ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya bubuk kakao. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik bubuk kakao adalah lama fermentasi biji sebelum pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik bubuk kakao serta menentukan lama fermentasi yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu lama fermentasi yang terdiri atas F0 (0 hari), F1 (2 hari), F2 (4 hari), F3 (6 hari), dan F4 (8 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar lemak, pH, warna, aroma, dan rasa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada parameter yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, pH, warna, dan rasa, sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata. Perlakuan F3 (6 hari) menghasilkan kadar air 4,62%, kadar lemak 11,25%, pH 4,60, serta karakteristik organoleptik warna, aroma, dan rasa yang baik. F3 dipilih sebagai perlakuan optimum karena memenuhi persyaratan mutu dan menghasilkan karakteristik yang masuk baik dengan waktu fermentasi lebih singkat dibandingkan F4. Dengan demikian, fermentasi selama 6 hari merupakan perlakuan optimum dalam menghasilkan bubuk kakao pada penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENGARUH BENTUK INSEKTISIDA BERBAHAN SERAI DAN JENIS WADAH PENYIMPANAN TERHADAP HAMA KUMBANG BERAS (Sitophilus oryzae) Abstrak Hama gudang kumbang beras merupakan hama pasca panen yang mampu menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Pemanfaatan bahan alami sebagai insektisida dan jenis wadah penyimpanan yang tepat merupakan upaya alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras dan mengetahui perbedaan pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan bentuk insektisida (tanaman serai) yang terdiri dari kontrol/tanpa tanaman serai (P1), serai berbentuk bubuk (P2), serai berbentuk padatan (P3), dan serai berbentuk batang (P1). Sedangkan, faktor kedua yaitu wadah penyimpanan yang terdiri wadah plastik (W1), wadah karung (W2), dan wadah kaleng (W3). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 5 (lima) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk insektisida serai dan jenis wadah penyimpanan berpengaruh terhadap mortalitas serangga, kerusakan bulir, dan kehilangan berat beras pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan. Insektisida bentuk batang (P4) dan bubuk (P2) memberikan efek terbaik dalam meningkatkan mortalitas dan menekan kerusakan serta kehilangan berat. Wadah kaleng (W3) menjadi jenis wadah penyimpanan paling efektif dibanding plastik dan karung, Kombinasi perlakuan P4 W3 secara konsisten menunjukkan hasil terbaik, dengan mortalitas tertinggi (28% pada 7 HSP dan 36% pada 14 HSP), kerusakan bulir terendah (1,08% dan 2,23%), serta kehilangan berat paling rendah. Dengan demikian, kombinasi bentuk batang dengan wadah kaleng direkomendasikan sebagai formulasi optimal insektisida nabati dalam pengendalian Sitophilus oryzae pada penyimpanan beras. Kata Kunci: Bubuk, Mortalitas, Kaleng, Kerusakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Roti merupakan produk pangan berbahan dasar tepung terigu yang di fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya yang diolah dengan cara dipanggang. Roti memiliki umur simpan yang relatif singkat sehingga mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bubuk kayu manis sebagai bahan pengawet alami terhadap umur simpan roti. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pembuatan bubuk kayu manis. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan meliputi penentuan konsentrasi bubuk kayu manis yang dan penentuan formula roti yang digunakan. Di dalam penelitian utama, diketahui konsentrasi bubuk kayu manis yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Sebagai perbandingan, peneliti menambahkan bahan pengawet buatan jenis asam sorbat dan tanpa penambahan konsentrasi bubuk kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan bahan pengawet (0%, 1%, 2%, 3% bubuk kayu manis dan penambahan pengawet buatan jenis asam sorbat) dan lama penyimpanan (5 hari, 10 hari dan 15 hari). Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein, Uji Mikroba dan pengujian Organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air roti manis berkisar antara 29,73% hingga 31,66% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 27,69% hingga 29,12%. kadar abu roti manis berkisar antara 1,16% hingga 1,53% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 0,97% hingga 1,28%. kadar protein roti manis berkisar antara 5,71% hingga 6,05% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 5,23% hingga 5,60%. Pada parameter uji mikroba, total kapang terbanyak selama penyimpanan ditemukan pada perlakuan K0 pada masa penyimpanan 15 hari dengan jumlah coloni 2,54 x 107 coloni/g. Hasil pengujian organoleptik paling banyak disukai oleh panelis pada semua perlakuan (K0, K1, K2, K3, dan K4) yaitu pada masa penyimpanan 5 hari dengan kriteria cukup baik sampai sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Tanah adalah salah satu komponen penting dalam dunia konstruksi karena hampir semua bangunan konstruksi didirikan di atas tanah. Namun tidak semua tanah dapat langsung digunakan dikarenakan daya dukung tanah yang buruk. Penelitian ini membahas tentang stabilisasi tanah lempung lunak dengan menggunakan stabilizer (kapur, oksida besi dan bubuk damar). Tujuan penelitian (1) Menilai pengaruh penambahan stabilizer serta masa peram terhadap sifat fisis dan sifat teknis (2) Menetapkan persentase bahan stabilizer yang harus dicampurkan agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis (3) Menetapkan lama masa peram tanah lempung lunak yang distabilisasi menggunakan stabilizer agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan dalam skala laboratorium. Sifat fisis dan teknis tanah dari Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Kalimantan Utara diperoleh w =88,74%, Gs =2,23, =1,09gr/cm³, tanah lolos saringan No.200 =84,58%, LL =73,72%, PL =21,05%, IP =52,67%, wopt =26,15% dan dry =1,3 gr/cm³ serta nilai qu =0,21kg/cm². Adapun hasil penelitian tanah stabilisasi diperoleh bahwa pada stabilisasi tanah lempung lunak dengan stabilizer dapat mempengaruhi sifat fisis dan sifat teknis tanah, namun pada sifat teknis tanah untuk variasi stabilizer 25% dan 30% tidak dapat dilakukan pengujian UCT karena benda uji mengalami perubahan sifat fisis sehingga tidak dapat dicetak dan dilakukan pengujian. Pengaruh stabilisasi tanah dengan stabilizer menurunkan persentase tanah yang lolos saringan No.200, meningkatkan nilai Gs, , qu serta menurunkan w, LL dan IP.