat kepuasan untuk indikator reability berada dalam kategori cukup puas skor 6,73 dengan persentase 16,04%, tingkat kepuasan untuk indikator resposiveness berada dalam kategori tidak puas skor 5,85 dengan persentase 13,95%, tingkat kepuasan untuk indikator assurance berada dalam kategori cukup puas skor 6,98 dengan persentase 16,64%, dan tingkat kepuasan indikator emphaty berada dalam kategori cukup puas skor 11,73 dengan persentase 27,97%.Setelah melakukan penelitian ini peneliti manarik kesimnpulan secara keseluruhan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan di kota Tarakan berada dalam kategori cukup puas dengan skor 41,93

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEBERHASILAN PENYULUH DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN PENYULUHAN (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI TUNGGUL BATU KOTA TARAKAN)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya untuk meningkatkan sumberdaya petani, adalah melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah lama dilakukan di kelompok-kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan. Sampai saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kota Tarakan masih sangat terbatas, berdasarkan data yang diperoleh dari instansi terkait jumlah PPL yang ada berjumlah 10 orang (Disnaktan Kota Tarakan, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mendeskripsikan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Tarakan, 2) menganalisa tingkat keberhasilan penyuluh dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan di kelompok tani tunggul batu kota Tarakan. . Metode analisis yang digunakan pada peneltian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Terdapat beberap tugas pokok penyuluh pertanian di kelompok tani Tunggul batu Kota Tarakan yaitu Mengidentifikasi potensi wilayah dan agrosistem serta kebutuhan teknologi dibidang pertanian. Menyusun program penyuluhan pertanian, Menyusun Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian (RKPP), Menerapkan metode penyuluhan pertanian, Menyusun materi penyuluhan pertanian, Mengembangkan swadaya dan swakarsa petani, Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dan dampaknya. 2) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan di Kelompok Tani Tunggul Batu adalah sangat baik dengan skor sebesar 25.85.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN Abstrak Kualitas materi penyuluhan ditunjang oleh kemampuan dan keterampilan penyuluh yang akan berpengaruh kepada penerima manfaat nantinya. Peneltian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kajian kualitas materi penyuluhan pertanian. Pertama, bagaimana deskripsi kualitas materi penyuluhan pertanian pada kelompok Cahaya Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara ? Kedua, bagaimana deskripsi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas materi penyuluhan pertanian pada Kelompok Cayaha Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentu sampel purposive sampling Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) terwujudnya kualitas materi penyuluhan maka harus tersampaikan mengenai ragam materi penyuluhan yang meliputi pesan ideologis dan informatif, pokok-pokok bahasan yang meliputi ilmu budidaya pertanian, ilmu ekonomi pertanian, ilmu pengelolaan rumah tangga tani, pelembagaan petani serta politik pembangunan pertanian, sumber materi dapat diperoleh melalui sumber resmi pemerintahan, pengalaman petani, sumber, informasi dari publikasi seperti buku jurnal media masa, majalah dan sumber lain yang dapat dipercaya. Sifat-sifat materi penyuluhan dapat di bedakan mengenai berisi pemecahan yang sedang dihadapi para petani, yang berisi petunjuk dan rekomendasi sedangkan materi yang bersifat instrumental untuk pemilihan materi sebagai penyuluh harus mengetahui materi yang sangat pokok dan materi penunjang. (2) hasil dari faktor kualitas materi penyuluhan yaitu yang tidak menguntungkan 70.37% dari segi biaya yang tidak terjangkau 74.07%, tingkat kerumitan/Kesederhanaan 81.48%, tidak sesuai lingkungan fisik 70.37 %, tidak sesuai lingkungan budaya 70.37% tidak mudahnya dikomunikasi 100% penghematan tenaga kerja dan waktu sangat efisien 66.67% Untuk terwujudnya hasil yang sempurna maka sebaiknya penyuluh lebih sigap lagi dalam hal ini agar kualitas materi penyuluhan pertanian tercapai dan dari segi faktor kualitas materi penyuluhan dapat menguntungkan atau menunjang para petani yang di kelompok Cahaya Tani tersebut, dengan hal ini maka petani juga juga harus mampu mengadopsi inovasi yang disampaikan serta lebih berpartisipasi lagi atas apa yang telah di sarankan oleh penyuluh sehingga apa yang diharapkan tercapai, dalam hal ini juga perlu adanya perhatian khusus dari instansi terkait seperti dinas pertanian jika dari pihak pemerintah, penyuluh, atau pun kelompok tani saling berkesinambungan maka apa yang diharapkan dapat tercapai. Kata Kunci : Kualitas Materi, Penyuluhan Pertanian, Kelompok Tani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail