ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan di sekolah. Ketepatan waktu pembagian makanan penting diperhatikan karena kondisi fisik siswa dapat berkaitan dengan kemampuan berkonsentrasi selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait konsentrasi belajar siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru kelas III-B dan enam siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pembagian MBG berkaitan dengan kondisi fisik dan konsentrasi belajar siswa. Sebelum menerima MBG: beberapa siswa menunjukkan kondisi lapar, lemas, sakit perut, kurang berenergi, dan kesulitan memusatkan perhatian selama pembelajaran. Saat pembagian MBG: fokus siswa terbagi antara kegiatan makan dan pembelajaran. Setelah menerima MBG: siswa cenderung merasa kenyang, lebih segar, berenergi, dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Namun, pelaksanaan MBG setelah waktu istirahat, menjelang siswa pulang, atau ketika pembelajaran masih berlangsung dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi waktu pembelajaran. Dengan demikian, MBG memberikan manfaat terhadap kondisi fisik siswa, tetapi efektivitasnya dalam mendukung konsentrasi belajar berkaitan dengan ketepatan waktu pembagian. Waktu yang lebih sesuai adalah sebelum pembelajaran atau pada awal kegiatan sekolah dengan menyediakan alokasi waktu khusus agar kegiatan makan tidak mengganggu proses pembelajaran. Penempatan waktu tersebut juga dapat membantu menjaga ketertiban dan kesinambungan aktivitas belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsentrasi belajar siswa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menjelang pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), konsentrasi belajar siswa kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan mengalami gangguan yang ditunjukkan melalui perilaku berbicara dengan teman, melihat ke luar kelas, berpindah tempat, membicarakan menu makanan, dan menunggu kedatangan MBG. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan gangguan konsentrasi belajar serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas V-A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rasa lapar, kurang tidur, mengantuk, dan kelelahan. Faktor eksternal meliputi interaksi teman sebaya, suasana kelas yang ramai, aktivitas siswa dari kelas lain, suara dari luar kelas, kedatangan MBG, rasa ingin tahu terhadap menu, dan kegiatan menunggu pembagian MBG. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian arahan, teguran, pendampingan, pengaturan tempat duduk, dan motivasi. Upaya tersebut membantu mengarahkan kembali perhatian siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengangkaji pengaturan hukum terkait keamanan pangan dalam program MBG serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap penyelenggara yang menyebabkan keracunan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli hukum. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan pangan dalam program MBG diatur melalui kewajiban pemenuhan standar higiene, sanitasi, mutu, dan keamanan makanan. Apabila terjadi keracunan akibat kelalaian atau kesengajaan, maka penyelenggara, penyedia jasa boga, maupun pihak lain yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana. Sanksi yang dapat dikenakan berupa pidana penjara, pidana denda, maupun pidana tambahan sesuai peraturan perundang-undangan. Korporasi sebagai penyelenggara juga dapat dikenai pertanggungjawaban pidana. Kesimpulannya, penyelenggara program MBG wajib menjamin keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat, peningkatan standar operasional, dan koordinasi antarinstansi guna mencegah terjadinya keracunan makanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap kepuasan masyarakat dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) sebagai variabel moderasi di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 57 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai t hitung 5,973 > t tabel 2,003. Demikian pula kepercayaan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai t hitung 5,995 > t tabel 2,003. SIMBG terbukti memoderasi hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai adjusted R Square sebesar 1% (dari 0,362 menjadi 0,372). SIMBG juga memoderasi hubungan antara kepercayaan masyarakat dan kepuasan masyarakat yang ditunjukkan dengan perubahan nilai adjusted R Square sebesar 1% (dari 0,381 menjadi 0,382). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat, yang didukung oleh implementasi SIMBG, berkontribusi positif terhadap peningkatan kepuasan masyarakat dalam pengurusan PBG di Kabupaten Malinau.