BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Seseorang dengan pengelolaan emosi yang rendah biasanya kesulitan mengidentifikasi dan memahami emosi mereka sendiri, tidak menyadari penyebab dan dampak emosi pada pikiran dan perilaku mereka, kesulitan mengendalikan emosi yang kuat seperti marah atau sedih, mengalami emosi yang tidak stabil dan mudah berubah -ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik mindfulness untuk meningkatkan pengelolaan emosi siswa kelas XII di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen model one group pretest and posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan emosi siswa berada pada kategori sedang (57,1%) dan rendah (42,9%). Setelah diberikan treatment (perlakuan) menggunakan teknik mindfulness, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan empat siswa (57,1%) berada pada kategori tinggi, dan tiga siswa (42,9%) pada kategori sedang. Analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh positif dari teknik mindfulness terhadap pengelolaan emosi siswa. Teknik ini membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik, serta merespons situasi dengan lebih tenang dan terkontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana atas kejahatan akses tidak sah dalam sistem elektronik dan untuk menelaah pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 9/Pid.Sus/2021/PN Pli, dengan latar belakang meningkatnya kejahatan siber dan kebutuhan akan kepastian hukum dalam penegakan hukum berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana akses tanpa izin masih didasarkan pada asas kesalahan (geen straf zonder schuld), yang mensyaratkan terpenuhinya unsur objektif dan subjektif serta tidak adanya dasar pengecualian pidana, di mana unsur "tanpa hak" dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik menjadi unsur kunci dalam menentukan kesalahan pelaku. Dalam Putusan Nomor 9/Pid.Sus/2021/PN Pli, hakim menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana dan alat bukti yang sah; namun, secara kritis, pertimbangan hakim masih bersifat formalistik karena belum membahas secara menyeluruh batas-batas kewenangan akses, konteks penggunaan sistem elektronik, serta kemungkinan pertanggungjawaban pidana perusahaan. Dengan demikian, meskipun keputusan tersebut secara normatif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terdapat kebutuhan untuk memperkuat pendekatan hukum yang lebih komprehensif, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kompleksitas kejahatan siber di Indonesia guna memastikan kepastian hukum dan keadilan substansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seseorang dengan pengelolaan emosi yang rendah biasanya kesulitan mengidentifikasi dan memahami emosi mereka sendiri, tidak menyadari penyebab dan dampak emosi pada pikiran dan perilaku mereka, kesulitan mengendalikan emosi yang kuat seperti marah atau sedih, mengalami emosi yang tidak stabil dan mudah berubah -ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik mindfulness untuk meningkatkan pengelolaan emosi siswa kelas XII di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen model one group pretest and posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan emosi siswa berada pada kategori sedang (57,1%) dan rendah (42,9%). Setelah diberikan treatment (perlakuan) menggunakan teknik mindfulness, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dengan empat siswa (57,1%) berada pada kategori tinggi, dan tiga siswa (42,9%) pada kategori sedang. Analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh positif dari teknik mindfulness terhadap pengelolaan emosi siswa. Teknik ini membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik, serta merespons situasi dengan lebih tenang dan terkontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana atas kejahatan akses tidak sah dalam sistem elektronik dan untuk menelaah pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 9/Pid.Sus/2021/PN Pli, dengan latar belakang meningkatnya kejahatan siber dan kebutuhan akan kepastian hukum dalam penegakan hukum berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana akses tanpa izin masih didasarkan pada asas kesalahan (geen straf zonder schuld), yang mensyaratkan terpenuhinya unsur objektif dan subjektif serta tidak adanya dasar pengecualian pidana, di mana unsur "tanpa hak" dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik menjadi unsur kunci dalam menentukan kesalahan pelaku. Dalam Putusan Nomor 9/Pid.Sus/2021/PN Pli, hakim menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana dan alat bukti yang sah; namun, secara kritis, pertimbangan hakim masih bersifat formalistik karena belum membahas secara menyeluruh batas-batas kewenangan akses, konteks penggunaan sistem elektronik, serta kemungkinan pertanggungjawaban pidana perusahaan. Dengan demikian, meskipun keputusan tersebut secara normatif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terdapat kebutuhan untuk memperkuat pendekatan hukum yang lebih komprehensif, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kompleksitas kejahatan siber di Indonesia guna memastikan kepastian hukum dan keadilan substansial.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Kecemasan matematika merupakan perasaan tertekan, khawatir, cemas, gelisah, tidak suka, maupun rasa takut peserta didik terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan matematika ini menyebabkan beberapa peserta didik tidak menyukai matematika. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana kecemasan matematika siswa kelas VII-2 SMPN 10 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 3 peserta didik kelas VII-2 menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kategori tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan angket dan wawancara. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi sumber, peningkatan ketekunan, dan Member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berada pada tingkat kecemasan matematika tinggi hanya memenuhi sepuluh indikator kecemasan matematika, sedangkan siswa dengan tingkat kecemasan matematika sedang hanya memenuhi lima indikator kecemasan matematika, dan siswa yang berada pada kategori tingkat kecemasan rendah tidak memenuhi indikator kecemasan matematika. Temuan peneliti mengenai penyebab kecemasan matematika kelas VII-2 adalah terlalu banyak rumus yang dipahami, siswa takut terhadap guru matematika dan metode pembelajaran konvensional.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 tarakan dalam mata pelajaran matematika materi bilangan desimal dengan menerapkan pembelajaran Fun learning berbasis Wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindalan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada peserta didik IV-D SDN 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi, dan Dokumentasim Tekbik analisa data pada penelitian ini yaitu, hasil penelitian kognitif dan psikomotorik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penerapan pembelajaran matematika materi bilangan desimal dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dengan nilai pada siklus I yaitu 55% dan meningkat pada siklus II menjadi 89%. Peningkatan nilai tersebut dipersentasikan menjadi 89% dan telah mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu 70. Pada hasil psikomotorik dengan nilai 37% pada siklus I kemudian meningkat 81% pada siklus II. Peningkatan tersebut dipersentasikan menjadi 81% dan melebihi indikator keberhasilan 75% peserta didik mencapai KKM 70. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fun learning berbasis wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 tarakan dalam mata pelajaran matematika materi bilangan desimal dengan menerapkan pembelajaran Fun learning berbasis Wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindalan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada peserta didik IV-D SDN 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi, dan Dokumentasim Tekbik analisa data pada penelitian ini yaitu, hasil penelitian kognitif dan psikomotorik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penerapan pembelajaran matematika materi bilangan desimal dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dengan nilai pada siklus I yaitu 55% dan meningkat pada siklus II menjadi 89%. Peningkatan nilai tersebut dipersentasikan menjadi 89% dan telah mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu 70. Pada hasil psikomotorik dengan nilai 37% pada siklus I kemudian meningkat 81% pada siklus II. Peningkatan tersebut dipersentasikan menjadi 81% dan melebihi indikator keberhasilan 75% peserta didik mencapai KKM 70. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fun learning berbasis wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL ABSTRAK HASTUTI 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ranah kognitif pada buku teks kelas VIII yang diterbitkan oleh CV Graha Printama Selaras tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa naskah soal pada buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Semester 1 terbitan Graha Printama Selaras tahun 2021 di kota Sukoharjo. Data penelitian ini adalah soal-soal pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Graha Printing Selaras yang terdiri dari 5 bab dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 200 soal. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persentase ranah kognitif soal kelas VIII pada bab I dengan jumlah soal sebanyak 40, C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengidentifikasi. C2 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dimana persentase paling dominan pada bab I yaitu pada ranah kognitif C2 sebanyak 45%. Bab II yaitu C1 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 47,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengevaluasi. Dengan ini persentase yang paling dominan pada bab II terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab III yaitu C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 7,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami, mengemukakan, dan mencontohkan. C3 dengan persentase 40% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis, dan menemukan. C5 dengan persentase 5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu merangkum dan memilih. Dengan demikian persentasi yang paling dominan pada bab III yaitu pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab IV yaitu C1 dengan persentase 22,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyimpulkan. C3 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan yaitu menemukan. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menilai. Dengan persentase paling dominan pada bab IV terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 45%. Bab V yaitu C1 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyatakan. C2 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 35% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dengan demikian persentase yang paling dominan pada bab V terdapat pada ranah kognitif C3 dengan hasil 45%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenjang ranah kognitif yang memiliki persentase paling tinggi di hampir setiap bab yaitu ranah kognitif C3 dengan angka 47,5% pada bab 2, dan untuk keseluruhan bab ranah kognitif yang memiliki nilai tinggi yaitu ranah kognitif C3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecemasan matematika merupakan perasaan tertekan, khawatir, cemas, gelisah, tidak suka, maupun rasa takut peserta didik terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan matematika ini menyebabkan beberapa peserta didik tidak menyukai matematika. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana kecemasan matematika siswa kelas VII-2 SMPN 10 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 3 peserta didik kelas VII-2 menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kategori tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan angket dan wawancara. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi sumber, peningkatan ketekunan, dan Member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berada pada tingkat kecemasan matematika tinggi hanya memenuhi sepuluh indikator kecemasan matematika, sedangkan siswa dengan tingkat kecemasan matematika sedang hanya memenuhi lima indikator kecemasan matematika, dan siswa yang berada pada kategori tingkat kecemasan rendah tidak memenuhi indikator kecemasan matematika. Temuan peneliti mengenai penyebab kecemasan matematika kelas VII-2 adalah terlalu banyak rumus yang dipahami, siswa takut terhadap guru matematika dan metode pembelajaran konvensional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL ABSTRAK HASTUTI 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ranah kognitif pada buku teks kelas VIII yang diterbitkan oleh CV Graha Printama Selaras tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa naskah soal pada buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Semester 1 terbitan Graha Printama Selaras tahun 2021 di kota Sukoharjo. Data penelitian ini adalah soal-soal pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Graha Printing Selaras yang terdiri dari 5 bab dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 200 soal. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persentase ranah kognitif soal kelas VIII pada bab I dengan jumlah soal sebanyak 40, C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengidentifikasi. C2 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dimana persentase paling dominan pada bab I yaitu pada ranah kognitif C2 sebanyak 45%. Bab II yaitu C1 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 47,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengevaluasi. Dengan ini persentase yang paling dominan pada bab II terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab III yaitu C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 7,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami, mengemukakan, dan mencontohkan. C3 dengan persentase 40% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis, dan menemukan. C5 dengan persentase 5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu merangkum dan memilih. Dengan demikian persentasi yang paling dominan pada bab III yaitu pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab IV yaitu C1 dengan persentase 22,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyimpulkan. C3 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan yaitu menemukan. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menilai. Dengan persentase paling dominan pada bab IV terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 45%. Bab V yaitu C1 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyatakan. C2 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 35% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dengan demikian persentase yang paling dominan pada bab V terdapat pada ranah kognitif C3 dengan hasil 45%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenjang ranah kognitif yang memiliki persentase paling tinggi di hampir setiap bab yaitu ranah kognitif C3 dengan angka 47,5% pada bab 2, dan untuk keseluruhan bab ranah kognitif yang memiliki nilai tinggi yaitu ranah kognitif C3.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruas Jalan Sei Bengawan Kota Tarakan merupakan jalan yang sering dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material karena adanya pembangunan pabrik kertas di jalan tersebut, sehinga mengakibatkan beban yang diterima jalan melebihi beban rencana (overloading) yang menjadi penyebab salah satu kerusakan dan ketidakrataan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tingkat kerusakan jalan dan ketidakrataan jalan serta jenis penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer berupa jenis, tingkat keparahan dan luasan kerusakan jalan serta data ketidakrataan jalan atau nilai IRI yang didapatkan dari aplikasi roadroid. Hasil penelitian didapatkan nilai tingkat kerusakan pada metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah 62 yang menunjukkan kondisi perkerasan dalam kategori sedang dan nilai tingkat ketidakrataan pada metode International Roughness Index (IRI) adalah 4,04 m/km dengan nilai tingkat pelayanan (PSI) adalah 1,81 yang menunjukkan kondisi pelayanan jalan Sei Bengawan kurang dengan rentang nilai PSI tingkat kepercayaan 95% berkisaran 1,60 - 2,02. Pemilihan jenis pemeliharaan pada keseluruhan ruas jalan Sei Bengawan adalah peningkatan jalan. Apabila, berdasarkan jenis kerusakan masing-masing segmen jalan, jenis penanganan berdasarkan aturan standar perbaikan Direktorat Jendral Bina Marga 1995 yaitu P2 (pengaspalan), P3 (pelapisan retak), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. S di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 08 Januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 03 februari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 04 februari 2024 Postpartum Hari ke- 1 KF-1. Pada tanggal 09 februari 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 23 februari 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 11 Maret Postpartum hari ke-37 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 05 februari 2024 hari ke-1 atau KN1. Pada tanggal 10 februari 2024 hari ke-7 atau KN2. Pada tanggal 23 Febuari 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 08 januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. S di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 08 Januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 03 februari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 04 februari 2024 Postpartum Hari ke- 1 KF-1. Pada tanggal 09 februari 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 23 februari 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 11 Maret Postpartum hari ke-37 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 05 februari 2024 hari ke-1 atau KN1. Pada tanggal 10 februari 2024 hari ke-7 atau KN2. Pada tanggal 23 Febuari 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 08 januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
The educational application game is one of the online educational media that has an attractive appearance for students. Based on the researcher's experience and discussions with English teachers at SMPN 4 Tarakan, many English VIII-grade students still need help understanding English vocabulary correctly. This study aimed to describe the implementation of the Educandy application in learning English vocabulary of grade VIII students and to know the students' responses regarding the application. The researcher used a qualitative approach with documentation analysis, observation, and guided interviews as research instruments. The results of observations regarding the application of the Educandy game in learning English vocabulary conducted by observers showed that almost the entire series of English vocabulary learning activities were by the existing Learning Implementation Plan (RPP). Data collected from interviews showed that the Educandy application game received a positive response from students of class VIII SMPN 4 Tarakan, including happy and enthusiastic students, and helped apply the Educandy application game to train English vocabulary learning. Students generally think the Educandy application game is suitable for English language learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The educational application game is one of the online educational media that has an attractive appearance for students. Based on the researcher's experience and discussions with English teachers at SMPN 4 Tarakan, many English VIII-grade students still need help understanding English vocabulary correctly. This study aimed to describe the implementation of the Educandy application in learning English vocabulary of grade VIII students and to know the students' responses regarding the application. The researcher used a qualitative approach with documentation analysis, observation, and guided interviews as research instruments. The results of observations regarding the application of the Educandy game in learning English vocabulary conducted by observers showed that almost the entire series of English vocabulary learning activities were by the existing Learning Implementation Plan (RPP). Data collected from interviews showed that the Educandy application game received a positive response from students of class VIII SMPN 4 Tarakan, including happy and enthusiastic students, and helped apply the Educandy application game to train English vocabulary learning. Students generally think the Educandy application game is suitable for English language learning.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Perbedaan kualitas lingkungan perairan dapat berpengaruh terhadap pemijahan ikan belanak dan ikan mujair. Di dalam tambak pada saat pemeliharaan atau pemanenan didapatkan ukuran yang bervariasi sehingga kemungkinan terjadi proses reproduksi. Salah satunya yaitu ikan mujair yang memiliki variasi ukuran paling lengkap dari kecil hingga besar. Selain itu terdapat ikan belanak yang merupakan habitat aslinya berada di daerah estuari sehingga berkemungkinan tambak merupakan bagian dari siklus hidup reproduksi ikan belanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data akurat tentang aspek reproduksi ikan belanak dan ikan mujair yang meliputi nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan fekunditas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan pengamatan aspek reproduksi ikan belanak dan mujair. Sampel di dalam tambak dikumpulkan pada saat panen dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin pada ikan belanak sebesar 1.00 : 1.65 dan pada ikan mujair sebesar 1.00 : 1.60 Sampel ikan belanak jantan berada pada TKG I – II, sedangkan belanak betina berada pada TKG I – V. Pada ikan mujair komplit dari TKG I – V. IKG tertinggi pada ikan belanak sebesar sebesar 2.76% - 13.10%, dan IKG terendah sebesar 0.02% – 0.41%. Pada ikan mujair rata-rata IKG tertinggi yaitu sebesar 0.08% - 4.66% dan IKG terendah sebesar 0.03% - 0.24%. Fekunditas ikan belanak berkisar 141.550 – 598.194 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.44 dan dengan berat 0.24. Fekunditas ikan mujair berkisar 2.120 – 80.020 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.12 dan dengan berat 0.07. Nisbah kelamin ikan belanak dan ikan mujair tidak seimbang dengan didominasi oleh betina. Jumlah fekunditas tidak berkorelasi positif dengan ukuran ikan belanak dan ikan mujair baik panjang maupun berat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perbedaan kualitas lingkungan perairan dapat berpengaruh terhadap pemijahan ikan belanak dan ikan mujair. Di dalam tambak pada saat pemeliharaan atau pemanenan didapatkan ukuran yang bervariasi sehingga kemungkinan terjadi proses reproduksi. Salah satunya yaitu ikan mujair yang memiliki variasi ukuran paling lengkap dari kecil hingga besar. Selain itu terdapat ikan belanak yang merupakan habitat aslinya berada di daerah estuari sehingga berkemungkinan tambak merupakan bagian dari siklus hidup reproduksi ikan belanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data akurat tentang aspek reproduksi ikan belanak dan ikan mujair yang meliputi nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan fekunditas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan pengamatan aspek reproduksi ikan belanak dan mujair. Sampel di dalam tambak dikumpulkan pada saat panen dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin pada ikan belanak sebesar 1.00 : 1.65 dan pada ikan mujair sebesar 1.00 : 1.60 Sampel ikan belanak jantan berada pada TKG I – II, sedangkan belanak betina berada pada TKG I – V. Pada ikan mujair komplit dari TKG I – V. IKG tertinggi pada ikan belanak sebesar sebesar 2.76% - 13.10%, dan IKG terendah sebesar 0.02% – 0.41%. Pada ikan mujair rata-rata IKG tertinggi yaitu sebesar 0.08% - 4.66% dan IKG terendah sebesar 0.03% - 0.24%. Fekunditas ikan belanak berkisar 141.550 – 598.194 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.44 dan dengan berat 0.24. Fekunditas ikan mujair berkisar 2.120 – 80.020 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.12 dan dengan berat 0.07. Nisbah kelamin ikan belanak dan ikan mujair tidak seimbang dengan didominasi oleh betina. Jumlah fekunditas tidak berkorelasi positif dengan ukuran ikan belanak dan ikan mujair baik panjang maupun berat.