Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

HAERUL

13 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12024: 32023: 22022: 32021: 22020: 1

SISTEM IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION SYSTEM) PADA PERTANAMAN SELEDRI (Apium graveolens, L) : EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SERTA ANALISIS EFISIENSI DAN KELAYAKAN USAHA

2026 · Book ·

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

Sistem irigasi tetes (drip irrigation system) pada pertanaman seledri (apium graveolens, L) : Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman serta analisis efisiensi dan kelayakan usaha

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

UJI EFEKTIVITAS BUBUK KAYU MANIS (Cinnamomun Verum) SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI UNTUK MENINGKATKAN UMUR SIMPAN ROTI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Roti merupakan produk pangan berbahan dasar tepung terigu yang di fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya yang diolah dengan cara dipanggang. Roti memiliki umur simpan yang relatif singkat sehingga mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bubuk kayu manis sebagai bahan pengawet alami terhadap umur simpan roti. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pembuatan bubuk kayu manis. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan meliputi penentuan konsentrasi bubuk kayu manis yang dan penentuan formula roti yang digunakan. Di dalam penelitian utama, diketahui konsentrasi bubuk kayu manis yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Sebagai perbandingan, peneliti menambahkan bahan pengawet buatan jenis asam sorbat dan tanpa penambahan konsentrasi bubuk kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan bahan pengawet (0%, 1%, 2%, 3% bubuk kayu manis dan penambahan pengawet buatan jenis asam sorbat) dan lama penyimpanan (5 hari, 10 hari dan 15 hari). Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein, Uji Mikroba dan pengujian Organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air roti manis berkisar antara 29,73% hingga 31,66% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 27,69% hingga 29,12%. kadar abu roti manis berkisar antara 1,16% hingga 1,53% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 0,97% hingga 1,28%. kadar protein roti manis berkisar antara 5,71% hingga 6,05% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 5,23% hingga 5,60%. Pada parameter uji mikroba, total kapang terbanyak selama penyimpanan ditemukan pada perlakuan K0 pada masa penyimpanan 15 hari dengan jumlah coloni 2,54 x 107 coloni/g. Hasil pengujian organoleptik paling banyak disukai oleh panelis pada semua perlakuan (K0, K1, K2, K3, dan K4) yaitu pada masa penyimpanan 5 hari dengan kriteria cukup baik sampai sangat baik.

UJI EFEKTIVITAS BUBUK KAYU MANIS (Cinnamomun Verum) SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI UNTUK MENINGKATKAN UMUR SIMPAN ROTI

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Roti merupakan produk pangan berbahan dasar tepung terigu yang di fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya yang diolah dengan cara dipanggang. Roti memiliki umur simpan yang relatif singkat sehingga mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bubuk kayu manis sebagai bahan pengawet alami terhadap umur simpan roti. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pembuatan bubuk kayu manis. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan meliputi penentuan konsentrasi bubuk kayu manis yang dan penentuan formula roti yang digunakan. Di dalam penelitian utama, diketahui konsentrasi bubuk kayu manis yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Sebagai perbandingan, peneliti menambahkan bahan pengawet buatan jenis asam sorbat dan tanpa penambahan konsentrasi bubuk kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan bahan pengawet (0%, 1%, 2%, 3% bubuk kayu manis dan penambahan pengawet buatan jenis asam sorbat) dan lama penyimpanan (5 hari, 10 hari dan 15 hari). Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein, Uji Mikroba dan pengujian Organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air roti manis berkisar antara 29,73% hingga 31,66% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 27,69% hingga 29,12%. kadar abu roti manis berkisar antara 1,16% hingga 1,53% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 0,97% hingga 1,28%. kadar protein roti manis berkisar antara 5,71% hingga 6,05% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 5,23% hingga 5,60%. Pada parameter uji mikroba, total kapang terbanyak selama penyimpanan ditemukan pada perlakuan K0 pada masa penyimpanan 15 hari dengan jumlah coloni 2,54 x 107 coloni/g. Hasil pengujian organoleptik paling banyak disukai oleh panelis pada semua perlakuan (K0, K1, K2, K3, dan K4) yaitu pada masa penyimpanan 5 hari dengan kriteria cukup baik sampai sangat baik.

Analisis Efisiensi Termal Pada Prototipe Mesin Pengering Rumput Laut Menggunakan Finned Heater

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia mempunyai kawasan perairan yang amat luas yang mempunyai kesempatan besar dalam mengembangkan industri di bidang perikanan yaitu rumput laut. Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang diusahakan masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah budidaya rumput laut. Produksi rumput laut kering Kota Tarakan pada tahun 2018 mencapai 10,035,914 kg (Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, 2019). Proses pengeringan rumput laut dilakukan dengan 2 cara, yakni konvensional dengan memanfaatkan panas sinar matahari dan menggunakan mesin pengering. Mesin pengering rumput laut membutuhkan sistem pemanas yang bersumber dari finned heater untuk mengoptimalkan proses pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efinsiensi termal. Metode yang digunakan adalah menganalisis efisiensi termal terhadap variasi suhu dan waktu. Hasil penelitian menunjukan nilai kalor tertinggi pada suhu 65°C sebesar 2.890 Joule dengan waktu 150 menit dan nilai kalor terendah didapatkan pada suhu 45°C sebesar 1.370 Joule dengan kedua waktu pengeringan yaitu 150 menit dan 180 menit, hal tersebut disebabkan karena nilai selisih suhu (∆T) memiliki nilai yang sama yaitu 18 °C dan nilai efesiensi tertinggi pada suhu 65°C dengan lama pengeringan 150 menit sebesar 1,9% dan untuk efisiensi terendah didapatkan pada suhu 45°C dengan lama pengeringan 180 menit sebesar 0,7%.

rancang bangun irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

RANCANG BANGUN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA Abstrak Irigasi adalah salah satu kegiatan di bidang pertanian yang bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman. air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi tanaman. Banyaknya air yang dipakai tanaman merupakan faktor penting dalam perencanaan irigasi tetes karena merupakan dasar untuk menghitung besarnya air yang dibutuhkan pada daerah irigasi yang ingin dirancang. Salah satu kendala pemberian air untuk tanaman masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in - efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk permasalahan dan pemberian air irigasi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu rancangan jaringan perpiaan, analisis teknis, analisis ekonomis, total head loss, dan efisiensi irigasi tetes. Adapun penelitian ini dilakukan desain teknologi irigasi tetes dengan sistem pengaliran gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis teknis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0019 m3/dt, analisis ekonomis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar Rp. 1.762.351, total head loss memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0215 m dan efisiensi irigasi tetes memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 89,55%.

rancang bangun irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RANCANG BANGUN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA Abstrak Irigasi adalah salah satu kegiatan di bidang pertanian yang bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman. air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi tanaman. Banyaknya air yang dipakai tanaman merupakan faktor penting dalam perencanaan irigasi tetes karena merupakan dasar untuk menghitung besarnya air yang dibutuhkan pada daerah irigasi yang ingin dirancang. Salah satu kendala pemberian air untuk tanaman masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in - efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk permasalahan dan pemberian air irigasi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu rancangan jaringan perpiaan, analisis teknis, analisis ekonomis, total head loss, dan efisiensi irigasi tetes. Adapun penelitian ini dilakukan desain teknologi irigasi tetes dengan sistem pengaliran gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis teknis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0019 m3/dt, analisis ekonomis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar Rp. 1.762.351, total head loss memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0215 m dan efisiensi irigasi tetes memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 89,55%.

Strategi Pemulihan UMKM Pasca Pandemi Covid-19 di Kota Tarakan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemulihan yang diterapkan UMKM pada pasca pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Objek penelitian ini adalah 6 pelaku UMKM di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskripif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 4 UMKM melakukan strategi pemulihan usaha yaitu memperkuat sumber daya bagian pelayanan dan bagian sarana prasarana berbasis teknologi. Terdapat 2 UMKM yang tidak bisa melakukan pemulihan usaha dikarenakan kurangnya pemanfaatan teknologi, namun mereka dapat bertahan dan bisa menjalankan usahanya sekarang dengan pelayanan yang membuat pelanggan menjadi loyal.

Strategi Pemulihan UMKM Pasca Pandemi Covid-19 di Kota Tarakan

2022 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemulihan yang diterapkan UMKM pada pasca pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Objek penelitian ini adalah 6 pelaku UMKM di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskripif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 4 UMKM melakukan strategi pemulihan usaha yaitu memperkuat sumber daya bagian pelayanan dan bagian sarana prasarana berbasis teknologi. Terdapat 2 UMKM yang tidak bisa melakukan pemulihan usaha dikarenakan kurangnya pemanfaatan teknologi, namun mereka dapat bertahan dan bisa menjalankan usahanya sekarang dengan pelayanan yang membuat pelanggan menjadi loyal.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA PECINTA ALAM SMA HANG TUAH TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The purpose of this study was to determine the implementation of character education for students who love nature at the SMA Hang Tuah Tarakan. Character education was the process of giving guidance to students to become fully human beings with character in the dimensions of heart, mind, body, intention and taste. Character education was interpreted as value education, character education, and moral education which aimed to develop the ability of students to make good and bad decisions, maintain what was good, and realized the goodness in everyday life wholeheartedly. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The collected data were analysed through data collection, data reducation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research showes that the implementation of character educations. The results of thee research showed that the implementation of charatere edukatio was carried out through two processes namely: 1) direct interviews that was conducted one day at school, 2) direct observations to the home environment of 5 students who were members of the Sispala.

ANALISIS MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KERAPU (EPINEPHALUSMALABARICUS) HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS)DI PERAIRAN BUNYU

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..

ANALISIS MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KERAPU (EPINEPHALUSMALABARICUS) HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS)DI PERAIRAN BUNYU

2020 · Thesis ·

Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..