Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: SUHANI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Perubahan Kapasitas Simpan Air Di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2021•Koleksi Perpustakaan

Perubahan tata guna lahan dan pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai kapasitas simpan air. Nilai kapasitas simpan air menentukan jumlah air yang tersedia di dalam tanah untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya wilayah Kota Tarakan. Tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produktivitas jika mengalami kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kapasitas simpan air berbasis neraca air dan perubahan tata guna lahan di wilayah Kota Tarakan periode 2005-2020. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis perubahan tata guna lahan, analisis neraca air dan analisis kapasitas simpan air. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai surplus sebesar 44,26 mm dan limpasan sebesar 59,47 mm. Namun nilai pengisian air tanah mengalami penurunan sebesar 15,21 mm. Kapasitas simpan di wilayah Kota Tarakan selama periode 2005-2020 menunjukkan penurunan sebesar 7,57 mm yaitu 130,35 mm pada tahun 2005 dan 122,78 mm pada tahun 2020.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perubahan Kapasitas Simpan Air Di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan tata guna lahan dan pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai kapasitas simpan air. Nilai kapasitas simpan air menentukan jumlah air yang tersedia di dalam tanah untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya wilayah Kota Tarakan. Tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produktivitas jika mengalami kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kapasitas simpan air berbasis neraca air dan perubahan tata guna lahan di wilayah Kota Tarakan periode 2005-2020. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis perubahan tata guna lahan, analisis neraca air dan analisis kapasitas simpan air. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai surplus sebesar 44,26 mm dan limpasan sebesar 59,47 mm. Namun nilai pengisian air tanah mengalami penurunan sebesar 15,21 mm. Kapasitas simpan di wilayah Kota Tarakan selama periode 2005-2020 menunjukkan penurunan sebesar 7,57 mm yaitu 130,35 mm pada tahun 2005 dan 122,78 mm pada tahun 2020.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail