Abstrak
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.