ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan konsumen atas kerusakan barang oleh perusahaan ekspedisi, serta bentuk tanggung jawab pihak ekspedisi atas kerusakan barang milik konsumen yang terjadi selama proses pengiriman. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Metode ini juga melibatkan analisis kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan kerusakan barang selama pengangkutan untuk memahami penerapan hukum dalam praktik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen atas kerusakan barang oleh perusahaan ekspedisi mencakup tanggung jawab perusahaan untuk memberikan ganti rugi, hak konsumen untuk mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat diakses oleh konsumen. Selain itu, Pasal 19 dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen menegaskan tanggung jawab pelaku usaha untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Di sisi lain, mekanisme penyelesaian sengketa, seperti negosiasi dan mediasi, juga diatur dalam undang-undang untuk memberikan jalan keluar bagi konsumen yang dirugikan. Akan tetapi meskipun terdapat regulasi yang jelas mengenai perlindungan konsumen, implementasi dan penegakannya masih perlu diperkuat. Perusahaan ekspedisi harus lebih proaktif dalam memenuhi tanggung jawab mereka dan meningkatkan transparansi dalam proses pengiriman untuk melindungi hak-hak konsumen secara efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kerusakan jalan yang terjadi sebelum mencapai umur rencana merupakan salah satu permasalahan umum dalam pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di daerah berkembang seperti Kota Tarakan. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut adalah Jalan Gunung Amal, yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan dilalui oleh kendaraan berat setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama kerusakan jalan tersebut berdasarkan dua aspek utama, yaitu daya dukung tanah dan beban lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg) dan sifat mekanis tanah (nilai CBR). Penelitian ini juga menganalisis data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) serta menghitung beban sumbu kendaraan menggunakan pendekatan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan Truck Factor (TF) untuk mengetahui pengaruh lalu lintas terhadap kerusakan jalan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong lempung lanauan dengan nilai CBR 6%, yang menandakan rendahnya daya dukung tanah terhadap beban kendaraan. Selain itu, data lalu lintas menunjukkan volume kendaraan berat cukup tinggi, yang secara signifikan mempercepat kerusakan lapisan perkerasan jalan. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan pada ruas Jalan Gunung Amal disebabkan oleh kombinasi antara rendahnya daya dukung tanah dasar dan tingginya beban lalu lintas harian. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur jalan yang lebih baik, termasuk perbaikan tanah dasar (soil improvement) dan pengaturan beban kendaraan, agar umur rencana jalan dapat tercapai secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENGARUH BENTUK INSEKTISIDA BERBAHAN SERAI DAN JENIS WADAH PENYIMPANAN TERHADAP HAMA KUMBANG BERAS (Sitophilus oryzae) Abstrak Hama gudang kumbang beras merupakan hama pasca panen yang mampu menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Pemanfaatan bahan alami sebagai insektisida dan jenis wadah penyimpanan yang tepat merupakan upaya alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras dan mengetahui perbedaan pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan bentuk insektisida (tanaman serai) yang terdiri dari kontrol/tanpa tanaman serai (P1), serai berbentuk bubuk (P2), serai berbentuk padatan (P3), dan serai berbentuk batang (P1). Sedangkan, faktor kedua yaitu wadah penyimpanan yang terdiri wadah plastik (W1), wadah karung (W2), dan wadah kaleng (W3). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 5 (lima) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk insektisida serai dan jenis wadah penyimpanan berpengaruh terhadap mortalitas serangga, kerusakan bulir, dan kehilangan berat beras pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan. Insektisida bentuk batang (P4) dan bubuk (P2) memberikan efek terbaik dalam meningkatkan mortalitas dan menekan kerusakan serta kehilangan berat. Wadah kaleng (W3) menjadi jenis wadah penyimpanan paling efektif dibanding plastik dan karung, Kombinasi perlakuan P4 W3 secara konsisten menunjukkan hasil terbaik, dengan mortalitas tertinggi (28% pada 7 HSP dan 36% pada 14 HSP), kerusakan bulir terendah (1,08% dan 2,23%), serta kehilangan berat paling rendah. Dengan demikian, kombinasi bentuk batang dengan wadah kaleng direkomendasikan sebagai formulasi optimal insektisida nabati dalam pengendalian Sitophilus oryzae pada penyimpanan beras. Kata Kunci: Bubuk, Mortalitas, Kaleng, Kerusakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada saat ini Gedung Rusunawa Kota Tarakan memerlukan perbaikan karena usia rusunawa sudah belasan tahun sehingga banyak kamar hunian yang membutuhkan perawatan karena mengalami kerusakan. Pemeliharaan dan perawatan bengunan gedung harus dilakukan secara konsisten agar dapat mengembalikan fungsi sarana dan prasarana secara penuh, serta membuat penghuni tetap aman dan nyaman untuk bertempat tinggal di Gedung Rusunawa Kota Tarakan, hal ini sejalan dengan PP No 16 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan tingkat kerusakan dan memberikan rekomendasi terhadap kerusakan yang terjadi pada Gedung Rusunawa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan interview kepada pengelola, satpam, dan penghuni rusunawa terkait kerusakan pada Gedung Rusunawa. Hasil penelitian diperoleh presentase kerusakan untuk keseluruhan bangunan sebesar 12,443%, yang merupakan kategori kerusakan ringan menurut PP No 16 Tahun 2021. Adapun untuk rekomendasi perbaikan pada retak (kolom, balok, dan dinding), sudut kolom yang pecah, selimut beton hancur dan berlubang akibat air, rekomendasi perbaikannya menggunakan campuran semen Conbextra GP dan air. Kemudian untuk kerusakan pada finishing dinding rekomendasi perbaikannya dilakukan dengan pengecatan ulang menggunakan cat waterproof dan untuk kerusakan pada keran air, instalasi listrik, serta gagang pintu sebaiknya langsung mengganti dengan yang baru agar tidak terjadi kerusakan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruas Jalan Sei Bengawan Kota Tarakan merupakan jalan yang sering dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material karena adanya pembangunan pabrik kertas di jalan tersebut, sehinga mengakibatkan beban yang diterima jalan melebihi beban rencana (overloading) yang menjadi penyebab salah satu kerusakan dan ketidakrataan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tingkat kerusakan jalan dan ketidakrataan jalan serta jenis penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer berupa jenis, tingkat keparahan dan luasan kerusakan jalan serta data ketidakrataan jalan atau nilai IRI yang didapatkan dari aplikasi roadroid. Hasil penelitian didapatkan nilai tingkat kerusakan pada metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah 62 yang menunjukkan kondisi perkerasan dalam kategori sedang dan nilai tingkat ketidakrataan pada metode International Roughness Index (IRI) adalah 4,04 m/km dengan nilai tingkat pelayanan (PSI) adalah 1,81 yang menunjukkan kondisi pelayanan jalan Sei Bengawan kurang dengan rentang nilai PSI tingkat kepercayaan 95% berkisaran 1,60 - 2,02. Pemilihan jenis pemeliharaan pada keseluruhan ruas jalan Sei Bengawan adalah peningkatan jalan. Apabila, berdasarkan jenis kerusakan masing-masing segmen jalan, jenis penanganan berdasarkan aturan standar perbaikan Direktorat Jendral Bina Marga 1995 yaitu P2 (pengaspalan), P3 (pelapisan retak), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Ruas jalan Pangeran Aji Iskandar merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat dengan lalu lintas yang padat, terutama dari kendaraan berat. Lalu lintas berat ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat pada jalan akibat beban berlebih (overload). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan umur sisa (remaining life) dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan dua metode analisis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak beban berlebih. Penghitungan dilakukan melalui data lalu lintas harian rata-rata (LHR), vehicle damage factor (VDF), dan equivalent single axle load (ESAL). Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa dan tingkat kerusakan menunjukan bahwa setiap tahunya mengalami penurunan. Pada LHR jampuncak menunjukkan bahwa umur sisa perkerasan pada kondisi normal hingga tahun keenam (2029) adalah 11,96% dengan tingkat kerusakan mencapai 88,04%. Namun, dengan penambahan beban 10%, umur sisa jalan pada tahun awal (2024) menjadi negatif, yaitu -13,50%, dan tingkat kerusakan mencapai 113,50%. Pada LHR kendaraan total, umur sisa jalan hingga tahun keenam (2029) adalah 3,04% dengan tingkat kerusakan 96,96%. Penambahan beban 10% mengakibatkan umur sisa perkerasan turun menjadi -39,26% pada tahun 2024, dengan tingkat kerusakan mencapai 139,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban lalu lintas yang berlebihan secara signifikan mengurangi umur jalan dan mempercepat tingkat kerusakan, sehingga diperlukan perawatan yang lebih sering untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan P. Aji Iskandar merupakan jalan yang ada di Kota Tarakan yang sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam beraktifitas, berkendaraan maupun berjalan kaki. Kondisi jalan yang terjadi pada ruas jalan tersebut ada beberapa jalan yang berlubang, retak dan bekas tambalan jalan dan kerusakan lainnya. Ruas jalan tersebut selalu dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berlebihan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut dan mengetahui nilai urutan prioritas untuk perbaikan jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga. Penelitian ini dilakukan sepanjang 3000 meter dengan lebar jalan 7 meter. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei visual yaitu dengan mencatat jenis kerusakan serta dimensi kerusakan, juga melakukan survei kondisi LHR (Lalu Lintas Harian) untuk mendapatkan kondisi lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian, jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan P. Aji Iskandar adalah kerusakan retak kulit buaya (161,84 m2), kerusakan retak memanjang (101,59 m), kerusakan retak melintang (15,70 m), kerusakan lubang (135,37 m2), kerusakan tambalan (266,36 m2), kerusakan pelepasan butir (372,60 m2), dan kerusakan amblas (52,10 m2). Menurut metode Bina Marga, diperoleh Urutan Prioritas adalah 5 (urutan prioritas 4-6) termasuk dalam program pemeliharaan berkala.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dengan judul “Pertanggungjawaban Pemilik Rumah Atas Kebakaran Yang Menimbulkan Kerusakan Pada Harta Orang Lain” dilaterbelakangi oleh maraknya kasus kebakaran rumah yang berawal dari satu rumah kemudian merembet ke rumah-rumah orang di sekitarnya. Kebakaran yang terjadi karena kelalaian atau perilaku tidak hati-hati seseorang ini kemudian merugikam orang lain. Pasal 1365 dan 1366 BW merupakan dasar hukum dari korban kebakaran untuk menuntut pertanggungjawaban dalam berbentuk ganti kerugian terhadap kerusakan harta benda miliknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pembuktian atas kebakaran yang menimbulkan kerusakan pada harta orang lain, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pemilik rumah atas kebakaran yang menimbulkan kerusakan pada harta orang lain. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian normatif, yang dilakukan dengan menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum serta yurisprudensi guna menjawab isu hukum. Dengan meneliti kasus faktual yang telah berkekuatan hukum tetap dihubungkan dengan isu hukum, sehingga memenuhi kategori Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sebagaimana termaktub dalam Pasal 1365 dan Pasal 1366 Burgerlijk Wetboek (BW). Hasil penelitian ini adalah orang yang dirugikan harus meminta pertanggungjawaban dari pemilik rumah asal api dan membuktikan kesalahannya melalui upaya non litigasi dan/atau upaya litigasi demi terpenuhinya hak-hak orang yang dirugikan ini. Beban pembuktian berada pada orang yang mengaku memiliki hak dan ingin meneguhkan haknya tersebut. Pembuktian harus didukung alat-alat bukti yang sah dan meyakinkan majelis hakim. Berdasarkan pembuktian di muka persidangan, sehingga majelis hakim akan memutus siapa yang berkewajiban untuk bertanggung jawab dengan cara mengganti kerugian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada Perumahan Pesona Citra Cemerlang II Kota Tarakan terlihat beberapa bentuk kerusakan yang terjadi terutama di Blok E. Kerusakan bangunan perumahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti tanah yang mengalami penurunan dan bencana alam (banjir dan gempa bumi). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan menghitung persentase kerusakan yang terjadi pada masing-masing jenis kerusakan pada perumahan tersebut. Metode pembobotan yang digunakan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Didapatkan 3 jenis rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Ketiga jenis kerusakan ini tidak terjadi pada satu komponen yang sama, melainkan pada komponen yang berbeda-beda, seperti pada kondisi penurunan bangunan, kemiringan bangunan, dan keretakan pada dinding bangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah rekapitulasi keseluruhan kondisi kerusakan. Kondisi kerusakan dibagi menjadi 3 kondisi, yaitu kondisi penurunan bangunan, kondisi kemiringan bangunan, dan kondisi keretakan dinding bangunan. Ditinjau dari kondisi penurunan bangunan, pada perumahan Blok E terjadi 40% kerusakan ringan, 