Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: food
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ALGINAT DARI Sargassum sp. MENGGUNAKAN PELARUT Na2CO3 DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

2026•

Sargassum sp. merupakan salah satu rumput laut cokelat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan mengandung senyawa penting berupa alginat. Alginat merupakan polisakarida alami yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Na₂CO₃ terhadap rendemen dan karakteristik natrium alginat yang diekstraksi dari rumput laut cokelat Sargassum sp. Alginat sebagai polisakarida yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Metode penelitian menggunakan ekstraksi asam dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ sebesar 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Na₂CO₃ 4% menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 52,53%, kadar air 7,33%, kadar abu 58,33%, dan pH 7,28. Kadar air dan pH seluruh perlakuan memenuhi standar Food Chemical Codex (FCC), sedangkan kadar abu belum memenuhi standar. Konsentrasi Na₂CO₃ 4% merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan natrium alginat dari Sargassum sp. dengan karakteristik yang relatif optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TUMBUHAN LIARSEBAGAI BAHAN MAKANAN PADA SUKUDAYAK KENYAH LEPU’ MA’UT

2026•

Desa Long Alango merupakan dusun kecil berada di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Masyarakat di Desa Long Alango memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, bagian organ tumbuhan, cara pengolahan, dan upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Long Alango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pendekatan etnobotani melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menemukan ada 16 jenis spesies berasal dari 15 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan makan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut, famili yang paling banyak ditemukan adalah famili Solanaceae dengan jumlah 2 spesies, yaitu Solanumsp. (terong pipit) dan Solanum sp. (terong asam). Sementara itu, famili lainnya masing-masing hanya terdiri dari 1 spesies. Dari ke 16 spesies terdapat 2 spesies yang menggunakan bagian batang, 2 spesies menggunakan bagian pangkal daun, 5 spesies menggunakan bagian daun, sedangkan 6 spesies menggunakan bagian buah, 3 spesies menggunakan bagian bunga, 5 spesies menggunakan bagian tunas, dan 1 spesies menggunakan bagian umbi. Bagian yang paling banyak digunakan adalah bagian buah dan bagian yang paling sedikit digunakan adalah bagian umbi. Tumbuhan liar ditemukan di beberapa tempat, yaitu di hutan, ladang, pekarangan, dan pinggir jalan. Cara pengolahan tumbuhan liar tersebut dilakukan dengan direbus, ditumis, dibakar, dijadikan sambal, difermentasi, serta dikonsumsi langsung sebagai lalapan dan ada juga beberapa bagian tanaman yang direbus kemudian di tumis contohnya seperti bunga papaya dan daun pepaya. Selain itu, masyarakat juga melakukan upaya konservasi melalui pemanfaatan secara bijaksana, menjaga kawasan hutan adat, serta mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut dan memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan serta pelestarian pengetahuan tradisional masyarakat. Long Alango Village is a small hamlet located in Bahau Hulu Subdistrict, Malinau Regency, North Kalimantan. The community in Long Alango Village possesses knowledge regarding the utilization of wild plants as food to meet their daily needs. This study aimed to identify the types of plants, the plant parts used, processing methods, and conservation efforts undertaken by the community of Long Alango Village. The research employed a descriptive qualitative method using an ethnobotanical approach through semi-structured interviews and participatory observation. This study revealed that there are 16 plant species from 15 families utilized as food by the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community. The most commonly found family was Solanaceae, comprising 2 species: Solanum sp. (small eggplant) and Solanum sp. (sour eggplant). Meanwhile, the other families each consisted of only 1 species. Of the 16 species, 2 species utilize the stem, 2 species utilize the leaf base, 5 species utilize the leaves, 6 species utilize the fruit, 3 species utilize the flowers, 5 species utilize the shoots, and I species utilizes the tuber. The most commonly used part is the fruit, and the least commonly used part is the tuber. Wild plants were found in several locations, including forests, fields, backyards, and roadsides. These wild plants were prepared by boiling, stir-frying, roasting, making into chili paste, fermenting, and directly consuming them. In addition, the community also engaged in conservation efforts through wise utilization, protecting customary forest areas, and passing down local knowledge to the next generation. This study demonstrates that the utilization of wild plants as food is an essential part of the local wisdom of the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community and plays a role in supporting food security and the preservation of traditional knowledge.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PT. FAST FOOD INDONESIA Tbk

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Fast Food Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang restoran cepat saji yang menghadapi berbagai tekanan yang memengaruhi kinerja operasionalnya, antara lain pandemi COVID-19, perubahan daya beli masyarakat, serta adanya aksi boikot terhadap produk perusahaan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dan menimbulkan indikasi terjadinya financial distress. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi financial distress pada PT Fast Food Indonesia Tbk selama periode 2019–2023 dengan menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Variabel yang dianalisis meliputi rasio modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, EBIT terhadap total aset, serta nilai pasar ekuitas terhadap total kewajiban. Hasil perhitungan Z-Score kemudian diklasifikasikan ke dalam zona aman, zona abu-abu, dan zona distress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 perusahaan masih berada dalam kondisi keuangan yang relatif stabil. Namun, sejak tahun 2020 hingga 2023 nilai Z-Score terus mengalami penurunan sehingga perusahaan berada dalam kategori distress. Kondisi ini mencerminkan menurunnya profitabilitas, melemahnya likuiditas, serta meningkatnya tekanan eksternal yang berdampak pada keberlangsungan usaha, sehingga perusahaan perlu melakukan langkah strategis dan perbaikan manajerial untuk memulihkan kondisi keuangan di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kinerja Perusahaan dan Masa Jabatan Terhadap Kompensasi Chief Executive Officer (CEO) studi kasus pada perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023

2025•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja perusahaan dan masa jabatan terhadap kompensasi Chief Executive Officer (CEO) pada perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018–2023. Kinerja perusahaan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan masa jabatan dihitung berdasarkan jumlah tahun CEO menjabat dalam perusahaan. Kompensasi CEO mencakup total remunerasi yang diterima selama satu tahun buku. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompensasi CEO, sedangkan masa jabatan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian kompensasi lebih dipengaruhi oleh hasil kinerja keuangan perusahaan daripada lamanya masa jabatan CEO.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN TUMBUHAN KEPAYANG (Pangium edule Reinw.) MASYARAKAT DAYAK KENYAH LEPO TA’U DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepayang (Pangium edule Reinw.) adalah tumbuhan berkayu dari famili Achariaceae yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai pangan, rempah, bahan bangunan, dan pengawet ikan. Salah satu suku yang memanfaatkan tumbuhan Kepayang adalah suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u yang berada di Desa Long Nawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan Kepayang oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah Lepo Ta’u di Desa Long Nawang, serta keterkaitannya dengan pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan pendekatan naratif. Sampel penelitian dipilih secara purposive dengan jenis snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tumbuhan Kepayang sebagai bahan makanan, konstruksi, dan kayu bakar. Buah Kepayang diolah menjadi cemilan, makanan fermentasi, dan non-fermentasi. Batang pohon dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana, sedangkan rantingnya digunakan sebagai bahan bakar. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran IPA di tingkat SMP dan Biologi di tingkat SMA menunjukan bahwa pengetahuan lokal tentang pemanfaatan Kepayang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA untuk memperkaya pemahaman siswa tentang keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya. Kepayang (Pangium edule Reinw.), a woody plant from the family Achariaceae, is traditionally utilized in various forms as food, spices, construction materials, and fish preservatives. The Dayak Kenyah Lepo Ta'u people in Long Nawang Village are among the indigenous communities that incorporate Kepayang into their daily lives. This study aims to explore the ethnobotanical practices related to Kepayang in this community and investigate its pedagogical relevance to high school biology education. A qualitative narrative approach was applied, with purposive and snowball sampling techniques guiding participant selection. Data were collected through field observation, interviews, and document analysis. The findings reveal that Kepayang is used as a food ingredient, construction material, and fuel source. Its fruit is processed into snacks and fermented and non-fermented foods, while its wood is used in basic construction and its branches as firewood. A cross-analysis with the national science and biology curriculum at the junior and senior high school levels indicates that local knowledge surrounding Kepayang offers rich content for contextualizing biodiversity and ethnobotany in biology lessons, enhancing students' understanding of local biological resources and sustainable use.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Aplikasi (Grab-Food) Terhadap Pendapatan UMKM Di Kota Tarakan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi aplikasi (Grab-Food) dalam meningkatkan penjualan UMKM kuliner di Kota Tarakan serta untuk mengetahui tingkat pendapatan UMKM setelah bermitra dengan Grab. Terhadap penggunaan jasa pengantaran makanan online (Grab-Food) melalui tingkat pendapatan, total penjualan dan total biaya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuisioner kepada 70 pelaku usaha (UMKM). Kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan bersih UMKM Kota Tarakan sebesar Rp. 885,283.56/hari setelah dikurangi dengan total biaya sebesar Rp. 777,102.38. Dimana pendapatan offline lebih besar dibandingkan dengan pendapatan online (Grab-Food) yakni omset terjual offline sebesar Rp. 1,536,128.78/hari, sedangkan omset penjualan online sebesar Rp. 126,257.16/hari. Dari uraian tersebut pendapatan offline masih mendominasi dibandingkan dengan pendapatan online (Grab-Food). Maka eksistensi aplikasi (Grab-Food) terhadap UMKM Kota Tarakan tidak begitu menambah kearah yang signifikan terhadap tingkat pendapatan UMKM di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Startegi Pemasaran Kopi Robusta Malinau Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM D'Baloy Food Industries

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS STRATEGI PEMASRAN KOPI ROBUSTA MALINAU DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM D’BALOY FOOD INDUSTRIES Abstrak Kopi Robusta Malinau merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki cita rasa khas dan kualitas yang sangat baik. UMKM D’BALOY FOOD saat ini menggunakan kopi robusta asal malinau sebagai bahan baku industri ditempat usahanya, agar menjadi lebih kompetitif. UMKM yang dapat bertahan tentunya yang menggunakan strategi agar mampu bersaing dengan para pengusaha besar, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus berupaya dan mencoba dalam meningkatkan jati diri melalui proses pengembangan produk baru di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) Kopi Mainau Pada UMKM D’Baloy Food Industries. 2) Mengetahui strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing Kopi Robusta Malinau pada UMKM D’Baloy Food Industries. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM D’Baloy Food Industries. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT Hasil penelitian ini, pertama, Internal dan Eksternal Faktors Analisys Summary : Kekuatan (Strengths) : Kualitas Rasa Yang Unik, Harga yang kompetitif, Produk Yang Lokal, Kemasan Yang Menarik dan Minim Kompetitor. Kelemahan (Weakness) :Kurangnya Varian Kopi, Keterbatasan Supply, Keterbatasan Kapasitas Produksi, Kualitas dan Fluktuasi Harga Bahan Baku. Peluang (Opportunities) :Peningkatan Jumlah Wisatawan, Perubahan Tren Terhadap Minuman Kopi, Diversifikasi Produk, Meningkatkan Konsumsi Masyarakat Terhadap Kopi Daerah dan Produk Oleh-Oleh. Ancaman (Threats) : Plagiasi Produk, Persaingan harga, Ekspedisi, Banyak Produk Subtitusi dan Perubahan Cuaca/Iklim. Kedua, Strategi pemasaran yang digunakan untuk meningkatan daya saing UMKM D’Baloy Food Industries adalah Startegi SO sesuai dengan hasil diagram SWOT yaitu terdapat pada kuadran 1, Strategi Sonya yaitu Memperkuat Promosi dan Pemasaran (S1, O1), Meningkatkan Kualitas Layanan dan Pengalaman Konsumen (S1, O1, O4), Mengembangkan Varian Produk (S5, O3), Meningkatkan Kerjasama dengan UMKM Lain (S3, O2, O3, O4, O5) dan Menjaga Kualitas Produk dan Inovasi (S1, O4) Kata Kunci: UMKM, Kopi Robusta Malinau, IFAS, EFAS dan Analisis SWOT.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kebiasaan makan ikan tenggiri (scomberomorus sp) di perairan Muara Bulungan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The estuarine waters of Bulungan have great potential for the capture fisheries sector. Mackerel (Scomberomorus sp) is one of the fish caught in the estuarine waters in Bulungan using fishing gear. The eating habits of mackerel fish depend on food availability in the estuarine waters of Bulungan. Food is influenced by the quality and quantity of what is eaten, so food determines the fish's growth and condition. A lack of food will limit the number of fish populations in the waters. This research aimed to determine fish's eating habits in the estuarine waters of Bulungan. The samples were collected from catches from October to November 2022; carried out in three times. Thirty fish samples were taken to represent the population of the number caught. The entire catch was taken if the catch was less than 30 fish. Observation of eating habits was carried out by measuring the total length of the fish's body weight, taking the fish's stomach, and weighing the weight of fish's stomach and the innards of fish's stomach. Water quality measurements are carried out in situ and ex-situ. The aspects analyzed were gastric fullness (PILB) and gastric fullness index (ISC). The results of this research consisted of fish (Chordata) with a PILB value percentage of 44.83-92.86%, indicating that the estuarine waters Bulungan are fluctuating waters with sufficient food availability. The ISC value of 0.2-1.76% can be caused by the fish's habit of searching for food and obtaining food availability. The food found in the stomach of mackerel fish falls into the carnivore category. The ease with which fish find food is influenced by the behaviour of the fish and its food characteristics.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Menggunakan Aplikasi Food Delivery (Grab-Food) Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku konsumen adalah perilaku yang terlibat langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan sebelum dan sesudah perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perilaku konsumen dalam menggunakan aplikasi food delivery (grab food) (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan (3) mengetahui faktor manakah yang dominan berpengaruh dalam menggunakan aplikasi food delivery (grab food) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan sejak desember 2022 sampai januari 2023. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah teknik non-probability sampling. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling, jumlah responden sebanyak 100 responden yang setiap kecamatannya diambil 25 responden. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, validitas, realibitas, asumsi klasik, uji F, uji t dan regresi linear berganda. Perilaku konsumen dalam menggunakan aplikasi food delivery (grab food) di Kota Tarakan dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial dan faktor psikologi dikuatkan oleh indikator kemudahan konsumen, pilihan menu yang tersedia, efesiensi waktu, promosi dan diskon yang diberikan, pemilihan metode pembanyaran sesuai dengan kebutuhan konsumen, pengalaman pengguna untuk mempermudah konsumen yang lain dapat mengetahui tentang restoran mengetahui rating dari konsumen sebelumnya. Menghasilkan R2 86,8% , dengan persamaan regresi linier berganda Y 0,237 + 0,302 X1 + 0,539 X2 + 0,078X3. Uji F menunjukkan faktor budaya, faktor sosial dan faktor psikologis berpengaruh signifikan secara simultan, Berdasarkan uji t , faktor yang dominan merpengaruhi perilaku konsumen dalam menggunakan aplikasi food delivery (grab-food) adalah faktor sosial signifikan sebesar 0,000, faktor budaya signifikan sebesar 0,002.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan usaha roti gembung pada UMKM Paguntaka Food Di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menenngah (UMKM) menjadi sangat strategi, karena potensinya yang besar dalam menggerakan kegiatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) Pada UMKM Paguntaka Food dan Merumuskan strategi pengembangan usaha pada UMKM Paguntaka Food. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan analisis Faktor IFAS Strategi pengembangan usaha roti gembung terdapat faktor kekuatan yaitu: 1) Harga terjangkau, 2) Perizinan usaha lengkap dan mendpatkan label halal dari MUI, 3) Ketersedian bahan muda dicari, 4) Skill Karyawan dalam memproduksi roti, 5) Peralatan sudah modern, 6) Varian rasa beragam dan faktor kelemahan yaitu: 1) Jangkauan pemasaran sempit, 2) Tidak adanya bantuan pemerintah, 3)Produk tidak tahan lama, 4) Belum ada komposisi di label kemasan, 5) Tidak adanya bantuan pemodalan. Faktor EFAS Pengembagan usaha roti gembung faktor peluang yaitu: 1) Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap makanan jadi, 2) Loyalitas konsumen, 3) Berhubungan baik dengan pemasok, 4) Pertumbuhan pasar yang baik, 5) UMKM lokasinya strategis/ muda dijangkau dan Faktor kelemahan yaitu: 1) Banyaknya produk sibtitusi, 2) Banyak saingan menjual roti gembung, 3) Daya beli semakin menurun 4) Fluktuasi harga bahan baku, 5) Produk muda ditiru. Strategi rekomendasi SO yaitu ada dua strategi: 1) Harga roti gembung yang terjangkau. 2) Menambah penggunaan peralatan modern.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSISTENSI TRANSPORTASI ONLINE (GOFOOD) DAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN UMKM KOTA TARAKAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh eksistensi transportasi online (Go Food) dan Promosi terhadap volume penjualan UMKM di Kota Tarakan pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan pengukuran skala likert. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling pada 80 UMKM yang bekerjasama dengan pelayanan Go Food Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi transportasi online (Go Food) dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan UMKM Kota Tarakan pada masa pandemi Covid-19.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Game Theory dalam Penentuan Strategi Bersaing Produk Aplikasi Pemesanan Grab-Food dan Go-Food Tarakan

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bersaing optimal dengan menggunakan metode game theory yang dapat menguntungkan Grab-Food dan Go-Food Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan yang mengetahui dan menggunakan layanan Grab-Food dan Go-Food. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 mahasiswa yang diambil dengan rumus Lemeshow. Atribut yang digunakan untuk menilai strategi bersaing adalah kepraktisan, promo, harga, kelengkapan, ketepatan, pelayanan, dan keamanan makanan. Data dianalisis dengan metode game theory menggunakan bantuan aplikasi POM-QM. Hasil dari penelitian ini strategi bersaing optimal yang menguntungkan Grab-Food dan Go-Food adalah strategi Harga bagi Grab-Food dan strategi Promo bagi Go-Food.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI BERDASARKAN PROPORSI PENGELUARAN PANGAN DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The income level of farmers is a factor that will affect the ability of famers to achieve food security. This can be measured based on the proportion of expenditure on food and non-food. This research aimed to (1) determine the income and expenditure of farmer in Juata Laut Village, Tarakan city; (2) find out the proportion of food expenditure to total household expenditure of farmers in Juata Laut Village, Tarakan City. A total of 50 respondents were taken as sample using purposive sampling method. Data were analyzed descriptively, in the forms of household income, household expenditure and the proportion of food expenditure to total household expenditure. The result indicated that the average household income of farmers was Rp. 2,810,948 per month, consisting of farm income and non-farm income. The average household expenditure for farmers was Rp. 1,466,210 per month, which consisted of food and non-food expenditure. The proportion of food expenditure to total household income consisted of food expenditure with a percentage of 39.77% and non-food expenditure of 60.23%. It was concluded that farmer household were in the food resistant category.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail