Abstrak
Perbedaan kualitas lingkungan perairan dapat berpengaruh terhadap pemijahan ikan belanak dan ikan mujair. Di dalam tambak pada saat pemeliharaan atau pemanenan didapatkan ukuran yang bervariasi sehingga kemungkinan terjadi proses reproduksi. Salah satunya yaitu ikan mujair yang memiliki variasi ukuran paling lengkap dari kecil hingga besar. Selain itu terdapat ikan belanak yang merupakan habitat aslinya berada di daerah estuari sehingga berkemungkinan tambak merupakan bagian dari siklus hidup reproduksi ikan belanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data akurat tentang aspek reproduksi ikan belanak dan ikan mujair yang meliputi nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan fekunditas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan pengamatan aspek reproduksi ikan belanak dan mujair. Sampel di dalam tambak dikumpulkan pada saat panen dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin pada ikan belanak sebesar 1.00 : 1.65 dan pada ikan mujair sebesar 1.00 : 1.60 Sampel ikan belanak jantan berada pada TKG I – II, sedangkan belanak betina berada pada TKG I – V. Pada ikan mujair komplit dari TKG I – V. IKG tertinggi pada ikan belanak sebesar sebesar 2.76% - 13.10%, dan IKG terendah sebesar 0.02% – 0.41%. Pada ikan mujair rata-rata IKG tertinggi yaitu sebesar 0.08% - 4.66% dan IKG terendah sebesar 0.03% - 0.24%. Fekunditas ikan belanak berkisar 141.550 – 598.194 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.44 dan dengan berat 0.24. Fekunditas ikan mujair berkisar 2.120 – 80.020 butir telur dengan korelasi fekunditas dengan panjang sebesar 0.12 dan dengan berat 0.07. Nisbah kelamin ikan belanak dan ikan mujair tidak seimbang dengan didominasi oleh betina. Jumlah fekunditas tidak berkorelasi positif dengan ukuran ikan belanak dan ikan mujair baik panjang maupun berat.