46,7% mengalami kerusakan sedang dan 6,7% mengalami kerusakan berat serta 6,7% yang tidak mengalami penurunan. Selanjutnya pada tinjauan kondisi kemiringan bangunan pada perumahan Blok E terjadi 46,7% kerusakan ringan, 13,3% mengalami kerusakan sedang dan 40% mengalami kerusakan berat. Sedangkan pada tinjauan kondisi keretakan dinding yang terjadi pada perumahan Blok E terjadi 93,3% mengalami kerusakan ringan dan 6,7% mengalami kerusakan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan mulsa atau penutup tanah dapat mempengaruhi iklim mikro tanah dan dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah termasuk mengendalikan intensitas serangan hama. Tujuan penelitian yakni menguraikan insidensi hama, dan membandingkan pengaruh jenis mulsa terhadap intensitas serangan hama pada budidaya tanaman semangka. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan perlakuan penggunaan mulsa jerami, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik silver, serta tanpa mulsa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 (enam) kali dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter penelitian yakni insidensi hama atau jenis hama yang ditemukan, dan intensitas kerusakan hama. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan hama yang ditemukan pada budidaya semangka menggunakan mulsa terdiri dari belalang, jangkrik, kutu daun, lalat buah, penggorok daun, siput, ulat grayak, dan tikus. Insidensi atau perjumpaan hama terendah pada penggunaan mulsa plastik silver (286 perjumpaan), dan tertinggi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami (594 dan 494 perjumpaan). Intensitas serangan atau kerusakan daun hama tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami, mencapai 26.67% pada 2 MST, dan terendah pada mulsa plastik silver yang mencapai 8.89% pada 4 MST. Kerusakan pada buah mencapai 40.83%. Sedangkan, penggunaan mulsa plastik silver kerusakan hanya mencapai 21.11%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Fitri Handayani NPM: 1640501015 dengan judul skripsiTinjauan Yuridis Pertambangan Pasir LautIllegalOleh Mayarakat Di Kecamatan Sebatik,Dr.Syafruddin,S.H.,M.Hum sebagai pembimbing I dan Arif Rohman, S.HI.,LL.Msebagai Pembimbing II. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian yaitu: Bagaimana penegakan hukum pertambangan pasir laut illegal di Kecamatan Sebatik dan Bagaimana tanggung jawab (orang) pemilik pertambangan illegal terhadap kerusakan lingkungan akibat pertambangan di Kecamatan Sebatik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum Normatif yaitu merupakan penelitian hukum untuk menetukan aturan hukum, prinsip hukum,maupun doktrin hukum untuk menjawab masalah hukum guna untuk menjawab masalah hukum yang dihadapi. ABSTRACT Fitri Handayani NPM: 1640501015with the thesis title juridical Review of Illegal sea sand Mining by the Community in SebatikDistrict,Dr.Syafruddin, S.H.,M.Hum as supervisor I and Arif Rohman, S.HI.,LL.M as Supervisor II. This thesis research aims to answer research problemes, namely: How to enforce the low on illegal sea sand mining in Sebatik District end How is the responsibility (person) of illegal mining owners to environmental damage due to mining in Sebatik District. The research medhod used in this study is the normative legal method,whick is a legal research to determine the rule of law, legal principles, and legal doctrine to answer legal problems in order to answer legal problems faced. Sea sand mining that has accurred in the Sebatik sub-district since 2007 until now can be said to be a criminal act of illegal mining. Lack of supervision and lack of firmness of law enforment officers against perpetrators (community) CAUSIng environmental damage in the form of abrasion along the coast of the sea, this is contrary to low 3 of 2020 concerning mineral end coal mining end law number 32 of 2009 concerning Environmental Management Until now, there are no cases of arrests from law enforcement officers and there is no form of community responsibility. Pertambangan pasir laut yang terjadi di kecamatan sebatik sejak tahun 2007 hingga saat ini dapat di katakan sebagai tindak pidana pertambangan illegal. kurangnya pengawasan dan tidak tegasnya aparat penegak hukum terhadap pelaku (Masyarakat) menyebabkan kerusakan lingkungan berupa abrasi di sepanjang pantai pesisir laut, hal ini bertentangan Dengan Undang Undang 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batu Bara Dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Sampai saat ini tidak adanya kasus penangkapan dari aparat penegak hukum dan tidak adanya bentuk tanggung jawab masyarakat.