Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

49 hasil
Subjek: karakteristik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DENGAN TINGKAT KERUGIAN PASCA PANEN AKIBAT KONTAMINASI FUNGI DI KELURAHAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan usaha budidaya rumput laut serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi di Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 15 petani rumput laut dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi visual, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan responden berusia 20–55 tahun dengan rata-rata 38,8 tahun. Pendidikan didominasi SD sebanyak 9 orang (60%), dengan pengalaman budidaya 1–10 tahun (rata-rata 5,4 tahun). Luas area budidaya 635–936 m² (rata-rata 745,6 m²), dan hasil panen 100–400 kg (rata-rata 176,67 kg per panen). Total hasil panen seluruh responden 2.650 kg dengan hasil rusak 1.303 kg. Rata-rata persentase kerugian tiap responden mencapai 48,44%. Seluruh responden pernah mengalami kontaminasi fungi dengan skor intensitas 1–4 (rata-rata 2,87). Uji korelasi Spearman menunjukkan usia ρ = -0,037 (Sig. = 0,897); pendidikan ρ = -0,086 (Sig. = 0,761); pengalaman budidaya ρ = 0,112 (Sig. = 0,691); luas area ρ = -0,185 (Sig. = 0,508); dan hasil panen ρ = 0,506 (Sig. = 0,055). Seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga belum ditemukan bukti statistik yang cukup untuk mendukung hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengalaman budidaya, luas area, dan hasil panen dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi pada taraf signifikansi 5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan komunitas penting sekaligus bahan pangan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, yang menjadi primadona sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah melalui rantai tata niaga. Namun, keberadaannya kini menjadi hal krusial mengingat terjadinya penurunan kualitas perairan akibat paparan sampah plastik hingga mikroplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran pada rumput laut K. alvarezii di Perairan Amal, Kota Tarakan. Sampel diambil dengan metode isolasi, yaitu mengambil sebagian rumput laut lalu memasukkannya ke dalam botol sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada seluruh sampel rumput laut, dengan bentuk yang teridentifikasi berupa fiber (106 partikel), film (64 partikel), fragmen (61 partikel), dan filamen (3 partikel), di mana fiber menjadi bentuk paling dominan. Teridentifikasi 8 ragam warna mikroplastik, didominasi warna hitam (85 partikel) dan terendah warna ungu (3 partikel). Ukuran partikel bervariasi dari 20–40 µm hingga lebih dari 5000 µm, dengan rentang 100–500 µm paling banyak dijumpai (105 partikel) terutama pada talus utama rumput laut, sedangkan rentang 40–60 µm ditemukan paling sedikit (1 partikel). Kelimpahan mikroplastik tertinggi mencapai 91 partikel dengan rata-rata sekitar 18,2 ± 5,76 partikel/gram, sementara kelimpahan terendah sekitar 60 ± 4,18 partikel dengan rata-rata sekitar 12 partikel/gram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP PERUBAHAN KARAKTERISTIK BUBUK KAKAO (Theobroma cacao L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya bubuk kakao. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik bubuk kakao adalah lama fermentasi biji sebelum pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik bubuk kakao serta menentukan lama fermentasi yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu lama fermentasi yang terdiri atas F0 (0 hari), F1 (2 hari), F2 (4 hari), F3 (6 hari), dan F4 (8 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar lemak, pH, warna, aroma, dan rasa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada parameter yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, pH, warna, dan rasa, sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata. Perlakuan F3 (6 hari) menghasilkan kadar air 4,62%, kadar lemak 11,25%, pH 4,60, serta karakteristik organoleptik warna, aroma, dan rasa yang baik. F3 dipilih sebagai perlakuan optimum karena memenuhi persyaratan mutu dan menghasilkan karakteristik yang masuk baik dengan waktu fermentasi lebih singkat dibandingkan F4. Dengan demikian, fermentasi selama 6 hari merupakan perlakuan optimum dalam menghasilkan bubuk kakao pada penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 7 DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi penanganan ekspor kepiting bakau (Scylla sp) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan, salah satunya komoditas kepiting bakau (Scylla sp) yang menjadi komoditas unggulan ekspor dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan cukup besar di pasar internasional sehingga harus memenuhi persyaratan mutu, kesehatan, dan ketentuan teknis negara tujuan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) berperan penting dalam menjamin kelayakan ekspor melalui pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pengujian kesehatan, dan pengawasan penanganan komoditas sebelum diterbitkannya sertifikat kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur penanganan dan pengawasan kualitas ekspor kepiting bakau di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) serta mengidentifikasi karakteristik kepiting yang di ekspor berdasarkan spesies, ukuran, bobot, jenis kelamin, dan pemeriksaan white spot syndrome virus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi 40 sampel kepiting bakau ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan ekspor di BKHIT kota Tarakan meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan white spot syndrome virus, pengawasan pengemasan, dan penerbitan sertifikat kesehatan sebagai jaminan mutu ekspor. Seluruh sampel secara administratif tercatat sebagai Scylla serrata, meskipun berdasarkan karakteristik morfologi ditemukan adanya spesies lain yaitu Scylla olivacea. Sebagian besar kepiting memiliki lebar karapas 14-15 cm dan seluruh sampel berjenis kelamin jantan sesuai dengan regulasi PERMEN KP No.7 Tahun 2024. Pemeriksaan kondisi penyakit menunjukkan bahwa sampel yang di uji dalam laboratorium menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction) menunjukkan hasil negatif terhadap white spot syndrome virus (WSSV). Pengujian laboratorium dilakukan secara berkala satu bulan sekali karena eksportir telah memiliki sertifikasi cara karantina ikan yang baik (CKIBK). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan ekspor kepiting bakau di BKHIT Kota Tarakan telah dilaksanakan sesuai prosedur karantina dan mendukung jaminan mutu, kesehatan, serta kelayakan komoditas untuk perdagangan internasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KAPASITAS RUANG PARKIR BANDARA JUWATA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bandar Udara Juwata Tarakan merupakan pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah Kalimantan Utara dengan rata-rata volume penumpang yang tinggi setiap harinya. Kajian komprehensif mengenai kapasitas dan karakteristik parkir di bandara ini terakhir dilakukan pada tahun 2015, sehingga data yang tersedia sudah tidak relevan untuk menggambarkan kondisi eksisting maupun kebutuhan ruang parkir saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik parkir dan kebutuhan ruang parkir di Bandara Juwata Tarakan, baik pada kondisi eksisting maupun proyeksi 10 tahun mendatang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan selama 7 hari berturut-turut pada tiga zona parkir, yaitu area parkir kendaraan roda dua, area parkir umum roda empat, dan area parkir VIP. Data primer diperoleh melalui pencatatan kendaraan masuk dan keluar, sedangkan analisis dilakukan terhadap volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, indeks parkir, turnover, dan occupancy rate. Peramalan kebutuhan ruang parkir 10 tahun mendatang dilakukan dengan analisis faktor pertumbuhan berdasarkan data pergerakan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan akumulasi parkir puncak tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua sebesar 169 kendaraan, roda empat umum sebesar 115 kendaraan, dan roda empat VIP sebesar 27 kendaraan. Dibandingkan dengan kapasitas eksisting, ruang parkir roda dua (261 petak) dan roda empat umum (148 petak) masih mencukupi, sedangkan ruang parkir VIP (24 petak) mengalami kekurangan sebesar 3 petak. Berdasarkan proyeksi menggunakan laju pertumbuhan penumpang rata-rata 2,233% per tahun, kebutuhan ruang parkir pada tahun 2036 diperkirakan mencapai 211 petak untuk roda dua, 143 petak untuk roda empat umum, dan 34 petak untuk VIP, sehingga diperlukan penambahan kapasitas parkir VIP minimal 11 petak untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. BANUA GEMILANG DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menginvestigasi determinan kinerja karyawan pada PT. Banua Gemilang di Kota Tarakan dengan memfokuskan analisis pada kontribusi beban kerja, kondisi lingkungan organisasi, dan atribut karakteristik individu. Secara khusus, studi ini berupaya mengelaborasi peran stres kerja sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antar-variabel tersebut. Dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui metode survei, penelitian ini mengevaluasi sejauh mana keselarasan antara tuntutan tugas dan kapasitas personal memengaruhi efektivitas performa di lingkungan perusahaan. Dengan menggunakan strategi pengambilan sampel jenuh, 110 karyawan dipilih sebagai bagian dari populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui survei Google Forms dengan skala Likert dari 1 hingga 5. Analisis data dalam studi ini diimplementasikan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban kerja dan kondisi lingkungan organisasi merupakan determinan signifikan yang memicu dinamika stres kerja, yang pada gilirannya memberikan implikasi terhadap capaian performa karyawan. Lebih lanjut, ditemukan bahwa stres kerja berfungsi sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antara beban kerja, atmosfer lingkungan, serta karakteristik personal terhadap efektivitas kinerja di lokasi penelitian. Temuan ini menggarisbawahi urgensi manajemen dalam mengelola alokasi tugas secara proporsional, merevitalisasi kualitas ekosistem kerja, serta memperhatikan aspek psikologis individu guna mengoptimalisasi produktivitas organisasi secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA SOAP SHEET SEAWEED DARI FORMULASI Kappaphycus alvarezii DAN SABUN BATANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas perikanan yang melimpah di perairan Pantai Amal Baru Kota Tarakan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu bentuk inovasi pemanfaatannya adalah pembuatan soap sheet seaweed, yaitu sabun berbentuk lembaran tipis yang praktis, higienis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sifat fisik dan kimia soap sheet seaweed berbasis rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Metode penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua ekstraksi rumput laut dengan metode pemanasan menggunakan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, dan tahap ketiga pengujian karakteristik soap sheet seaweed yang meliputi pengujian sifat kimia berupa kadar air, pH, dan alkali bebas, serta pengujian sifat fisik berupa uji organoleptik, tinggi busa, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air soap sheet seaweed berkisar antara 20,50–32,00%, nilai pH berada pada kisaran 9,3–9,86, dan kadar alkali bebas sebesar 0,004–0,008%, yang seluruhnya memenuhi standar SNI. Tinggi busa berada pada kisaran 2,5–3,1 cm dan memenuhi persyaratan mutu sabun. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memiliki tingkat kesukaan panelis tertinggi terhadap warna, aroma, dan tekstur. Aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 15% menghasilkan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa soap sheet seaweed berbasis rumput laut Kappaphycus alvarezii memenuhi standar mutu sabun, memiliki aktivitas antibakteri, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk inovatif yang praktis dan higienis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

karakteristik fisikokima karagenan rumput laut merah (kappaphycus alvarezii) di Tanjung Batu Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut merah yang banyak di budidayakan di Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk hasil perikanan sebagai penghasil karagenan yang memiliki berbagai manfaat baik dibidang farmasi, kosmetik dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi mutu karagenan dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Metode ekstraksi menggunakan larutan KOH dengan konsentrasi 7% (b/v) kemudian di filtrasi untuk selanjutnya di keringkan dan di blender sampai jadi bubuk keragenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik /sensori pada rumput laut (K. alarezii) yaitu pada Kenampakan 7,27 ± 1,55, Bau 6 ± 2,4, Tekstur 8 ± 1,00, nilai rendemen pada penelitian ini yaitu sebesar 19,86%, Nilai kadar air pada penelitian ini sebesar 5,67%, Nilai kadar abu pada penelitian ini yaitu 55,67%, Pada penelitian ini nilai viskositas menghasilkan 22,67 cPs, Nilai kekuatan gel pada penelitian ini yaitu 180,071 g/cm2. Uji Organoleptik parameter bau tidak memenuhi standar SNI, namun pada parameter kenampakan dan tekstur telah memenuhi standar SNI. Rendemen dan kadar abu belum memenuhi standar, namun pada uji kadar air, viskositas dan kekuatan gel telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh FAO dan SNI

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L ) DI DESA BALANSIKU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pelatihan dan Karakteristik Wirausaha Terhadap Perkembangan IKM Oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan kontribusi signifikan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan terhadap pertumbuhan Wira Usaha Baru (WUB) IKM selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan karakteristik wirausaha terhadap perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan IKM, sementara variabel karakteristik wirausaha memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perkembangan IKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ANGKUTAN SEDIMENTASI DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN PADA SALURAN DRAINASE KEBUN SAYUR KARANG ANYAR

