Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Sardinella lemuru
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kebiasaan Makan Ikan Tembang (Sardinella lemuru) Di Perairan Kabupaten Bulungan

2025•

Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan konsumsi dikarekan nilai gizi dan protein yang tinggi. Ikan ini juga banyak diolah menjadi sarden yang bernilai ekonomis. Kebiasaan makan ikan (food habit) merupakan studi yang mencakup tentang kualitas dan kuantitas yang di makan oleh ikan. Informasi tentang kebiasaan makan ikan Tembang (Sardinella lemuru) perlu diketahui, karena merupakan informasi penting dalam menentukan perkembangan ikan tembang, terutama di perairan Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebiasaan makanan ikan Tembang (Sardinella lemuru) yang ditangkap di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian yang dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode frekuensi, metode jumlah serta metode gravimetrik. Analisis data meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB) dan index of preponderance (IP). Nilai PILB 100%, menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diamati berisi makanan. Nilai IP dari Myxodinium sp 74,88%, Microcystis sp dengan nilai 18,64%, Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai 1,39%. Kesimpulan Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan pemakan plankton. Makanan utama ikan tembang di perairan Bulungan adalah Myxodinium sp dengan nilai IP sebesar 74,88%. Makanan pelengkapnya berupa Microcystis sp dengan nilai IP sebesar 18,64%. Sedangkan yang menjadi makanan tambahan adalah Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai IP sebesar 1,39%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PANJANG IKAN TEMBANG (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN KABUPATEN BULUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan Kabupaten Bulungan merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya hayati laut, salah satu sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan oleh nelayan adalah ikan tembang (Sardinella lemuru). Upaya untuk menjaga kelestariannya memerlukan data biologi perikanan, salah satu aspeknya adalah pertumbuhan ikan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Distribusi ukuran panjang guna menduga parameter pertumbuhan ikan tembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Des 2023 – Feb 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil hasil tangkapan nelayan yang menggunakan Surface Trwall dan Kelong sebagai alat tangkap. Sampel ikan yang diamati sebanyak 250 ekor. Panjang total ikan diukur menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 cm, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas ukuran. Model pertumbuhan menggunakan persamaan Von Bertalanffy. Panjang total ikan tembang berkisar 11,1 – 19 cm. Panjang maksimal yang dapat dicapai (L∞) = 17,9 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang memiliki laju pertumbuhan awalnya cepat tetapi melambat seiring waktu ketika organisme mendekati ukuran maksimal sehingga membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai panjang maksimum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Morfometrik dan Meristik Ikan Tembang ( Sardinella lemuru) di perairan Kabupaten Bulungan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tembang (Sardinella lemuru) adalah salah satu ikan pelagis kecil yang hidup bergerombol dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena kandungan gizi di dalamnya meliputi kadar air 78%, protein 20% dan lemak 0,7%. Ikan ini banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, karena harganya yang terjangkau. Tingginya permintaan berpotensi menyebabkan overfishing, sehingga perlu dilakukan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik dan meristik ikan tembang sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan. Pengambilan sampel antara Desember 2023 hingga Februari 2024. Total 50 ekor sampel, 19 ekor jantan dan 31 ekor betina. Terdapat 13 karakter morfometrik dan 5 karakter meristik yang diukur. Terdapat perbedaan signifikan pada empat karakter morfologi antara ikan jantan dan betina, yaitu pada panjang baku, panjang sebelum sirip pektoral, tinggi badan dan tinggi batang ekor. Hasil analisis nilai F yang tinggi dan tingkat signifikansi yang rendah, menandakan adanya perbedaan nyata antara kedua jenis kelamin. Ikan betina memiliki panjang total yang lebih besar dibandingkan ikan jantan untuk karakter-karakter tersebut. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pertumbuhan dan perkembangan morfologi yang berbeda antara jenis kelamin, betina menunjukkan keunggulan dalam ukuran pada karakter-karakter tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOLOGI REPRODUKSI PADA IKAN TEMBANG (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Setiap makluk hidup mengalami reproduksi atau perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, begitu juga dengan ikan yang memiliki kebiasaan, cara hidup, dan cara makan yang berbeda. Ikan melakukan reproduksi untuk mempertahankan populasinya di alam. Penelitian ini berfokus pada biologi reproduksi ikan tembang (Sardinella lemuru). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG) ikan Tembang di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024 menggunakan alat tangkap Surface trawl dan kelong (Guiding barrier) yang dilakukan di Perairan Kabupaten Bulungan dengan jumlah sampel 50 ekor, dimana ikan jantan sebanyak 17 ekor dan ikan betina sebanyak 33 ekor. Dari banyaknya ikan jantan dan betina maka perbandingan nisbah kelamin antara kelamin jantan dan kelamin betina adalah 1:1.94 Tingkah Kematangan Gonad (TKG) ikan Tembang jantan dan betina dominan TKG IV. Hasil pengamatan dan perhitungan terhadap nilai indeks kematangan gonad ikan Tembang dimana ikan jantan tertinggi sebesar 0,075% pada TKG IV dan terendah sebesar 0,014% pada TKG I. Sedangkan pada ikan Tembang betina nilai IKG tertinggi pada TKG IV sebesar 0,102 % dan terendah sebesar 0,006% pada TKG I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail