Abstrak
Perubahan tata guna lahan di DAS Rawasari Kota Tarakan berpengaruh terhadap peningkatan limpasan permukaan dan potensi banjir. Perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan debit aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit banjir pada DAS Rawasari Kota Tarakan serta mengetahui besarnya perubahan debit banjir akibat perubahan lahan yang terjadi selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis hidrologi dan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi data curah hujan maksimum tahun 2015-2024 dan data tutupan lahan tahun 2016, 2019, 2020, 2024, dan 2026. Analisis debit banjir dilakukan menggunakan Metode Rasional dengan mempertimbangkan koefisien aliran, intensitas hujan, dan luas DAS. Hasil penelitian menunjukkan adanya prubahan tata guna lahan yang signifikan. Luas permukiman meningkat dari 40,261 ha pada tahun 2016 menjadi 87,757 ha pada tahun 2026, sedangkan luas hutan menurun dari 128,994 ha menjadi 113,719 ha. Perubahan tersebut menyebabkan koefisien aliran (C) meningkat dari 0,30 menjadi 0,35 sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan debit banjir. Pada kala ulang 10 tahun, debit banjir meningkat dari 213,16 m3/detik menjadi 223,37 m3/detik (4,73%). Pada kala ulang 25 tahun debit banjir meningkat dari 226,55 m3/detik menjadi 237,40 m3/detik, sedangkan pada kala ulang 50 tahun meningkat dari 234,16 m3/detik menjadi 245,43 m3/detik.