Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Makanan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Mengatasi Konsentrasi Belajar Pra Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) Siswa Kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsentrasi belajar siswa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menjelang pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), konsentrasi belajar siswa kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan mengalami gangguan yang ditunjukkan melalui perilaku berbicara dengan teman, melihat ke luar kelas, berpindah tempat, membicarakan menu makanan, dan menunggu kedatangan MBG. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan gangguan konsentrasi belajar serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas V-A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rasa lapar, kurang tidur, mengantuk, dan kelelahan. Faktor eksternal meliputi interaksi teman sebaya, suasana kelas yang ramai, aktivitas siswa dari kelas lain, suara dari luar kelas, kedatangan MBG, rasa ingin tahu terhadap menu, dan kegiatan menunggu pembagian MBG. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian arahan, teguran, pendampingan, pengaturan tempat duduk, dan motivasi. Upaya tersebut membantu mengarahkan kembali perhatian siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Program Makanan Bergizi Gratis dalam Perspektif Hak Anak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak, sebagai bagian dari pemenuhan hak atas pangan, kesehatan, pendidikan, serta tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum Program Makan Bergizi Gratis dalam perspektif hak anak serta menganalisisnya mlalui tinjuan yuridisnya berdasarkan prinsip hak anak. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Program MBG telah memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, dan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Pengaturan tersebut mencerminkan kewajiban negara dalam memenuhi hak anak atas pangan dan gizi yang layak. Namun, berdasarkan tinjuan yuridis pelaksanaan Program MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti kasus keracunan makanan, keterbatasan infrastruktur dan distribusi, serta lemahnya pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada tata kelola yang efektif, pengawasan yang berkelanjutan, penerapan standar keamanan pangan, dan mekanisme pertanggungjawaban yang memadai agar tujuan pemenuhan hak anak dapat tercapai secara optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Pangan Ibu Nifas di Suku Dayak lundayeh: Pantangan, Kebiasaan dan Perubahan Tradisi

2026•

Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TUMBUHAN LIARSEBAGAI BAHAN MAKANAN PADA SUKUDAYAK KENYAH LEPU’ MA’UT

2026•

Desa Long Alango merupakan dusun kecil berada di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Masyarakat di Desa Long Alango memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, bagian organ tumbuhan, cara pengolahan, dan upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Long Alango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pendekatan etnobotani melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menemukan ada 16 jenis spesies berasal dari 15 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan makan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut, famili yang paling banyak ditemukan adalah famili Solanaceae dengan jumlah 2 spesies, yaitu Solanumsp. (terong pipit) dan Solanum sp. (terong asam). Sementara itu, famili lainnya masing-masing hanya terdiri dari 1 spesies. Dari ke 16 spesies terdapat 2 spesies yang menggunakan bagian batang, 2 spesies menggunakan bagian pangkal daun, 5 spesies menggunakan bagian daun, sedangkan 6 spesies menggunakan bagian buah, 3 spesies menggunakan bagian bunga, 5 spesies menggunakan bagian tunas, dan 1 spesies menggunakan bagian umbi. Bagian yang paling banyak digunakan adalah bagian buah dan bagian yang paling sedikit digunakan adalah bagian umbi. Tumbuhan liar ditemukan di beberapa tempat, yaitu di hutan, ladang, pekarangan, dan pinggir jalan. Cara pengolahan tumbuhan liar tersebut dilakukan dengan direbus, ditumis, dibakar, dijadikan sambal, difermentasi, serta dikonsumsi langsung sebagai lalapan dan ada juga beberapa bagian tanaman yang direbus kemudian di tumis contohnya seperti bunga papaya dan daun pepaya. Selain itu, masyarakat juga melakukan upaya konservasi melalui pemanfaatan secara bijaksana, menjaga kawasan hutan adat, serta mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut dan memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan serta pelestarian pengetahuan tradisional masyarakat. Long Alango Village is a small hamlet located in Bahau Hulu Subdistrict, Malinau Regency, North Kalimantan. The community in Long Alango Village possesses knowledge regarding the utilization of wild plants as food to meet their daily needs. This study aimed to identify the types of plants, the plant parts used, processing methods, and conservation efforts undertaken by the community of Long Alango Village. The research employed a descriptive qualitative method using an ethnobotanical approach through semi-structured interviews and participatory observation. This study revealed that there are 16 plant species from 15 families utilized as food by the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community. The most commonly found family was Solanaceae, comprising 2 species: Solanum sp. (small eggplant) and Solanum sp. (sour eggplant). Meanwhile, the other families each consisted of only 1 species. Of the 16 species, 2 species utilize the stem, 2 species utilize the leaf base, 5 species utilize the leaves, 6 species utilize the fruit, 3 species utilize the flowers, 5 species utilize the shoots, and I species utilizes the tuber. The most commonly used part is the fruit, and the least commonly used part is the tuber. Wild plants were found in several locations, including forests, fields, backyards, and roadsides. These wild plants were prepared by boiling, stir-frying, roasting, making into chili paste, fermenting, and directly consuming them. In addition, the community also engaged in conservation efforts through wise utilization, protecting customary forest areas, and passing down local knowledge to the next generation. This study demonstrates that the utilization of wild plants as food is an essential part of the local wisdom of the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community and plays a role in supporting food security and the preservation of traditional knowledge.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) YANG MENYEBABKAN KERACUNAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengangkaji pengaturan hukum terkait keamanan pangan dalam program MBG serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap penyelenggara yang menyebabkan keracunan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli hukum. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan pangan dalam program MBG diatur melalui kewajiban pemenuhan standar higiene, sanitasi, mutu, dan keamanan makanan. Apabila terjadi keracunan akibat kelalaian atau kesengajaan, maka penyelenggara, penyedia jasa boga, maupun pihak lain yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana. Sanksi yang dapat dikenakan berupa pidana penjara, pidana denda, maupun pidana tambahan sesuai peraturan perundang-undangan. Korporasi sebagai penyelenggara juga dapat dikenai pertanggungjawaban pidana. Kesimpulannya, penyelenggara program MBG wajib menjamin keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat, peningkatan standar operasional, dan koordinasi antarinstansi guna mencegah terjadinya keracunan makanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keunikan Makanan Tradisional Tamba Dalam Perayaan Adat Suku Dayak Bulusu Dan Pengintegrasiannya Dalam Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembuatan Tamba makanan khas Dayak Bulusu, (2) mendeskripsikan keunikan makanan khas Tamba di suku Dayak Bulusu dan (3) menganalisis keterkaitan antara makanan tradisional Tamba dengan materi pembelajaran Biologi di SMA. Penelitian dilaksanakan di Desa Maning, Kujau, Behakung, Mendupo, Kecamatan Betayan Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan naratif, penelitian ini menggali informasi yang jelas tentang Tamba, cara pengolahannya dan pentingnya Tamba di perayaan adat suku Dayak Bulusu. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan delapan orang responden. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean, yaitu dengan mentranskripsikan data lapangan terkait proses pengolahan Tamba, keunikan, penyajiannya di perayaan adat suku Dayak Bulusu serta pengintegrasiannya di pembelajaran Biologi. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel. gambar, dan uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Tamba yaitu ikan disiangi, disayat, dicuci, ditiriskan, diberi garam, dimarinasi, dibalur dengan karbohidrat, dimasukkan dalam wadah tertutup lalu disimpan. Jenis bahan karbohidrat yang dapat digunakan adalah singkong yang dihaluskan atau nasi. Tamba memiliki keunikan yaitu dapat dikonsumsi secara mentah, memiliki bau yang khas, merupakan salah satu cara pengawetan tradisional saat bahan baku melimpah, diolah secara tradisional tanpa bakteri starter, dan menjadi makanan khas di setiap perayaan adat Suku Dayak Bulusu. Sebagai makanan fermentasi dan menjadi kearifan lokal, Tamba dapat. diintegrasikan dengan pembelajaran Biologi melalui materi Bioteknologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran makanan tradisional dalam mempertahankan tradisi dan identitas budaya suku tidung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam mempertahankan tradisi dan identitas budaya suku Tidung melalui kajian folklor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa, wawancara, dokumentasi, dan angket. Sumber data primer berupa wawancara, rekam dan catat dan data sekunder berupa foto makanan. Lokasi penelitian ditetapkan di Desa Buong Baru dan Desa Sepala Dalung, Kabupaten Tana Tidung, dengan melibatkan tokoh adat, ibu rumah tangga, dan pemuda sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional suku Tidung, seperti nasi subut, nasi wasur, kue kumpol, kubal, dan sayur temberungun, tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai Peran media pewarisan nilai budaya, simbol identitas kolektif, serta sarana penguat solidaritas sosial. Pada setiap upacara adat seperti irau, maulid nabi, tolak bala dan guting rambut. Makanan tradisional disajiakan pada acara tersebut sebagai untuk mempertahankan makanan tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN TUMBUHAN KEPAYANG (Pangium edule Reinw.) MASYARAKAT DAYAK KENYAH LEPO TA’U DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepayang (Pangium edule Reinw.) adalah tumbuhan berkayu dari famili Achariaceae yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai pangan, rempah, bahan bangunan, dan pengawet ikan. Salah satu suku yang memanfaatkan tumbuhan Kepayang adalah suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u yang berada di Desa Long Nawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan Kepayang oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u di Desa Long Nawang, serta keterkaitannya dengan pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan pendekatan naratif. Sampel penelitian dipilih secara purposive dengan jenis snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tumbuhan Kepayang sebagai bahan makanan, konstruksi, dan kayu bakar. Buah Kepayang diolah menjadi cemilan, makanan fermentasi, dan non-fermentasi. Batang pohon dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana, sedangkan rantingnya digunakan sebagai bahan bakar. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran IPA di tingkat SMP dan Biologi di tingkat SMA menunjukan bahwa pengetahuan lokal tentang pemanfaatan Kepayang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA untuk memperkaya pemahaman siswa tentang keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya. Kepayang (Pangium edule Reinw.), a woody plant from the family Achariaceae, is traditionally utilized in various forms as food, spices, construction materials, and fish preservatives. The Dayak Kenyah Lepo Ta'u people in Long Nawang Village are among the indigenous communities that incorporate Kepayang into their daily lives. This study aims to explore the ethnobotanical practices related to Kepayang in this community and investigate its pedagogical relevance to high school biology education. A qualitative narrative approach was applied, with purposive and snowball sampling techniques guiding participant selection. Data were collected through field observation, interviews, and document analysis. The findings reveal that Kepayang is used as a food ingredient, construction material, and fuel source. Its fruit is processed into snacks and fermented and non-fermented foods, while its wood is used in basic construction and its branches as firewood. A cross-analysis with the national science and biology curriculum at the junior and senior high school levels indicates that local knowledge surrounding Kepayang offers rich content for contextualizing biodiversity and ethnobotany in biology lessons, enhancing students' understanding of local biological resources and sustainable use.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan

2024•

Masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja adalah flour albus (keputihan). Prevalensi penyakit flour albus di dunia sangat tinggi, rata-rata lebih dari 50% wanita yang memiliki umur 15-24 tahun rentan mengalami keputihan. Selain sangat mengganggu, flour albus juga menjadi salah satu tanda penyakit yang ganas. Flour albus ditandai dengan keluarnya cairan putih di organ genitalia, dapat berupa keadaan fisiologis ataupun patologis yang menjadi salah satu tanda penyakit. Mengkonsumsi makanan manis menyebabkan terjadinya perubahan mikroba di vagina hingga yang penting dalam pertahanan terhadap bakteri patogen. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian analisis korelasional retrospektif adalah pengambilan data variabel terikat (dependent) dilakukan terlebih dahulu, kemudian baru diukur variabel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus (keputihan) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Hasil analisis uji statistik Spearman Rank menghasilkan p-value 0,004 (p 0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus. Dari 54 responden sebagian besar remaja putri mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan manis yang tinggi sebagian besar mengalami positif flour albus. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus (keputihan) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Remaja diharapkan untuk mengurangi konsumsi makanan manis yang tinggi dan memilih makanan yang sehat dan membatasi konsumsi minuman bersoda serta disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANTAI MAKANAN DALAM TAMBAK TRADISIONAL (STUDI KASUS TAMBAK DI PULAU TIBI KALIMANTAN UTARA)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam proses pemanenan di tambak tidak hanya ikan budidaya yang didapatkan tapi juga berbagai jenis ikan yang tidak dipelihara dan tidak di budidaya ikut terpanen. Interaksi dan aliran energi antara ikan budidaya dengan non budidaya di dalam ekosistem tambak perlu diteliti untuk dapat mengidentifikasi kelompok ikan-ikan yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap biota budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai makanan dan mengelompokan tingkatan trofik dalam ekosistem tambak. Penelitian dilakukan di Tambak Pulau Tibi dan pengumpulan sampel dilakukan pada saat panen sebanyak tiga kali sampling pada periode pasang purnama. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dan analisis data berupa index of stomach content (ISC), Indeks Relatif Penting (IRP) dan index of prepondere (IP). ISC pada ikan-ikan yang diperoleh bervariasi pada tiap samplingnya, nilai ISC tertinggi diperoleh pada ikan bloso dengan nilai 20,20% (sampling 1) dan 4,26% (sampling 3), ikan Yarica hyalosoma 10,73% sedangkan ikan mujair 11,31% (sampling 2), 1,00% (sampling 1) dan 3,71% (sampling 3). ISC terendah diperoleh pada ikan bulan-bulan sebesar 0,02% (sampling 2), 0,36% (sampling 3) dan 3,99% (sampling 1), ikan gerot-gerot 0,05% dan ikan betutu 0,96%. Variasi jenis makanan yang banyak diperoleh pada ikan bloso, ikan kakap dan ikan bandeng laki sedangkan variasi jenis makanan sedikit diperoleh pada ikan belanak, ikan senangin dan ikan mujair. Proses makan memakan di dalam tambak berbentuk jaring makanan dan pengelompokan di dalam tambak terdiri atas produsen, konsumen tingkat 1, konsumen tingkat 2 dan konsumen tingkat 3, karena berbentuk jaring makanan maka ada spesies yang berada tidak hanya pada satu tingkatan konsumen dalam aliran energi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MELALUI PENGAWASAN PEREDARAN MAKANAN KADALUARSA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MELALUI PENGAWASAN PEREDARAN MAKANAN KADALUARSA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum konsumen terhadap produk-produk makanan kadaluarsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.dan bagaimana kewenangan pengawasan peredaran makanan kadaluarsa.. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan serta menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Sesuai hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Perlindungan hukum terhadap konsumen terhadap peredaran makanan kadaluwarsa sudah diatur secara jelas dan tegas didalam Undang Undang Perlindungan Konsumen dimana ada hak hak konsumen dan juga kewajiban sebaliknya juga Pelaku Usaha juga mempunyai hak dan kewajiban, namun hal yang menyebabkan masih banyak terjadinya peredaran makanan kadaluwarsa dan secara tidak langsung merupakan suatu kejahatan yang terselubung terhadap peredaran makanan kadaluwarsa di masyarakat khususnya di Kabupaten Malinau sedangan Kewenangan Pengawasan Peredaran Makanan Kadaluarsa pengawasan terhadap makanan kadaluwarsa di lakukan oleh tiga element, yaitu dari produsen, pemerintah dan masyarakat. Produsen memiliki kewajiban paling utama untuk memastikan bahwa makanan itu aman dan di kemas secara higienis agar produk akhir yang di hasilkan menjadi pangan yang baik untuk di konsumsi, dan tidak lupa mencantumkan label kadaluwarsa dalam produk tersebut. Dari peran pemerintah sendiri, dimana seperti yang kita ketahui dalam bidang pengawasan terhadap makanan kadaluwarsa di lakukan oleh tiga instansi yaitu BBPOM, DINKES, dan DISPERINDAG

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelayakan Usaha Industri Rumah Tangga Makanan Olahan Perikanan di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan yaitu, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan yaitu, analisis B/C Ratio (Benefit Cost), R/C Ratio (Revenue Cost), BEP (Break Event Point) dari ketiga analisis tersebut telah dilaksanakan observasi pada masing-masing objek usaha industri rumah tangga makanan olahan perikanan di Kota Tarakan ada empat karakteristrik usaha industri yang diteliti yaitu usaha Amplang, usaha Pempek, usaha Pentol ikan, usaha Abon ikan terdapat 16 sampel dari keempat karakteristik tersebut. Berdasarkan kriteria analisis kelayakan yang telah ditentukan, dari 16 sampel terdapat satu usaha yang dapat dikatakan tidak layak dalam analisis B/C Ratio yang hasilnya 1 yaitu usaha Pempek88 sebesar 0.7 yang menyatakan usaha tersebut tidak layak dan merugikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap Produk Makanan dalam Kemasan Kadaluarsa yang Beredar di Pulau Sebatik

2022•

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum bagi konsumen terhadap produk makanan dalam kemasan kadaluarsa yang beredar di Pulau Sebatik. Pertama, peran pemerintah daerah dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam melindungi konsumen terhadap makanan dalam kemasan kadaluarsa yang beredar di Pulau Sebatik. Kedua, tanggungjawab pelaku usaha atas peredaran produk makanan dalam kemasan kadaluarsa di Pulau Sebatik. Tipe penelitian ini adalah empiris yang bersifat deskriktif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pulau Sebatik. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan studi dokumen atau bahan pustaka, atau observasi dan wawancara. Hasil penelitian: pertama, peran pemerintah daerah dalam melindungi konsumen yaitu dengan cara sosialisasi dengan masyarakat sebagai pelaku usaha maupun konsumen, memberikan bimbingan kepada masyarakat sebagai pelaku usaha maupun konsumen, melakukan pemeriksaan secara langsung di toko-toko. BPSK berperan melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen secara konsiliasi, mediasi dan arbitrase, memberikan konsultasi perlindungan konsumen, pengawasan terhadap klausula baku, melaporkan kepada penyidik umum, menerima pengaduan baik tertulis maupun tidak tertulis,memanggil pelaku usaha yang telah melakukan pelanggaran memanggil dan menghadirkan saksi serta menjatuhkan sanksi administratif terhadap pelaku usaha yang melanggar. Kedua, pelaku usaha bertanggungjawab atas kerugian yang dialami oleh konsumen apa bila merasa di rugikan dengan cara mengganti kerugian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 199 Pasal 19 ayat (1) (2) tentang Perlindungan Konsumen.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Zooplankton Di Sungai Sakalawa Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan

2022•

Zooplankton memiliki peran sangat penting dalam rantai makanan di lingkungan perairan. Zooplankton berperan sebagai penghubung antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dan mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur komunitas zooplankton di Sungai Sakalawa yang berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada perairan Sungai Sakalawa ditemukan zooplankton sebanyak 7 spesies dari 4 filum. Jenis zooplankton yang ditemukan diantaranya Harpacticoid sp, Calanus sp, Cyclops sp, Nauplius sp, Nematoda sp, Bivlave sp, dan Discorbis sp,. Kelimpahan zooplankton pada perairan ini berkisar antara 4,00-26,00 ind/L. Berdasarkan kelimpahan zooplankton yang terjadi menunjukkan kondisi perairan tergolong dalam kategori rendah (oligotrofik). Nilai indeks keanekaragaman zooplankton didapatkan nilai berkisar 0,45-1,59 dan indeks keseragaman zooplankton yang ditemukan berkisar 0,25-1,00. Indeks dominansi didapatkan rata-rata berkisar antara 0,42-0,53. Nilai dominansi yang terjadi pada zooplankton menggambarkan bahwa tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kedudukan Sertifikasi Halal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen Di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehalalan suatu produk makanan menjadi hal yang sangat penting untuk konsumen. Berdasarkan Undang-Undang Jaminan Produk halal yang menegaskan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Namun, di Kota Tarakan sering ditemukan produk makanan yang tidak bersertifikat halal. Penelitian dengan judul “Kedudukan Sertifikasi Halal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen Di Kota Tarakan”. Penelitian ini bermaksud menjawab rumusan masalah pertama, apa urgensi sertifikasi halal sebagai bentuk perlindungan konsumen? Kedua, apa peran pemerintah Kota Tarakan dalam melakukan perlindungan kepada konsumen terhadap produk makanan yang beredar di Kota Tarakan? Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empris yang mencari kebenaran substansial, bukan hanya kebenaran yang formal procedural semata. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Tarakan yaitu pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Kementerian Agama Kota Tarakan, dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dari lapangan dengan cara wawancara kepada narasumber. Data sekunder diperoleh dari buku, tesis, skripsi, dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, urgensi dari sertifikasi halal sangat penting sebagai jaminan perlindungan dan kepastian hukum untuk konsumen, sertifikasi halal akan membuat konsumen merasa lebih tenang dan tanpa rasa ragu saat mengonsumsi produk makanan. Kedua, peran yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan melalui fasilitas pembiayaan, pendampingan, pengawasan, dan sosialisasi serta himbauan merupakan upaya pencegahan (preventif) sekaligus akan meminimalisir beredarnya makanan yang tidak bersertifikat halal. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari penyelenggaraan jaminan produk halal. Penyelenggaraan jaminan produk halal akan memberikan rasa nyaman, aman dan kepastian ketersediaan produk halal untuk masyarakat. Sehingga akan tercipta kepastian hukum dan perlindungan bagi konsumen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, KETENAGAKERJAAN, PENGELUARAN PEMERINTAH, KEMISKINAN, DAN PENGELUARAN NON MAKANAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA TARAKAN (TAHUN 2010-2019)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan model persamaan Y = 8,204 + 0,00004299 X1 + 0,001 X2 + 0, 000000000006302 X3 – 0,890 X4 + 0, 0000004609 X5 + e. Secara parsial variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X1 (1,494) ttabel (2,131), variabel ketenagakerjaan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X2 (4,889) > ttabel (2,131), variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X3 (1,906) ttabel (2,131), variabel kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X4 (-2,161) ttabel (2,131), dan variabel pengeluaran non makanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X5 (0,969) ttabel (2,131). Secara simultan variabel infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat Fhitung (34,542) > Ftabel (6,26). Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,977 atau sebesar 97,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan mampu menjelaskan naik turunnya variabel kesejahteraan masyarakat sebesar 97,7% sedangkan sisanya 2,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KERAPU (EPINEPHALUSMALABARICUS) HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS)DI PERAIRAN BUNYU

2020•

Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan suatu sumberdaya perairan yang bernilai ekonomis penting menjadi hasil tangkapan utama para nelayan di Desa Atap dengan penangkapan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan tawes di Sungai Sembakung Desa Atap. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dengan menggunakan Prupossive Sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang. Penelitian ini menggunakan data persentase ikan dengan lambung berisi (PILB) dengan nilai 100% setiap bulannya, index of stomach content (ISC) dengan hasil yang didapatkan berkisar 2,66-8,07, index of Preponderence (IP), dan pengukuran kualitas air dilakukan secara langsung. Komposisi makanan ikan tawes ditentukan dengan menghitung index of Preponderence (IP), sehingga diperoleh 89 % makanan utama berupa lumut, sedangkan makanan pelengkap yang tidak terifentifikasi 7 % beberapa potongan rumput dan biji – bijian, dan makanan tambahan 4 % berupa akar. Hasil yang diperolah menunjukkan bahwa ikan tawes bersifat herbivora.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail