Abstrak
Margareta (17.402020.28) “Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing oleh ibu Sekar Inten Mulyani, S.Pt., M.Si Penyuluhan pertanian mempunyai peran yang strategis yaitu untuk pembangunan pertanian Indonesia karena memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal bagi para petani mendampingi petani, mengajarkan petani tentang pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani, mendidik petani agar mampu memberdayakan semua potensi yang dimiliki, serta menyebarluaskan inovasi-inovasi baru kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, (2) menganalisis peran kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara. informan pada penelitian ini adalah koordinasi lapangan, ketatausahaan, dan keuangan BPP Malinau Utara sedangkan responden untuk menjawab tujuan penelitian kedua adalah kelompok tani Siang Barang 3 Desa Malinau Seberang, kelompok tani Tunas Kasih Harapan Desa Kaliamok, kelompok tani Tampilon Putra Desa Belayan dan penyuluh yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara. Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian yang pertama adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara meneruskan visi misi dari dinas pertanian Kabupaten Malinau yaitu terkait Rasda. Wilayah kerja penyuluh di BPP Malinau Utara yaitu mencangkup semua desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, dengan jumlah penyuluh sebanyak 10 (Sepuluh) orang. Program kerja yang dilaksanakan ada 2 yaitu program kerja desa dan program kerja BPP. Peran dari kelembagaan penyuluhan pemerintah secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90, serta peran dari kelembagaan petani secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90. Interval ini didapatkan dari hasil tabulasi data yang telah dilakukan.