Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kadar abu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ALGINAT DARI Sargassum sp. MENGGUNAKAN PELARUT Na2CO3 DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

2026•

Sargassum sp. merupakan salah satu rumput laut cokelat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan mengandung senyawa penting berupa alginat. Alginat merupakan polisakarida alami yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Na₂CO₃ terhadap rendemen dan karakteristik natrium alginat yang diekstraksi dari rumput laut cokelat Sargassum sp. Alginat sebagai polisakarida yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Metode penelitian menggunakan ekstraksi asam dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ sebesar 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Na₂CO₃ 4% menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 52,53%, kadar air 7,33%, kadar abu 58,33%, dan pH 7,28. Kadar air dan pH seluruh perlakuan memenuhi standar Food Chemical Codex (FCC), sedangkan kadar abu belum memenuhi standar. Konsentrasi Na₂CO₃ 4% merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan natrium alginat dari Sargassum sp. dengan karakteristik yang relatif optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut kappaphycus alvarezii yang berasal dari pulau nunukan

2025•

Pulau Nunukan memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang merupakan sumber utama karagenan. Selain itu, rumput laut jenis ini mengandung natrium dan kalium yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan garam, dengan hasil samping yang diduga masih menyisakan kandungan karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Pulau Nunukan menggunakan pelarut KOH. Parameter uji meliputi kadar air, kadar abu, kadar sulfat, dan viskositas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karagenan dari bahan baku Kappaphycus alvarezii menghasilkan kadar air sebesar 12,67±0,58%, kadar abu sebesar 40,67±2,08%, kadar sulfat sebesar 1,74±0,47%, dan viskositas sebesar 6,90±0,6cP. Sementara itu, karagenan dari hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii menghasikan kadar air sebesar 3,33±2,31%, kadar abu sebesar 38,67±10,69%, kadar sulfat sebesar 2,99±0,30%, dan viskositas sebesar 6,10±0,17cP. Secara keseluruhan, karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii telah memenuhi persyaratan mutu SNI 8391-1: 2017 pada parameter kadar abu dan viskositas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail