ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies elasmobranch yang hidup di perairan tawar dengan status konservasi Critically Endangered serta memiliki distribusi yang terbatas, termasuk di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Informasi mengenai ekologi makan spesies ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan G. fowlerae berdasarkan isi lambung sebagai indikator ekologi makan. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis isi lambung terhadap 40 sampel ikan dengan panjang tubuh 52–99 cm dan berat 1.100–7.100 gram. Analisis meliputi jumlah (N), berat (W), frekuensi kemunculan (F) jenis makanan, Indeks Bagian Terbesar (Index of Preponderance), serta Indeks Kepenuhan Lambung (ISC). Hasil analisis menunjukkan bahwa G. fowlerae bersifat karnivora dengan komposisi makanan utama berupa udang (IP = 75,70%), diikuti ikan (IP = 16,95%), serasah (IP = 4,65%), dan organisme tidak teridentifikasi (IP = 2,71%). Total berat isi lambung yang teridentifikasi mencapai 579,31 gram. Nilai ISC menunjukkan variasi antar individu yang mengindikasikan perbedaan aktivitas makan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa G. fowlerae merupakan predator aktif yang sangat bergantung pada krustasea, terutama udang, sebagai sumber makanan utama di ekosistem Sungai Sesayap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan wilayah perairan yang memiliki sumberdaya potensi perikanan tangkap yang berlimpah salah satunya mengenai ikan manyung (Arius sp). Ikan manyung merupakan jenis ikan demersal. Masih minimnya penelitian mengenai kebiasaan ikan manyung menyebabkan minimnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan sumberdaya perikanan secara lestari dan berkelanjutan di perairan kota Tarakan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis makanan dan kebiasaan makan dari ikan manyung di Perairan Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode survei langsung di lapangan dengan penentuan sampel bersifat purposive sampling dimana dilakukan selama 5 kali pengambilan sampel dengan tiga tempat lokasi penelitian yang berbeda, dengan tiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 10 ekor. Pengambilan data di lakukan di laboratorium Perikanan FPIK UBT dengan mengambil data berupa panjang total, berat total, berat lambung ikan, isi lambung ikan berupa jenis makanan dari ikan manyung. Analisis data dilakukan menggunakan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik, metode jumlah jenis makanan, menggunakan presentase ikan lambung berisi (PILB), index of stomach content (ISC), dan indeks of preponderance (IP).Hasil penelitian mengenai ikan manyung (Arius sp) menjelaskan bahwa ikan manyung merupakan jenis ikan karnivora. Makanan utama ikan manyung berupa udang, dan makanan pelengkap ikan manyung berupa kepiting, ikan dan Unident (UN). Tidak ditemukan makanan tambahan dari ikan manyung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan konsumsi dikarekan nilai gizi dan protein yang tinggi. Ikan ini juga banyak diolah menjadi sarden yang bernilai ekonomis. Kebiasaan makan ikan (food habit) merupakan studi yang mencakup tentang kualitas dan kuantitas yang di makan oleh ikan. Informasi tentang kebiasaan makan ikan Tembang (Sardinella lemuru) perlu diketahui, karena merupakan informasi penting dalam menentukan perkembangan ikan tembang, terutama di perairan Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebiasaan makanan ikan Tembang (Sardinella lemuru) yang ditangkap di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian yang dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode frekuensi, metode jumlah serta metode gravimetrik. Analisis data meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB) dan index of preponderance (IP). Nilai PILB 100%, menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diamati berisi makanan. Nilai IP dari Myxodinium sp 74,88%, Microcystis sp dengan nilai 18,64%, Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai 1,39%. Kesimpulan Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan pemakan plankton. Makanan utama ikan tembang di perairan Bulungan adalah Myxodinium sp dengan nilai IP sebesar 74,88%. Makanan pelengkapnya berupa Microcystis sp dengan nilai IP sebesar 18,64%. Sedangkan yang menjadi makanan tambahan adalah Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai IP sebesar 1,39%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
KEBIASAAN MAKAN IKAN SELANGAT (Anodontostoma chacunda) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN PROVENSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Perairan Juata Laut yang berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Perairan Juata Laut terindikasi memiliki ragam perikanan tangkap yang potensial. Ragam sumberdaya ikan tersebut salah satu adalah ikan selangat (Anodontostama chacunda). Pola pemanfaatan sumberdaya ikan secara terus menerus karena potensial ekonomi sumberdaya tersebut, tanpa adanya pola penangkapan yang lestari akan berdampak pada penurunan potensial sumberdaya ikan tersebut. Tujuan riset ini menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan yang meliputi analisa Persentase Ikan dengan Lambung Berisi (PILB), Indeks Kepenuhan Lambung (IKL) dan Indeks Relatif Penting (IRP). Riset ini telah dilakukan dalam 2 bulan (Oktober 2023-November 2023), dengan lokasi asal sampel dari perairan Juata Laut Kota Tarakan, hasil tangkapan nelayan yang menggunakan pukan hela (trawl). Metode riset menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif dalam kegiatan observasi dan purpose sampling dalam mengumpul sampel. Hasil penelitian menunjukkan dari total 40 sampel, nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai IKL sebesar 3,04% dari bobot tubuhnya. Ikan Selangat (Anodontostama chacunda) merupakan ikan omnivora dengan jenis makanan utamanya Fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae yang teridiri dari 5 Genus yaitu (Coscindiscus, melosira, pleursigma, Naviculla, dan tricatium) berdasarkan nilai analisa IRP yaitu sebesar 93,27%, makanan pelengkap Fitoplankton dari kelas Dinophyceae (Genus Ciratium) sebesar 4,93%, serta makanan tambahan adalah Larva moluska (Larva gastropoda) 1,74%, dan makanan yang lumat (Tidak teridentifikasi) 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebiasaan makan merupakan suatu kajian yang mencakup kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh ikan dan merupakan faktor penentu perkembangan populasi ikan, serta mempengaruhi penyebaran dan kelimpahan populasi. Fokus penelitian ini pada kebiasaan makan ikan Kuwe yang ditangkap di perairan Tanjung Buka. Tujuannya untuk menganalisis persentase ikan dengan lambung berisi (PILB), Index Stomach Content (ISC) dan Indeks Relatif Penting (IRP). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023. Sampel ikan yang diamati ditangkap dengan menggunakan kelong (guiding barrier). Analisis jenis makanan menggunakan metode frekuensi kejadian, metode numerik dan metode gravimetrik. 45 ekor ikan yang diamati, 29 ekor diantaranya dengan lambung berisi makanan (PILB = 64,44%), menunjukkan ketersediaan makan yang cukup dan menunjukkan kondisi lingkungan yang subur. Nilai ISC sebesar 1,94% menunjukkan intensitas makan rendah atau laju pencernaan yang tinggi. IRP udang dan ikan masing-masing sebesar 56,00% dan 16,06%, menunjukkan bahwa ikan Kuwe bersifat karnivora. Udang sebagai makanan utama dan ikan sebagai makanan pelengkap
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Bangkudulis terletak di Kabupaten Tanah Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Perairan Bangkudulis merupakan salah satu daerah penangkapan ikan. Salah satu jenis ikan adalah ikan Senangin (E. tetradactylum). Ikan ini merupakan ikan demersal yang hidup di perairan berlumpur, berpasir, berlempung dan berbatu serta memiliki kemampuan berenang di perairan payau. E. tetradactylum memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami overfishing yang berujung pada kepunahan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kepunahan tersebut adalah dengan melakukan penelitian pada aspek biologi. Salah satu aspek biologi adalah kebiasaan makan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan E. tetradactylum di perairan Bangkudulis. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan oleh nelayan yang menggunakan jaring insang dasar untuk menangkap ikan di perairan Bangkudulis. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Metode yang digunakan untuk kebiasaan makan adalah Indeks Nilai Penting (IRP). E. tetradactylum adalah karnivora yang memakan ikan, udang, dan cumi-cumi. IRP untuk ikan sebesar 93,27% sebagai makanan utama, IRP untuk udang sebesar 4,93% sebagai makanan pendamping, dan IRP cumi-cumi sebesar 1,74% sebagai makanan tambahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Bulungan memiliki sumberdaya ikan yang potensial dengan berbagai hasil tangkapan salah satunya ikan kakap putih (Lates calcarifer). Kegiatan penangkapan yang dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan kakap putih. Tujuan penelitian ini yaitu menerangkan sex ratio, menjelaskan aspek bioreproduksi meliputi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas serta menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan meliputi PILB, ISC dan IRP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021 – Maret 2022 di perairan muara Ancam, muara Bulungan dan muara Mapat sebagai lokasi asal sampel ikan serta Pos pembelian ikan di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan sebagai lokasi sampling. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 69 sampel memiliki nisbah kelamin 1 : 6,7 dimana sampel jantan lebih dominan tertangkap. TKG kakap putih jantan dominan TKG III dan sampel betina dominan TKG I. Nilai IKG ikan kakap putih jantan 0.009 – 1.032% dan pada sampel betina 0.010 – 0.060%. Nilai fekunditas tidak ada karena tidak ditemukan sampel betina yang memasuki fase matang gonad yaitu TKG III dan IV sehingga tidak ditemukan telur di dalam ovari. Nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai indeks kepenuhan lambung sebesar 0,59% dari bobot tubuhnya. Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora dengan jenis makanan utamanya berdasarkan analisa IRP (Indeks Relatif Penting) yaitu dari kelompok chordata (ikan) sebesar 49,09%, makanan pelengkap yaitu makanan lumat (tidak teridentifikasi) sebesar 25,38% dan udang 24,41%, serta makanan tambahan adalah kerang ulir 0,68%, kepiting 0,28% dan serasah 0,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nelayan di Pulau Tarakan menggunakan berbagai macam alat tangkap, dan salah satu alat tangkap yang digunakan adalah rawai dasar (bottom longline). Rawai dasar sebagai salah satu jenis alat tangkap yang dinilai sangat produktif karena pengoperasiannya relatif mudah, selain itu pembiayaan alat tangkap ini relatif murah. Hasil tangkapan Utama nelayan rawai dasar yang berada di perairan Tarakan, adalah ikan arut dan ikan kakap merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan menjelaskan tentang aspek biologi ikan yang mencangkup rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan kebiasaan makan, pada hasil tangkapan utama rawai dasar yang didaratkan di Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini di laksanakan selama ± 3 bulan dari bulan Januari - Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, nisbah kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp.) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) hasil tangkapan rawai dasar di perairan Tarakan bahwa ikan betina yang lebih dominan tertangkap. TKG ikan arut jantan dominan TKG II sebanyak 9 ekor dan betina dominan TKG III sebanyak 33 ekor. Ikan kakap merah jantan dominan TKG I sebanyak 19 ekor dan betina dominan TKG I sebanyak 29 ekor. IKG ikan arut jantan dengan nilai tertinggi 0,702% dan untuk betina dengan nilai teringgi 7,988%. IKG ikan kakap merah jantan tertinggi dengan nilai 0,209%, untuk ikan betina dengan nilai tertinggi 1,587%. Fekunditas tertinggi ikan arut pada TKG IV 13.836 butir, pada ikan kakap merah dengan nilai fekunditas tertinggi pada TKG III 4.942 butir. Ikan arut dan ikan kakap merah merupakan ikan yang tergolong karnivora dengan jenis makanan utamanya, yaitu makanan yang lumat atau hancur yang terindikasi dari kelompok jenis chordata dan crustacean, dan makanan tambahan yaitu cumi-cumi (cephalopoda).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebiasaan makan dan reproduksi ikan merupakan hal yang perlu dikaji lebih lanjut untuk kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan betutu yang meliputi kebiasaan makan dan reproduksi dari hasil tangkapan nelayan di Sungai Sembakung. Penelitian ini dilaksanaan dari bulan Mei hingga bulan Oktober 2019 yang berlokasi di perairan Sungai Sembakung, tepatnya di Desa Atap, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan ikan betutu adalah udang dan ikan. Komposisi makanan ikan betutu berbeda-beda pada setiap tripnya dengan nilai kisaran 0,22 – 0,71 %. Nisbah kelamin jantan dan betina yaitu 1,00 : 1,5 yang didominasi oleh TKG III betina dengan kisaran nilai 1,1 – 18,56. Dari hasil penelitian ini maka dapat dinyatakan bahwa ikan betutu merupakan ikan yang tergolong karnivora. Nisbah kelamin tidak seimbang yang dibuktikan dengan nilai TKG ikan betina lebih tinggi daripada nilai TKG jantan.