Karakteristik karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut kappaphycus alvarezii yang berasal dari pulau nunukan
Pulau Nunukan memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang merupakan sumber utama karagenan. Selain itu, rumput laut jenis ini mengandung natrium dan kalium yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan garam, dengan hasil samping yang diduga masih menyisakan kandungan karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Pulau Nunukan menggunakan pelarut KOH. Parameter uji meliputi kadar air, kadar abu, kadar sulfat, dan viskositas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karagenan dari bahan baku Kappaphycus alvarezii menghasilkan kadar air sebesar 12,67±0,58%, kadar abu sebesar 40,67±2,08%, kadar sulfat sebesar 1,74±0,47%, dan viskositas sebesar 6,90±0,6cP. Sementara itu, karagenan dari hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii menghasikan kadar air sebesar 3,33±2,31%, kadar abu sebesar 38,67±10,69%, kadar sulfat sebesar 2,99±0,30%, dan viskositas sebesar 6,10±0,17cP. Secara keseluruhan, karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii telah memenuhi persyaratan mutu SNI 8391-1: 2017 pada parameter kadar abu dan viskositas.