BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL ABSTRAK HASTUTI 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ranah kognitif pada buku teks kelas VIII yang diterbitkan oleh CV Graha Printama Selaras tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa naskah soal pada buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Semester 1 terbitan Graha Printama Selaras tahun 2021 di kota Sukoharjo. Data penelitian ini adalah soal-soal pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Graha Printing Selaras yang terdiri dari 5 bab dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 200 soal. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persentase ranah kognitif soal kelas VIII pada bab I dengan jumlah soal sebanyak 40, C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengidentifikasi. C2 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dimana persentase paling dominan pada bab I yaitu pada ranah kognitif C2 sebanyak 45%. Bab II yaitu C1 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 47,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengevaluasi. Dengan ini persentase yang paling dominan pada bab II terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab III yaitu C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 7,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami, mengemukakan, dan mencontohkan. C3 dengan persentase 40% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis, dan menemukan. C5 dengan persentase 5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu merangkum dan memilih. Dengan demikian persentasi yang paling dominan pada bab III yaitu pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab IV yaitu C1 dengan persentase 22,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyimpulkan. C3 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan yaitu menemukan. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menilai. Dengan persentase paling dominan pada bab IV terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 45%. Bab V yaitu C1 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyatakan. C2 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 35% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dengan demikian persentase yang paling dominan pada bab V terdapat pada ranah kognitif C3 dengan hasil 45%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenjang ranah kognitif yang memiliki persentase paling tinggi di hampir setiap bab yaitu ranah kognitif C3 dengan angka 47,5% pada bab 2, dan untuk keseluruhan bab ranah kognitif yang memiliki nilai tinggi yaitu ranah kognitif C3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL ABSTRAK HASTUTI 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ranah kognitif pada buku teks kelas VIII yang diterbitkan oleh CV Graha Printama Selaras tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa naskah soal pada buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Semester 1 terbitan Graha Printama Selaras tahun 2021 di kota Sukoharjo. Data penelitian ini adalah soal-soal pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Graha Printing Selaras yang terdiri dari 5 bab dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 200 soal. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persentase ranah kognitif soal kelas VIII pada bab I dengan jumlah soal sebanyak 40, C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengidentifikasi. C2 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dimana persentase paling dominan pada bab I yaitu pada ranah kognitif C2 sebanyak 45%. Bab II yaitu C1 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 47,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengevaluasi. Dengan ini persentase yang paling dominan pada bab II terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab III yaitu C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 7,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami, mengemukakan, dan mencontohkan. C3 dengan persentase 40% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis, dan menemukan. C5 dengan persentase 5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu merangkum dan memilih. Dengan demikian persentasi yang paling dominan pada bab III yaitu pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab IV yaitu C1 dengan persentase 22,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyimpulkan. C3 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan yaitu menemukan. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menilai. Dengan persentase paling dominan pada bab IV terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 45%. Bab V yaitu C1 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyatakan. C2 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 35% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dengan demikian persentase yang paling dominan pada bab V terdapat pada ranah kognitif C3 dengan hasil 45%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenjang ranah kognitif yang memiliki persentase paling tinggi di hampir setiap bab yaitu ranah kognitif C3 dengan angka 47,5% pada bab 2, dan untuk keseluruhan bab ranah kognitif yang memiliki nilai tinggi yaitu ranah kognitif C3.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
THE USE OF SQ3R METHOD ON READING OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF MTS NEGERI TARAKAN ABSTRAK The purpose of this research was to find out effect of using the SQ3R method on reading comprehension of eighth grade students at MTS Negeri Tarakan. The design of this research was pre-experimental. The research population were all eighth grade students of MTS Negeri Tarakan in academic year of 2019/2020. Using a purposive sampling technique, a total of 27 class VIII C students were taken as the research sample. The instrument used to collect the data in this study was a written test. The collected data were analyzed descriptively with the help of SPSS 22.0. The results showed that mean score of posttest (76.00) was greater than that of pretest (55.56). The t-test result showed that there was a significant difference between the mean scores of pretest and posttest. Thus, it was concluded that the use of the SQ3R method significantly increased reading comprehension of the eighth grade students ofMTs Negeri Tarakan. Keywords: SQ3R Method, Reading Comprehension THE USE OF SQ3R METHOD ON READING COMPREHENSION OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF MTS� NEGERI TARAKAN � � ABSTRAK � Hastuti, 2020. The Use of SQ3R Method on Reading Comprehesion of Eighth Grade Students of MTs Negeri Tarakan. (advisor by Dr. Agus Rianto). Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mencari kefektifan dari menggunakan metode SQ3R untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas delapan di MTs NEGERI Tarakan. Desain dari penelitian ini adalah pra eksperime. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII siswa MTs Negeri Tarakan.tahun pelajaran 2019/2020. Peneliti menggunakan purposive sampling dalam menentukan sample. Siswa kelas VIII C yang terdiri dari 27 siswa adalah sample dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan bantuan SPSS 22.0 . Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata- rata antara pre test dan post test. Nilai pre test 55,56 dan nilai post test adlah 76,00. Terdapat peningkatan nilai rata- rata sebesar 20,44. Hasil dari paired sample test adalah t test = 8,055 dan t table adalah 2,056. Hasil t test lebih tinggi dari t table. Dengan demikian dapat disimpilkan Ha� diterima dan H0 �ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode SQ3R dalam pemahaman bacaan membawa pengaruh terhadap peningkatan penguasaan dan pemahaman membaca siswa kelas VIII C MTs Negeri Tarakan 2019/2020. � Kata kunci: Metode SQ3R, Pemahaman Membaca �
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi dan tingkat kepuasan belanja online shop terhadap kepuasan mahasiswi di fakultas ekonomi di Universitas Borneo Tarakan. Metode pendekatan ini yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitaf. Data diambil melalui kegiatan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis linear berganda. Penelitian tersebut menunjukkan hasil sebagai berikut: secara parsial variabel produk menunjukkan nilai probabilitas 0,0049 0,1. Sehingga dapat disimpulkan berpengaruh. Variabel harga menunjukkan nilai probabilitas 0,9584 > 0,1. Sehingga dapat disimpulkan tidak berpengaruh. Variabel pelayanan menunjukkan nilai probabilitas 0,6497 > 0,1. Sehingga dapat disimpulkan tidak berpengaruh. Variabel ongkos kirim menunjukkan nilai probabilitas 0,0007 0,1. Sehingga dapat disimpulkan berpengaruh. Variabel kecepatan pengiriman menunjukkan nilai probabilitas 0,4318 > 0.1. Sehingga dapat disimpulkan tidak berpengaruh. Variabel resiko barang menunjukkan nilai probabilitas 0,5777 > 0,1. Sehingga dapat disimpulkan tidak berpengaruh. Sedangkan secara simultan Fhitung 6,532685 > Ftabel 1,837770 dan Prob. Fhitung 0,000009 0,1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara simultan tingkat produk (X1), harga (X2), pelayanan (X3), ongkos kirim (X4), kecepatan pengirim (X5), dan resiko barang (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y). Dengan kata lain variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. Diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,296500 atau 29,65% dimana nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel produk, harga, pelayanan, ongkos kirim, kecepatan pengiriman, dan resiko barang tidak memiliki pengaruh kepuasan pelanggan belanja online. Sedangkan sisanya 70.35% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model penelitian.