Abstrak
Penelitian ini menginvestigasi determinan kinerja karyawan pada PT. Banua Gemilang di Kota Tarakan dengan memfokuskan analisis pada kontribusi beban kerja, kondisi lingkungan organisasi, dan atribut karakteristik individu. Secara khusus, studi ini berupaya mengelaborasi peran stres kerja sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antar-variabel tersebut. Dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui metode survei, penelitian ini mengevaluasi sejauh mana keselarasan antara tuntutan tugas dan kapasitas personal memengaruhi efektivitas performa di lingkungan perusahaan. Dengan menggunakan strategi pengambilan sampel jenuh, 110 karyawan dipilih sebagai bagian dari populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui survei Google Forms dengan skala Likert dari 1 hingga 5. Analisis data dalam studi ini diimplementasikan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban kerja dan kondisi lingkungan organisasi merupakan determinan signifikan yang memicu dinamika stres kerja, yang pada gilirannya memberikan implikasi terhadap capaian performa karyawan. Lebih lanjut, ditemukan bahwa stres kerja berfungsi sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antara beban kerja, atmosfer lingkungan, serta karakteristik personal terhadap efektivitas kinerja di lokasi penelitian. Temuan ini menggarisbawahi urgensi manajemen dalam mengelola alokasi tugas secara proporsional, merevitalisasi kualitas ekosistem kerja, serta memperhatikan aspek psikologis individu guna mengoptimalisasi produktivitas organisasi secara berkelanjutan.