ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence di Kota Tarakan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah perencanaan jadwal yang masih dilakukan secara manual serta faktor eksternal seperti cuaca yang sering mempengaruhi kelancaran konstruksi. Untuk memastikan proyek berjalan lebih efisien, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jaringan kerja CPM dan PERT untuk mengevaluasi durasi serta hubungan ketergantungan antar aktivitas proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, seperti pelaksana lapangan dan manajer proyek, guna memperoleh informasi mengenai urutan pekerjaan, durasi aktivitas, dan kendala yang dihadapi selama proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami jalur kritis dalam proyek, mengidentifikasi aktivitas yang paling berpengaruh terhadap waktu penyelesaian, serta membandingkan durasi proyek berdasarkan metode CPM dan PERT. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan data durasi aktual proyek di lapangan yang dikombinasikan dengan analisis komparatif antara metode deterministik (CPM) dan probabilistik (PERT), serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan keterbatasan penjadwalan manual yang belum banyak diintegrasikan dalam penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek mencakup beberapa aktivitas utama, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, dan K, dengan estimasi waktu penyelesaian selama 49 hari menggunakan metode CPM dan 50 hari menggunakan metode PERT. Perbedaan durasi tersebut terjadi karena CPM menggunakan estimasi waktu yang bersifat deterministik, sedangkan PERT mempertimbangkan variasi durasi melalui pendekatan probabilistik. Dengan penerapan metode CPM dan PERT, proyek Perumahan Subsidi Putra Residence dapat dikelola secara lebih sistematis, mengurangi risiko keterlambatan, serta memastikan bahwa pembangunan hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada Perumahan Pesona Citra Cemerlang II Kota Tarakan terlihat beberapa bentuk kerusakan yang terjadi terutama di Blok E. Kerusakan bangunan perumahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti tanah yang mengalami penurunan dan bencana alam (banjir dan gempa bumi). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan menghitung persentase kerusakan yang terjadi pada masing-masing jenis kerusakan pada perumahan tersebut. Metode pembobotan yang digunakan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Didapatkan 3 jenis rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Ketiga jenis kerusakan ini tidak terjadi pada satu komponen yang sama, melainkan pada komponen yang berbeda-beda, seperti pada kondisi penurunan bangunan, kemiringan bangunan, dan keretakan pada dinding bangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah rekapitulasi keseluruhan kondisi kerusakan. Kondisi kerusakan dibagi menjadi 3 kondisi, yaitu kondisi penurunan bangunan, kondisi kemiringan bangunan, dan kondisi keretakan dinding bangunan. Ditinjau dari kondisi penurunan bangunan, pada perumahan Blok E terjadi 40% kerusakan ringan, 46,7% mengalami kerusakan sedang dan 6,7% mengalami kerusakan berat serta 6,7% yang tidak mengalami penurunan. Selanjutnya pada tinjauan kondisi kemiringan bangunan pada perumahan Blok E terjadi 46,7% kerusakan ringan, 13,3% mengalami kerusakan sedang dan 40% mengalami kerusakan berat. Sedangkan pada tinjauan kondisi keretakan dinding yang terjadi pada perumahan Blok E terjadi 93,3% mengalami kerusakan ringan dan 6,7% mengalami kerusakan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.ABSTRAK Kota Tarakan adalah salah satu kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara yang saat ini sedang mengalami perkembangan pesat di segala sektor. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat di Kota Tarakan menimbulkan meningkatnya pembangunan. Salah satu pembangunan perumahan yang ada di Kota Tarakan adalah Perumahan Pesona Citra Cemerlang II yang berlokasi di Jln. Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Kec. Tarakan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa debit rancangan saluran drainase di Kawasan Perumahan Perumahan Pesona Citra Cemerlang II 20 tahun yang akan datang, Berapa debit air buangan penduduk 20 tahun yang akan datang, dan Bagaimana desain dimensi penampang saluran untuk sistem drainase di Kawasan Perumahan Pesona Citra Cemerlang II. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan data curah hujan yang diperoleh dari BMKG Kota Tarakan, menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode rasional untuk menghitung debit hujan dan rumus manning untuk perhitungan kecepatan aliran,untuk menjadi acuan desain ulang. Besarnya debit rencana yang tidak memenuhi kapasitas saluran eksisting maka diperlukan design ulang. Rencana perbaikan saluran dilakukan untuk mencegah terjadinya peluapan air kala ulang 20 tahun. Dalam perencanaan dimensi saluran diperbesar namun tipe saluran tetap. STA 1 direncanakan lebar atas (B) = 1,00 m, lebar bawah saluran (b) = 0,60 m, tinggi saluran (H) = 1,10 m, kecepatan aliran (V) = 0,887 m3/detik, debit saluran (Qs) = 0,487 m3/detik dan STA 2 direncanakan lebar atas (B) = 1,00 m, lebar bawah saluran (b) = 0,50 m, tinggi saluran (H) = 0,90 m, kecepatan aliran (V) = 0,860 m3/detik, debit saluran (Qs) = 0,430 m3/detik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MARDIANA, NPM. 1740501075 dengan judul “PERJANJIAN JUAL BELI PERUMAHAN YANG MEMILIKI CACAT TERSEMBUNYI DI KOTA TARAKAN ” dengan bimbingan Zulvia Makka, S.H.,M.H. dan Afdhal, S.H., M.Kn Pokok permasalahan dari penelitian ini merupakan bagaiman bunyi isi pokok yang diperjanjikan tidak sesuai dengan apa yang didapat oleh pihak pembeli sehingga menimbulkan kritik dari pihak pembeli atas apa yang telah diperjanjikan dan mengenai kualitas perumahan yang sudah dipromosikan sehingga diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu: 1. Bentuk perjanjian perumahan di kota Tarakan yang memiliki cacat tersembunyi 2. bentuk perlindungan bagi pihak pembeli terhadap perjanjian jual beli perumahan yang memiliki cacat tersembunyi, penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan yuridis sosial, adapun beberapa sumber dari penelitian ini didapatkan dengan melakukan observasi langsung kelapangan melihat kondisi lokasi, melakukan wawancara langsung dan studi dokumentasi adapun yang didapatkan oleh penulis yakni kurangnya bentu tanggung jawab oleh pihak developer namun saat ini sudah ada beberapa yang menjalakan kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan dan adapun bentuk cacat tersembunyi yang terjadi seperti tersumbatnya wc, kurang kuat pemasangan atap, tembok retak, bangunan yang kurang kuat dan dibangun diatas tanah yang mudah longsong sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat serius. Kata Kunci: Perjanjian Perumahan, Cacat Tersembunyi, Developer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem saluran drainase pada daerah sekitar Batalyon Infanteri 613 Raja Alam Kota Tarakan merupakan saluran gabungan air limbah domestik dan air permukaan tanah. Daerah berkembang seperti area 613 dan perumahan disekitarnya perlu dilakukan penanganan yang baik terutama dalam penanganan drainase agar tidak mudah terjadi peluapan atau banjir didaerah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kapasitas drainase pada daerah sekitar Batalyon Infanteri 613 Raja Alam Kota Tarakan dengan menggunakan perhitungan curah hujan harian maksimum dan perhitungan analisis frekuensi curah hujan menggunakan metode Log Person III. Berdasarkan hasil dari perhitungan didapat nilai debit puncak pada daerah yang ditinjau sebesar 12.82 m3/detik. Pada stasiun 1 dan 8 memiliki lebar bawah (B) = 0.4 m dan tinggi (h) = 0.7 m, dan pada stasiun 2 hingga 7 memiliki lebar bawah (B) = 1.8 m dan tinggi (h) = 0.7 m. Sehingga perlu dilakukan perhitungan redesain saluran agar mampu mengatasi debit puncak yang ada. Pada akhirnya, di peroleh perhitungan saluran eksisting untuk mencegah terjadinya luapan dengan dimensi saluran lebar bawah (B) = 2.5 m, dan tinggi (h) = 1.7 m. Selain itu dilakukan juga penambahan saluran baru sepanjang 50 m dengan dimensi saluran lebar bawah (B) = 2.5 m, dan tinggi (h) = 1.7 m.