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di kawasan Karang Anyar, Kota Tarakan, fenomena sedimentasi pada saluran drainase menjadi perhatian serius akibat pertumbuhan populasi dan pembangunan yang pesat. Aktivitas pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol serta kegiatan pertanian dan pemukiman turut berkontribusi terhadap peningkatan volume sedimen yang masuk ke sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi dan karakteristik sedimen pada saluran drainase Kebun Sayur, Karang Anyar, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi metode Yang, Bagnold, dan Shen & Hung, dengan pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 11 titik sepanjang 500 meter saluran. Data primer yang dikumpulkan mencakup kecepatan aliran, kedalaman, suhu air, dan sampel sedimen yang diuji di laboratorium untuk menentukan berat jenis dan ukuran butir (d50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di saluran drainase didominasi oleh material pasir dengan diameter rata-rata 0,312-0,352 mm. Berat jenis sedimen bervariasi antara 2570,71-2747,25 kg/m³, menunjukkan keberadaan lempung anorganik pada sebagian besar titik pengambilan sampel. Debit total sedimen dihitung menggunakan ketiga metode, menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan. Metode Shen & Hung memberikan hasil yang lebih konservatif dibandingkan dengan metode lainnya. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengelolaan sedimentasi secara terintegrasi untuk menjaga kapasitas drainase dan mencegah banjir di kawasan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PELATIHAN PEGAWAI, PENGEMBANGAN KARIR, MOTIVASI KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berguna dalam penganalisisan pengaruh pelatihan pegawai, pengembangan karir, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, serta peran karakteristik pekerjaan dalam memoderasi hubungan antar variabel tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden merupakan metode yang dipakai. Analisis data dengan teknik pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pegawai berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap kinerja mereka. Pengembangan karir pun memiliki pengaruh positif yang signifikan. Namun, motivasi kerja tidak memengaruhi kinerja pegawai secara signifikan, meskipun secara deskriptif motivasi kerja responden berada pada kategori tinggi. Dalam hal moderasi, karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara pelatihan pegawai dan kinerja karyawan. Temuannya mengungkapkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja tanpa dipengaruhi oleh variasi karakteristik pekerjaan. Sebaliknya, karakteristik pekerjaan terbukti memoderasi hubungan antara pengembangan karir dan kinerja pegawai, yakni pekerjaan yang menyediakan peluang untuk menggunakan banyak keterampilan, memiliki tanggung jawab yang jelas, memberi dampak signifikan, dan memberikan kebebasan dalam pengambilan keputusan memperkuat pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja. Karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa motivasi kerja lebih bersifat independen dalam memengaruhi kinerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX), KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia (SDM) memegang peran penting dalam mendorong suatu organisasi mencapai tujuannya. Pencapaian suatu organisasi sangat bergantung pada kinerja pegawai yang memainkan peranan penting dan dominan dalam setiap aktivitas organisasional. Dalam setiap perusahaan ataupun organisasi, berbagai upaya dilakukan agar tujuan organisasi dapat tercapai melalui peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Leader Member Exchange (LMX), karakteristik individu, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Pegawai Pemeritah Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian yang dilakukan ini bersifat kuantitatif untuk meneliti pengaruh dari Leader Member Exchange (LMX), karakteristik individu, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Pemeritah Daerah Kabupaten Malinau. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau yang berjumlah 3.190 orang. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara yang ilmiah serta metodis, yang mencakup langkah editing, coding, pemberian skor, dan tabulasi. Dalam penelitian ini, metode yang dipilih untuk menganalisis data adalah teknik regresi, dimana alat analisis SPSS menjadi pilihan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leader Member Exchange (LMX) dan karakter individu berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pemeritah Daerah Kabupaten Malinau. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Leader Member Exchange, karakteristik individu, dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Pemeritah Daerah Kabupaten Malinau. Masing-masing faktor ini memberikan kontribusi berbeda namun saling berinteraksi dalam menciptakan kinerja optimal di tempat kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Ubi Kayu dan Cangkang Kepiting sebagai Bahan Baku Pelilinan untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Tomat

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah banyak tersebar dibeberapa negara termasuk Indonesia. Tomat memiliki cita rasa yang unik, yakni perpaduan antara manis dan asam serta memiliki kandungan gizi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sehingga menjadikan tomat banyak disukai oleh masyarakat,. Akan tetapi, tomat memiliki sifat mudah rusak (perishable), mudah terserang mikroba, serta memiliki masa simpan yang relatif pendek sehingga membutuhkan penanganan pasca panen yang tepat melalui edible coating. Salah satu alternatif yang dapat di lakukan adalah dengan menggunakan metode pelilinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit ubi kayu dan cangkang kepiting dengan konsentrasi yang berbeda terhadap masa simpan buah tomat selama 20 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi pati (kulit ubi kayu) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0= 0%, P1 = 1%, P2 = 2% dan P3 = 3%. Sedangkan konsentrasi kitosan (cangkang kepiting) yang terdiri dari 4 perlakuan C0 = 0%, C1 = 0,5%, C2 = 1% dan C3 = 1,5% . Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar vitamin C dan susut bobot yang diamati setiap 10 hari selama 20 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati kulit ubi kayu 2% dikombinasi dengan kitosan cangkang kepiting 1% untuk melapisi buah tomat yang disimpan selama 20 hari mampu memperkecil penurunan kadar air dengan nilai dari 93,95% hingga 52,70%, mampu menekan laju penurunan vitamin C dengan nilai dari 39,10% hingga 33,10%, mampu menekan laju susut bobot dengan nilai dari 3,53% hingga 5,53%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Karakteristik Individu, Employee Engagement dan Disiplin Kerja Terhadap Kiberja Karyawan PERUMDA Apa' Mening Kabupaten Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERUMDA AIR MINUM APA’ MENING KABUPATEN MALINAU Mersiani Palallungan Email: [email protected] Kinerja yang optimal adalah kebutuhan esensial bagi suksesnya sebuah organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Karakterisitik Individu, Employee Engagement dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PERUMDA Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PERUMDA Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau yang berjumlah 46 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode probality sampling dengan simple random sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner yang dibuat dengan skala Likert dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini penunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan karakteristik individu (X1) terhadap kinerja (Y) karyawan, employee engagement (X2) terhadap kinerja (Y) karyawan, dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja (Y) karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran karakteristik ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah kerja puskesmas sebengkok kota Tarakan

2024•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN ABSTRAK Pendahuluan : Kelas ibu hamil merupakan suatu kelompok belajar yang di tunjukkan untuk ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4-36 minggu atau saat menjelang persalinan dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Tujuan : bagaimana gambaran karakteristik ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Metode : penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif . Jumlah populasi penelitian ini 150 responden dengan jumlah 60 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terkait karakteristikibu hamil dan rekam medik. Hasil : Uji analisis menggunakan distribusi frekuensi data didapatkan responden terkait dengan karakteristik usia menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok usia dengan responden terbanyak berada pada kelompok dengan usia kurang dari 20 tahun yaitu sebanyak 28 responden (47%), sedangkan kelompok usia dengan responden yang paling sedikit adalah kelompok usia >35 tahun yaitu sebanyak 11 responden (18%). Terkait karakteristik gravida menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok gravida paling banyak adalah gravida 1 sebanyak 32 responden (53%), dan gravida 2 sebanyak 28 responden (47%). Terkait karakteristik pekerjaan menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok aktifitas ibu yang paling banyak adalah tidak bekerja sebanyak 40 responden (67%), dan ibu yang bekerja sebanyak 20 responden (37%). Terkait karakteristik ekonomi menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok tingkat ekonomi terbanyak berada pada kelompok ekonomi 1.500.000 yaitu sebanyak 44 responden (73%), sedangkan kelompok ekonomi dengan responden yang paling sedikit adalah kelompok ekonomi >1.500.000-2.500.000 yaitu sebanyak 5 responden (8%).Simpulan : Usia ibu tertinggi pada kelompok usia 20 tahun sebanyak 28 responden (47%), gravida ibu tertinggi yaitu pada gravida 1 sebanyak 32 responden (53%), Pekerjaan ibu tertinggi yaitu tidak bekerja sebanyak 40 responden (67%) dan Status ekonomi ibu tertinggi yaitu ekonomi 1.500.000 sebanyak 44 responden (73%). Saran : Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang karakteristik pengetahuan ibu tentang kelas ibu hamil dengan metode penelitian yang berbeda, variabel yang berbeda, jumlah populasi dan sampel yang lebih banyak, sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) BETINA MATANG OVARI DI JUATA LAUT, TARAKAN

2024•

Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ALKALI TREATED SPINOSUM (ATS) RUMPUT LAUT Eucheuma denticulatum PADA UMUR PANEN YANG BERBEDA

2024•

Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Luas wilayah Kabupaten Nunukan adalah 14.263,68 km2, dan luas wilayah laut sampai dengan 4 mil dari garis pantai terluar adalah 1.408.758 km2 (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, 2012). Budidaya rumput laut, khususnya spesies Eucheuma spinosum, banyak ditemukan di kawasan ini, termasuk di Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia. Eucheuma spinosum merupakan salah satu jenis rumput laut yang dapat tumbuh subur pada kondisi suhu 28-30°C dengan rata-rata 30°C. Ia memiliki kisaran toleransi salinitas 32-34 ppt dengan rata-rata 33 ppt dan lebih menyukai kondisi arus yang cukup kuat yaitu 0,34-0,41 cm/detik, yang membantu membawa nutrisi. Kualitas rumput laut kering merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi karakteristik karagenan yang diekstraksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu karagenan antara lain cara ekstraksi, jenis dan konsentrasi pelarut, serta umur panen rumput laut. Penentuan umur panen yang tepat dapat mempengaruhi kualitas karaginan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Eucheuma spinasum berdasarkan perlakuan pascapanen rumput laut yang berbeda. Rumput laut mempunyai kemampuan menghasilkan senyawa fungsional, salah satunya adalah karagenan yang termasuk dalam golongan karagenofit. Jenis karagenofita yang potensial adalah Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 di Kabupaten Nunukan, yaitu Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Nutrisi, dan Laboratorium Kualitas Air. Data penelitian (kadar air, kadar abu, dan kadar sulfat) diolah secara statistik menggunakan ANOVA pada taraf 5% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jika hasilnya berbeda nyata maka digunakan uji Duncan. Pengujian viskositas dianalisis secara deskriptif. Pengujian kadar air dimaksudkan untuk mengetahui kadar air pada keripik Alkali Treated Spinosum (ATS). Kadar air dalam chip ATS sangat mempengaruhi umur simpannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Uji Pompa Sentrifugal

2024•

Pompa kini digunakan hampir di semua aspek dalam kehidupan untuk mempermudah mengalirkan berbagai jenis fluida baik dalam dunia industri maupun rumah tangga. Keberadaan laboratorium dan fasilitas–fasilitas atau alat praktek sebagai media pembelajaran sangatlah dibutuhkan sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dapat berjalan dengan efisien. Dalam tugas akhir ini dilakukan dengan perancangan dan pembuatan alat uji pompa sentrifugal beserta pengujian untuk mengetahui karakteristik terhadap rangkaian pompa dengan pengoperasian secara susunan seri dan paralel. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan cara membuat sistem perpipaan yang dapat diatur malalui bukaan katup dan instrumen pengukuran berupa flowmeter dan manometer pada alat uji dan menghitung hasil pengujian pada alat uji pompa sentrifugal susunan seri dan paralel. Hasil perhitungan karakteristik alat uji pompa sentrifugal yang didapat dalam pengujian masing-masing susunan pengoperasian pompa adalah susunan seri didapatkan debit sebesar 2,528 × 10^-4 m^3/s dengan head lebih tinggi daripada susunan paralel dengan nilai head sebesar 15,22 m. Adapun efisiensi dari susunan seri sebesar 7,6 %. Karakteristik alat uji pompa sentrifugal susunan paralel didapatkan nilai debit yang lebih besar dari pada susunan seri dengan nilai debit sebesar 2,721 × 10^-4 m^3/s, nilai head sebesar 12,505 m. Adapun efisiensi dari susunan paralel sebesar 5,8%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail