KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN
KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan komunitas penting sekaligus bahan pangan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, yang menjadi primadona sekaligus penyumbang pendapatan asli daerah melalui rantai tata niaga. Namun, keberadaannya kini menjadi hal krusial mengingat terjadinya penurunan kualitas perairan akibat paparan sampah plastik hingga mikroplastik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran pada rumput laut K. alvarezii di Perairan Amal, Kota Tarakan. Sampel diambil dengan metode isolasi, yaitu mengambil sebagian rumput laut lalu memasukkannya ke dalam botol sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroplastik pada seluruh sampel rumput laut, dengan bentuk yang teridentifikasi berupa fiber (106 partikel), film (64 partikel), fragmen (61 partikel), dan filamen (3 partikel), di mana fiber menjadi bentuk paling dominan. Teridentifikasi 8 ragam warna mikroplastik, didominasi warna hitam (85 partikel) dan terendah warna ungu (3 partikel). Ukuran partikel bervariasi dari 20–40 µm hingga lebih dari 5000 µm, dengan rentang 100–500 µm paling banyak dijumpai (105 partikel) terutama pada talus utama rumput laut, sedangkan rentang 40–60 µm ditemukan paling sedikit (1 partikel). Kelimpahan mikroplastik tertinggi mencapai 91 partikel dengan rata-rata sekitar 18,2 ± 5,76 partikel/gram, sementara kelimpahan terendah sekitar 60 ± 4,18 partikel dengan rata-rata sekitar 12 partikel/gram