Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

94 hasil
Subjek: Metode
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH CAP KENAWAI DI UPT KPH KOTA TARAKAN

•

ABSTRACT Abstract Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. "Analysis of Optimization of Cap Kenawai Eucalyptus Oil Agroindustry at UPT. KPH of Tarakan City ". Supervised by Elly Jumiati. Eucalyptus tree is one of the industrial plants that can be cultivated as agroforestry. Agroforestry was developed to provide benefits to improve community welfare. Main agroforesty is expected to help optimize the results of a form of land use in a sustainable manner to guarantee and improve food needs. Agroforestry is one of the effective means for equity and stages to overcome poverty in the forest village community, which can increase food income and production. In increasing the income and food production of forest village people must integrate agroforestry and agro-industry. So that this research is carried out with the aim of determining the optimal amount of production that can provide maximum benefit to the UPT. KPH Tarakan. The method of determining the sample is done by purposive sampling technique, which is the technique of determining the sample with certain considerations. With the method of data analysis and processing namely linear programming analysis used is a simplex method that will be processed using the POM For Windows 3 application with objective functions and constraint functions. By optimizing the factors of production that are used can increase the initial production profit of Rp. 1599,325 / l can increase by Rp 3238 / l or equal to an additional profit of Rp. 1639 / l. If the results of eucalyptus oil processing are reduced from 3 liters to 2.02 liters per production, a maximum profit of Rp. 3,238 / liter. ABSTRAK Abstrak Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. “Analisis Optimalisasi Agroindustri Minyak Kayu Putih Cap Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Elly Jumiati. Pohon kayu putih merupakan salah satu tumbuhan industri yang dapat diusahakan menjadi Agroforestry. Agroforestry dikembangkan untuk memberi manfaat untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Agroforesty utamanya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan. Agroforestry merupakan salah satu sarana yang efektif untuk pemerataan dan tahapan untuk mengatasi kemiskinan dilingkungan masyarakat desa hutan, yang bisa meningkatkan pendapatan dan produksi pangan. Dalam peningkatan pendapatan dan produksi pangan masyarakat desa hutan haruslah memadukan agroforestry dan agroindustri.Sehingga peneitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menentukan berapa jumlah produksi optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap UPT. KPH Tarakan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sengaja) yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Dengan metode analisis dan pengolahan data yaitu Analisis liniear programming yang digunakan merupakan metode simpleks yang akan diolah menggunakan aplikasi POM For Windows 3 dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor produksi yang digunakan dapat meningkatkan keuntungan produksi yang awalnya sebesar Rp. 1599,325 /l dapat meningkat sebesar Rp 3238 /l atau sama dengan penambahan keuntungan sebesar Rp. 1639 /l . Apabila dalam hasil pengolahan minyak kayu putih dikurangi dari 3 liter menjadi 2.02 liter per produksi maka akan didapatkan jumlah keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.238 /liter.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Penurunan Bobot Sampah Organik Pada Pembuatan Kompos Menggunakan Metode Berkeley dan Takakura Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan membandingkan penurunan bobot sampah organik pada proses pengomposan menggunakan metode Berkeley dan Takakura serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu metode pengomposan, dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Bahan yang digunakan sampah organik berupa sisa sayuran, daun kering, dan serbuk gergaji dengan penambahan aktivator EM4. Penurunan bobot ditentukan berdasarkan perubahan bobot awal dan akhir bahan hingga berakhirnya proses dekomposisi. Parameter pendukung selama proses pengomposan meliputi suhu, pH, dan kelembapan, sedangkan hasil akhir dianalisis berdasarkan suhu, pH, kelembapan, C-organik, N-total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan bobot metode Berkeley sebesar 176,85 g/hari, lebih tinggi dibandingkan Takakura sebesar 146,30 g/hari. Namun uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan Sig 0,135 (Sig> 0,05). Karakteristik akhir kompos relatif sama. Berdasarkan SNI, nilai pH, kelembapan, dan N-total memenuhi persyaratan, sedangkan suhu, C-organik dan rasio C/N masih belum memenuhi persyaratan. Hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul ajar pada materi Ekologi dan Lingkungan. Abstract This study aimed to compare the reduction in organic waste weight during the composting process using the Berkeley and Takakura methods and to examine its potential as a biology learning resource. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) involving one factor, namely the composting method, with two treatments and three replications. The materials consisted of organic waste, including vegetable residues, dried leaves, and sawdust, with the addition of EM4 as an activator. Weight reduction was determined based on the difference between the initial and final weights of the materials at the end of the decomposition process. Supporting parameters monitored during the composting process included temperature, pH, and moisture content, while the final compost characteristics were analyzed based on temperature, pH, moisture content, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), and the C/N ratio. The results showed that the mean weight reduction using the Berkeley method was 176.85 g/day, which was higher than that obtained using the Takakura method (146.30 g/day). However, the One-Way ANOVA results indicated that this difference was not statistically significant, with a significance value of 0.135 (p > 0.05). The final characteristics of the compost produced by the two methods were relatively similar. Based on the Indonesian National Standard (SNI), the pH, moisture content, and total nitrogen values met the required standards, whereas temperature, organic carbon, and the C/N ratio did not yet meet the specified requirements. The findings of this study have potential applications as a biology learning resource in the form of a teaching module for topics related to Ecology and the Environment.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh metode penyuluhan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter pada petani padi sawah di desa tideng pale kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RAWASARI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan tata guna lahan di DAS Rawasari Kota Tarakan berpengaruh terhadap peningkatan limpasan permukaan dan potensi banjir. Perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan debit aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir pada DAS Rawasari Kota Tarakan serta mengetahui besarnya perubahan debit banjir akibat perubahan lahan yang terjadi selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis hidrologi dan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi data curah hujan maksimum tahun 2015-2024 dan data tutupan lahan tahun 2016, 2019, 2020, 2024, dan 2026. Analisis debit banjir dilakukan menggunakan Metode Rasional dengan mempertimbangkan koefisien aliran, intensitas hujan, dan luas DAS. Hasil penelitian menunjukkan adanya prubahan tata guna lahan yang signifikan. Luas permukiman meningkat dari 40,261 ha pada tahun 2016 menjadi 87,757 ha pada tahun 2026, sedangkan luas hutan menurun dari 128,994 ha menjadi 113,719 ha. Perubahan tersebut menyebabkan koefisien aliran (C) meningkat dari 0,30 menjadi 0,35 sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan debit banjir. Pada kala ulang 10 tahun, debit banjir meningkat dari 213,16 m3/detik menjadi 223,37 m3/detik (4,73%). Pada kala ulang 25 tahun debit banjir meningkat dari 226,55 m3/detik menjadi 237,40 m3/detik, sedangkan pada kala ulang 50 tahun meningkat dari 234,16 m3/detik menjadi 245,43 m3/detik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V-B DI SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini ditujukan guna mendeskripsikan peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-B Di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kritis siswa ialah salah satu keterampilan penting yang harus di kuasai dan dipahami oleh siswa dalam menghadapi tantangan pada abad ini. Guru memegang peranan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses pembelajaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di salah satu sekolah dasar kota Tarakan. Temuan studi menjunkan bahwa guru memegang peran krusial untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, didkusi, dan permainan yang merujuk pada pemecahan masalah. sebagai demonstrator, guru menunjukan sikap-sikap yang dapat menginspirasi siswa agar mempratikkan hal-hal yang sama bahkan semakin baik. Sebagai pembimbing, guru mengorientasikan agar suasana kelas menjadi ruang diskusi/debat, menggunakan pendekatan studi kasus dalam memberikan materi dan mengembangkan kemampuan analisis. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian dan penghargaan kepada siswa yang aktif. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan serta memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Guru wajib mempunyai kompetensi pedagogik dan professional yang mumpuni guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS OPTIMALISASI PRODUKSI PADA INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI DESA SEBIDAI KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG (STUDI KASUS INDUSTRI TAHU DAN TEMPE BAPAK MUH. FUATDI)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi kombinasi produksi pada Industri Tahu dan Tempe Bapak Muh. Fuatdi yang berlokasi di Desa Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Masalah utama yang dihadapi oleh usaha ini adalah keterbatasan sumber daya berupa bahan baku kedelai, modal, dan tenaga kerja yang berdampak pada belum maksimalnya keuntungan yang diperoleh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Linear Programming dengan menggunakan algoritma Metode Simpleks yang diolah melalui alat bantu komputer. Variabel penelitian meliputi jumlah produksi tahu dan tempe sebagai variabel keputusan, dengan kendala berupa ketersediaan bahan baku, jam kerja, dan anggaran modal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai bauran produk (product mix) yang paling efisien sehingga perusahaan dapat mencapai tingkat keuntungan yang maksimal meskipun di tengah keterbatasan sumber daya. Melalui penerapan model matematis ini, diharapkan efisiensi produksi meningkat dan margin laba usaha menjadi lebih optimal dibandingkan dengan metode konvensional yang digunakan sebelumnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta kimia tanah. Parameter pengamatan meliputi temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya banjir (fh) dan penyiapan lahan (lp). Evaluasi dilakukan dengan metode pencocokan (matching) antara persyaratan tumbuh tanaman padi sawah berdasarkan kriteria BBPPSLP (2011) dengan kualitas lahan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual di lokasi tersebut tergolong dalam kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai). Faktor pembatas utama yang ditemukan meliputi retensi hara akibat pH tanah yang masam dan rendahnya kandungan bahan organik, serta faktor fisik berupa permeabilitas tanah yang tergolong agak cepat sehingga profil tanah sulit mempertahankan lengas, terutama saat suhu udara ekstrem mencapai 35,48°C. Meskipun demikian, seluruh lahan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian potensial S1 (Sangat Sesuai) melalui upaya perbaikan seperti pengapuran untuk menetralkan pH, pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan hara, serta penerapan teknik pelumpuran (puddling) untuk membentuk lapisan kedap air agar pengelolaan air lebih efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN METODE REGULATORY IMPACT ASSESMENT DALAM PROSES PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALINAU TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN

2026•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak penerapan metode RIA dalam penyusunan naskah akademik rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Malinau tentang Penyelenggaraan Keolahragaan terhadap peningkatan prestasi dan kesejahteraan atlit dan mengetahui dan menganalisis dampak penerapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Malinau tentang Penyelenggaraan Keolahragaan dengan menggunakan metode RIA. Penelitian tesis ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah pendekatan perundang-undangan (Statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach), bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum non hukum dengan teknik pengumpulan melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis menggunakan metode preskriptif. Hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode RIA dalam penyusunan dokumen naskah akademik rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Malinau tentang Penyelenggaraan Keolahragaan merupakan sarana yang digunakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang peduli dengan bidang keolahragaan dalam proses pembentukannya, dan dapat berdayaguna bagi kepentingan bagi setiap orang dan/atau kelompok orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan olahraga yang meliputi peolahraga, pembina olahraga dan tenaga keolahragaan. Sedangkan dampak dari penerapan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Keolahragaan dengan menggunakan metode RIA yaitu terhadap aspek beban keuangan negara yang dijabarkan kedalam analisis biaya, analisis manfaat dan perbandingan biaya dan manfaat. Analisis biaya dilakukan dengan menguraikan biaya yang timbul dalam opsi permasalahan atau materi muatan yang ada. Analisis manfaat dilakukan dengan menguraikan semua manfaat dan keuntungan yang diharapkan akan diperoleh para pemangku kepentingan teridentifikasi yang akan terdampak dalam opsi permalasahan atau materi muatan yang ada. Dan perbandingan biaya dan manfaat Perbandingan biaya dan manfaat bertujuan untuk menilai apakah suatu pilihan memberi manfaat yang lebih besar daripada biaya yang harus ditanggung oleh penerima dampat atau menciptakan biaya yang lebih besar daripada manfaat yang diterima para penerima dampak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN METODE MEMBACA TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V A SDN UTAMA 2 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan membaca pemahaman adalah kompetensi dasar yang berhubungan dengan kefasihan dalam kemampuan siswa memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui penerapan metode membaca terbimbing. Penelitian ini mengaplikasikan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V A SDN Utama 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes membaca, tes membaca pemahaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan dari 82,5% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II dengan kategori tinggi. Aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 87,2% dan pada siklus II sebesar 83,5%, yang keduanya berada pada kategori tinggi. Hasil tes membaca pemahaman pada siklus I menunjukkan kategori baik sekali sebesar 16,67%, baik 25%, dan kurang 58,33%. Pada siklus II, kategori baik sekali meningkat menjadi 25%, baik 25%%, sedang 33,33% dan kategori kurang menurun menjadi 16,67%. Dengan demikian, metode membaca terbimbing terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Reading comprehension skills are basic competencies related to students' fluency in understanding reading content This study aims to improve students' reading comprehension through guided reading. This study applies a Classroom Action Research (CAR) type conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were fifth-grade students of SDN Utama 2 Tarakan. Data collection techniques. included observation, reading tests, reading comprehension tests, and documentation. The results showed that the teacher's teaching activities improved from 82.5% in cycle I to 95% in cycle II, which was categorized as high. Student learning activities in cycle I reached 87.2% and in cycle II reached 83.5%, both of which were in the high category. The results of the reading comprehension test in cycle I showed that 16.67% were in the very good category, 25% were in the good category, and 58.33% were in the poor category. In cycle II, the very good category increased to 25%, good 25%, fair 33.33%, and poor decreased to 16.67%. Thus, the guided reading method has been proven to improve students' reading comprehension skills.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan tingkat kesadaran lingkungan siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 14 Tarakan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik stratified random sampling yang melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Setiap tingkat terdiri atas empat kelas dengan sepuluh siswa pada setiap kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mencakup tiga aspek kesadaran lingkungan, yaitu afektif, konatif, dan kognitif. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan persepsi siswa terhadap kesadaran lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang positif pada ketiga aspek tersebut. Pada kelas VII, sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif meskipun masih terdapat beberapa siswa dengan sikap netral. Pada kelas VIII, sikap positif tetap mendominasi, namun ditemukan sedikit siswa dengan persepsi negatif pada aspek kognitif. Pada kelas IX, mayoritas siswa menunjukkan sikap positif, meskipun terdapat sebagian kecil siswa dengan sikap netral dan negatif. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang baik, namun masih diperlukan upaya pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku peduli lingkungan pada sebagian siswa. This study aims to analyze students' environmental awareness at SMP Negeri 14 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a descriptive method to describe the level of students' environmental awareness. The research population consisted of all students of SMP Negeri 14 Tarakan. The sample was selected using a stratified random sampling technique involving students from grades VII, VIII, and IX. Each grade level consisted of four classes, with ten students selected from each class. Data were collected using a questionnaire covering three aspects of environmental awareness, namely affective, conative, and cognitive aspects. The data were analyzed descriptively to identify trends in students' perceptions of environmental awareness. The results showed that, in general, students of SMP Negeri 14 Tarakan demonstrated positive environmental awareness across all three aspects. In grade VII, most students exhibited positive attitudes, although several students still showed neutral attitudes. In grade VIII, positive attitudes continued to dominate; however, a small number of students demonstrated negative perceptions in the cognitive aspect. In grade IX, the majority of students showed positive attitudes, although a small proportion displayed neutral and negative attitudes. Overall, it can be concluded that students of SMP Negeri 14 Tarakan possess good environmental awareness. Nevertheless, further educational efforts are still required to improve environmental understanding and environmentally caring behavior among some students.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS METODE GURU DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA SISWA KELAS III B SDN 013 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan membaca masih menjadi permasalahan yang kerap dialami siswa kelas II B sekolah dasar, terutama dalam membedakan antara huruf yang bentuknya hampir sama, hambatan membaca suku kata, menghilangkan huruf dalam kata, membolak balik huruf dalam kata, serta membaca yang masih tersendat-sendat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan temuan peneliti tentang metode guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pnelitian kualitatif deskriptif, dengan informan terdiri dari satu guru yaitu wali kelas II B dan enam siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan membaca (tinggi, sedang, rendah) menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDN 013 Tarakan telah menerapkan empat metode dalam pembelajaran membaca dikelas yaitu; 1) Metode fonetik dimana siswa diajarkan membaca dengan mengenal bunyi huruf kemudian mengaitkan setiap bunyi huruf dengan kata yang bermakna; 2) Metode alfabet dimana siswa diajarkan membaca dengan memperkenalkan huruf alfabet dari A sampai Z melalui proses menghafal, mengeja, dan menyusun huruf menjadi kata; 3) Metode bimbingan individual dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan bimbingan khusus secara langsung oleh guru, agar guru dapat memilih metode yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan membaca siswa; 4) Metode membaca berulang dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan teks bacaan yang sama dalam beberapa kali pertemuan agar siswa lancar dalam membaca dan memahami isi bacaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Lereng Dengan Perkuatan Minipile Menggunakan Metode Fellenius Dan Aplikasi Geostudio (Studi Kasus : Jalan Gunung Amal Kota Tarakan)

2025•

Lereng pada Jalan Gunung Amal, Kota Tarakan, menunjukkan retakan yang berpotensi mengganggu lalu lintas serta membahayakan masyarakat sekitar. Kondisi topografi curam dan tanah lempung meningkatkan risiko longsor sehingga diperlukan analisis stabilitas dan perkuatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai faktor keamanan (Safety Factor/SF) kondisi eksisting serta merencanakan perkuatan menggunakan minipile. Analisis dilakukan dengan metode Fellenius menggunakan GeoStudio Slope/W 2024, dengan parameter tanah dari hasil Cone Penetration Test (CPT). Kebutuhan perkuatan ditentukan berdasarkan teori cerucuk Mochtar yang memperhitungkan kapasitas tiang terhadap beban lateral. Hasil penelitian lereng menunjukkan nilai SF eksisting sebesar 1,468 yang dikategorikan belum stabil. Perhitungan manual merekomendasikan 15 buah minipile berukuran 20 × 20 cm untuk mencapai SF rencana 2,0. Sedangkan, analisis dengan GeoStudio memperlihatkan nilai SF meningkat menjadi 2,531, yang menunjukkan perkuatan minipile efektif meningkatkan stabilitas lereng. Perbedaan hasil manual dan perangkat lunak menegaskan bahwa analisis manual memberikan nilai minimum, sedangkan perangkat lunak menghasilkan estimasi lebih rinci dan lebih aman. penggunaan minipile dapat menjadi solusi teknis dalam meningkatkan kestabilan lereng pada tanah lempung serta dapat dijadikan acuan dalam perencanaan di daerah rawan longsor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Effect of Applying the CLL (Community Language Learning) Method to Elevate Speaking Skills in Seventh Grade of SMPN 11 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Pembelajaran Bahasa Berbasis Komunitas (CLL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII di SMPN 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025-2026. Desain eksperimen pra-tes-pasca-tes dengan satu kelompok digunakan. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa. Kinerja berbicara siswa diukur melalui pre-test dan post-test untuk menganalisis peningkatan setelah penerapan metode CLL. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial dengan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berbicara siswa, dengan rata-rata skor naik dari 38,62 pada pre-test menjadi 63,45 pada post-test. Uji t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa metode CLL memiliki efek yang signifikan secara statistik terhadap keterampilan berbicara siswa. Temuan ini menyarankan bahwa CLL menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan interaktif yang meningkatkan partisipasi siswa, mengurangi kecemasan, dan memperkuat kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris. Kesimpulannya, metode CLL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa SMP di SMPN 11 Tarakan. Guru-guru didorong untuk mengadopsi metode ini guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan berpusat pada siswa yang mendukung perkembangan bahasa lisan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Video Project-Based Learning: Exploring the Students' Speaking Performance in ESP Course of Civil Engineering

2025•

Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan berbicara mahasiswa selama implementasi Video Project-Based Learning (VPJBL) dalam mata kuliah English for Specific Purposes (ESP) pada program studi Teknik Sipil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bagaimana VPJBL diterapkan dalam pengajaran ESP, (2) menganalisis peningkatan yang dirasakan dalam kemampuan berbicara mahasiswa setelah penerapan VPJBL, dan (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama implementasi. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian adalah 40 mahasiswa dari Kelas B Teknik Sipil 2021 yang mengikuti pengajaran ESP menggunakan VPJBL. Sampling purposif digunakan untuk memilih 10 mahasiswa dan dosen mata kuliah untuk wawancara guna memperoleh perspektif mendalam. Analisis data menggunakan metode yang diuraikan oleh Miles et al. (2014), termasuk pengondensasian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa VPJBL berkontribusi pada peningkatan kinerja berbicara, terutama dalam hal pengucapan, kelancaran, penggunaan kosakata teknis, dan penyusunan kalimat. Proses pembelajaran juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, partisipasi, dan kolaborasi melalui latihan berulang, produksi video, presentasi, dan umpan balik formatif. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan terkait pengucapan, kecemasan yang memengaruhi kelancaran, dan kolaborasi kelompok yang tidak merata. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pengawasan terstruktur, pedoman proyek yang jelas, dan umpan balik berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Penangkal Petir Eksternal Pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Dengan Metode Sudut Proteksi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petir dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, sehingga diperlukan sistem penangkal petir sebagai upaya perlindungan. Sistem penangkal petir terdiri atas dua jenis, yaitu sistem eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penangkal petir eksternal pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dengan menggunakan metode sudut proteksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan teknis serta ilustrasi hasil menggunakan perangkat lunak AutoCAD menunjukkan bahwa metode sudut proteksi mampu melindungi seluruh bangunan. Hasil pengukuran nilai tahanan tanah setelah paralel elektroda diperole h sebesar 2,47 Ω, yang telah memenuhi standar ketentuan. Berdasarkan metode sudut proteksi, tingkat proteksi bangunan berada pada kategori IV dengan sudut proteksi 55°, menghasilkan radius perlindungan sebesar 32,77 m dengan cakupan area keseluruhan 65,54 m. Hasil evaluasi membuktikan sistem penangkal petir eksternal pada gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan telah sesuai standar dan efektif dalam melindungi bangunan dari sambaran petir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Angkutan Sedimen Total pada Sungai Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan.

2025•

.Adapun permasalahan yang biasanya terjadi pada sungai yaitu pengendapan sedimentasi pada sungai, hal itu terjadi karena ketinggian sedimentasi mengurangi kedalaman dari air, apabila pedangkalan sungai melebihi kemampuan daya tampung aliran sungai. Sehingga diperlukan beberapa analisis yang detail guna mengatasi seberapa jauh sedimentasi sungai yang mempengaruhi terjadinya banjir. Akibat dari kuranganya pemeliharaan sungai karang anyar, sehingga sungai yang berlokasi pada jalan Slamet Riady Kecamatan Tarakan Barat ini mengalami sedimentasi yang Terdapat beberapa titik yang terjadi penumpukan sedimen yang sudah ditumbuhi oleh tanaman. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis debit angkutan sedimen total, memperoleh metode untuk dijadikan tolak ukur dalam menentukan debit sedimen total dan analisis gradasi butiran pada sungai Karang Anyar. Dari hasil penelitian angkutan sedimen total, didapatkan hasil angkutan sedimen yang dihasilkan tiap titik untuk tiap metode rata-rata metode Englund and Hansen’s 0,06 ton/tahun, metode Bagnold 1,49 ton/tahun, dan metode Yang 1,14 ton/tahun, dan Hasil analisis uji gradasi butiran pada sungai Karang Anyar memiliki karakteristik material yang didominasi oleh jenis pasir sedang dengan ukuran butiran berkisar 0,25 mm-0,5 mm dan pasir sangat halus dengan ukuran butiran berkisar 0,062 mm-0,125 mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Laju Infiltrasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Kota Tarakan mengalami perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh, pertumbuhan populasi, pembangunan fasilitas umum dan aktivitas ekonomi. Semua faktor berdampak langsung pada kondisi hidrologi dan mempengaruhi kemampuan tanah untuk menyerap air dalam proses infiltrasi. Infitrasi adalah elemen penting dalam sistem hidrologi DAS yang berfungsi untuk pengisian air tanah, pengaturan aliran permukaan, serta menjaga keseimbangan aliran Sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa cepat laju infiltrasi dan pengaruhnya pada penggunaan lahan terhadap infiltrasi air di DAS Bengawan Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimen. Data yang dikumpulkan dengan mengukur laju infiltrasi secara langsung menggunakan alat double ring infilnometer di 20 titik lokasi berbeda yang mewakili berbagai macam penggunaan lahan. Selain itu data sekunder berupa peta DAS yang di olah menggunakan software google earth dan GIS. Pada proses pengolahan data yakni, menghitung laju infiltrasi awal, laju infiltrasi konstan, total volume infiltrasi dan konstanta Horton dengan menerapkan metode Horton yang selanjutnya dilakukan klasifikasi laju infiltrasi sesuai dengan standar menurut Uhland & O’Neal, (1951). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi tanah berada pada kategori agak lambat hingga sedang. Nilai laju infiltrasi yang diperoleh berkisar antara 1,0155 cm/jam sampai dengan 3,2552 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat hingga sedang. Terdapat perbedaan nilai laju infiltrasi antar jenis penggunaan lahan. Lahan dengan tutupan vegetasi seperti perkebunan, semak dan lahan terbuka hijau cenderung memiliki laju infiltrasi lebih tinggi dibandingkan lahan permukiman dan lahan terbuka tanpa vegetasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail