Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tata guna lahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RAWASARI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan tata guna lahan di DAS Rawasari Kota Tarakan berpengaruh terhadap peningkatan limpasan permukaan dan potensi banjir. Perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan debit aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir pada DAS Rawasari Kota Tarakan serta mengetahui besarnya perubahan debit banjir akibat perubahan lahan yang terjadi selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis hidrologi dan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi data curah hujan maksimum tahun 2015-2024 dan data tutupan lahan tahun 2016, 2019, 2020, 2024, dan 2026. Analisis debit banjir dilakukan menggunakan Metode Rasional dengan mempertimbangkan koefisien aliran, intensitas hujan, dan luas DAS. Hasil penelitian menunjukkan adanya prubahan tata guna lahan yang signifikan. Luas permukiman meningkat dari 40,261 ha pada tahun 2016 menjadi 87,757 ha pada tahun 2026, sedangkan luas hutan menurun dari 128,994 ha menjadi 113,719 ha. Perubahan tersebut menyebabkan koefisien aliran (C) meningkat dari 0,30 menjadi 0,35 sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan debit banjir. Pada kala ulang 10 tahun, debit banjir meningkat dari 213,16 m3/detik menjadi 223,37 m3/detik (4,73%). Pada kala ulang 25 tahun debit banjir meningkat dari 226,55 m3/detik menjadi 237,40 m3/detik, sedangkan pada kala ulang 50 tahun meningkat dari 234,16 m3/detik menjadi 245,43 m3/detik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perubahan Kapasitas Simpan Air Di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan tata guna lahan dan pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai kapasitas simpan air. Nilai kapasitas simpan air menentukan jumlah air yang tersedia di dalam tanah untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya wilayah Kota Tarakan. Tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produktivitas jika mengalami kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kapasitas simpan air berbasis neraca air dan perubahan tata guna lahan di wilayah Kota Tarakan periode 2005-2020. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis perubahan tata guna lahan, analisis neraca air dan analisis kapasitas simpan air. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai surplus sebesar 44,26 mm dan limpasan sebesar 59,47 mm. Namun nilai pengisian air tanah mengalami penurunan sebesar 15,21 mm. Kapasitas simpan di wilayah Kota Tarakan selama periode 2005-2020 menunjukkan penurunan sebesar 7,57 mm yaitu 130,35 mm pada tahun 2005 dan 122,78 mm pada tahun 2020.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail