ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem perairan tawar yang penting bagi masyarakat dan berbagai jenis keanekaragaman hayati ikan, namun habitat alaminya terancam oleh aktivitas tambang batubara dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan serta mengukur indeks kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di Sungai Semendurut, Sembuak, dan Bengalun, Kabupaten Malinau. Penelitian berlangsung selama tiga bulan (Februari–April 2026) menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei dan observasi lapangan. Sampel ikan diambil dengan jala, pukat, pancing, dan speargun pada tiga lokasi pengamatan, sementara parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, dan kecerahan. Analisis data memakai indeks Shannon-Wiener (H'), indeks Odum (E), dan indeks Simpson (C). Hasil menunjukkan 262 individu ikan tertangkap, terdiri dari 20 spesies, 18 genus, dan 10 famili, dengan Cyprinidae sebagai famili terbanyak dan Purut (Lobocheilos falcifer) sebagai spesies dominan (64 individu). Nilai H' berkisar 1,11–2,06 (kategori sedang), E berkisar 0,49–1, dan C berkisar 0,20–0,32 (kategori rendah), menandakan ekosistem perairan di lokasi penelitian masih relatif baik tanpa dominansi spesies tertentu yang berlebihan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies elasmobranch yang hidup di perairan tawar dengan status konservasi Critically Endangered serta memiliki distribusi yang terbatas, termasuk di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Informasi mengenai ekologi makan spesies ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan G. fowlerae berdasarkan isi lambung sebagai indikator ekologi makan. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis isi lambung terhadap 40 sampel ikan dengan panjang tubuh 52–99 cm dan berat 1.100–7.100 gram. Analisis meliputi jumlah (N), berat (W), frekuensi kemunculan (F) jenis makanan, Indeks Bagian Terbesar (Index of Preponderance), serta Indeks Kepenuhan Lambung (ISC). Hasil analisis menunjukkan bahwa G. fowlerae bersifat karnivora dengan komposisi makanan utama berupa udang (IP = 75,70%), diikuti ikan (IP = 16,95%), serasah (IP = 4,65%), dan organisme tidak teridentifikasi (IP = 2,71%). Total berat isi lambung yang teridentifikasi mencapai 579,31 gram. Nilai ISC menunjukkan variasi antar individu yang mengindikasikan perbedaan aktivitas makan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa G. fowlerae merupakan predator aktif yang sangat bergantung pada krustasea, terutama udang, sebagai sumber makanan utama di ekosistem Sungai Sesayap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai sarana pendidikan lingkungan. Namun, pengelolaan kawasan di tengah wilayah perkotaan ini dihadapkan pada berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan tantangan pengelola KKMB Kota Tarakan, serta menganalisis potensi kawasan tersebut sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama informan pengelola kawasan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengelola dalam menjaga kelestarian KKMB telah berjalan melalui manajemen kawasan secara rutin, yang mencakup pemeliharaan vegetasi mangrove dari sampah, perlindungan populasi bekantan (Nasalis larvatus) melalui pemantauan bulanan dan pemberian pakan tambahan, pengawasan aktivitas pengunjung, serta pelaksanaan edukasi lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengelola menghadapi tantangan berupa gangguan dari luar seperti tumpukan sampah plastik yang masuk ke kawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa tumpang tindih status kepemilikan lahan yang menghambat perbaikan aset fisik. Meskipun demikian, KKMB memiliki potensi dan keselarasan yang kuat untuk diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran biologi yang kontekstual. Kawasan ini sangat relevan untuk mendukung materi ekosistem, keanekaragaman hayati, interaksi makhluk hidup, dan pelestarian lingkungan. Disimpulkan bahwa pengelola telah menjalankan fungsi manajemen konservasi dengan baik di tengah berbagai tantangan, dan kawasan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai laboratorium alam bagi dunia pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan saat ini masih bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang dalam jangka panjang berpotensi terjadi penurunan muka air tanah. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan air hujan melalui sistem pemanenan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pemanenan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih pada Gedung Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan. Tinjauan pustaka mencangkup konsep pemanenan air hujan, analisis hidrologi, analisis curah hujan, kebutuhan air, dan perencanaan bak penampungan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun terakhir terhitung pada tahun 2015 hingga 2024 dari Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, data luas atap gedung, serta kebutuhan air. Pengelolaan data meliputi analisis curah hujan menggunakan distribusi probabilitas untuk menentukan curah hujan rencana, menghitung intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, analisis kebutuhan air, serta perencanaan volume bak. Potensi volume air hujan dihitung berdasarkan luasan atap sebesar 1.788,22 m2 dengan koefisien limpasan sebesar 0,85. Perencanaan kapasitas penampung dilakukan dengan menggunakan neraca air untuk mengetahui keseimbangan supply dan kebutuhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume air hujan yang berpotensi ditampung dari atap gedung dengan proyeksi 20 tahun sebesar 310,52 m3 dengan debit rencana sebesar 0,2407 liter/detik . Volume tersebut menunjukkan bahwa sistem pemanenan air hujan dinilai layak sebagai sumber alternatif air bersih. Dengan penerapan sistem pemanena air hujan dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan dapat mendukung upaya konservasi air di lingkungan kampus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ikan Hiu adalah ikan dengan kerangka tulang rawan dari subkelas Elasmobranchii. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi spesies Ikan Hiu yang ada di Perairan Pulau Tias untuk menganalisis keanekaragaman spesies dan status konservasi Ikan Hiu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dimana penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mengetahui karakteristik individu atau kelompok. Analisis data yang digunakan adalah Nisbah Kelamin Ikan Hiu, Indeks Keanekaragaman dan Status Konservasi. Nisbah Kelamin Ikan Hiu yang ada di Perairan Pulau Tias ditemukan 3 spesies ikan hiu yaitu Sphyrna lewini, Hemigaleus microstoma dan Chiloscyllium punctatum, dengan total 33 induvidu yang terdiri dari 23 jantan dan 10 betina. Indeks Keanekaragaman Ikan hiu yang didapatkan di perairan Pulau Tias berjumlah 33 individu dalam 3 spesies dan diperoleh nilai indeks Shannon-Wiener (H’) sebesar 3,42. Status Konservasi Hiu Martil (Sphyrna lewini) adalah Terancam Punah, Hiu Lumpur (Hemigaleus microstoma) adalah Rentan dan Hiu Tokek (Chiloscyllium punctatum) adalah Hampir Terancam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN HIU CICAK (Chiloscyllium plagiosum) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Ikan hiu cicak (Chiloscyllium plagiosum) merupakan salah satu spesies hiu yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Spesies ini termasuk dalam famili Hemiscylliidae dan tersebar luas di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, aktivitas penangkapan ikan yang cukup intensif menjadikan kawasan ini penting untuk dikaji dalam konteks keanekaragaman dan konservasi hiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu cicak serta menganalisis karakter morfometrik dan meristiknya di perairan sekitar Pulau Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Parameter morfometrik yang diukur meliputi panjang total, lebar kepala, dan tinggi tubuh, sedangkan karakter meristik mencakup jumlah sirip, gigi, dan celah insang. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat variasi dan kesesuaian karakter terhadap identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiu cicak yang tertangkap memiliki panjang total antara 26,5–62,5 cm dengan bentuk tubuh pipih yang adaptif terhadap kehidupan bentik. Karakter meristik yang ditemukan terdiri atas dua sirip dorsal, dua sirip pektoral, dua sirip pelvik, satu sirip anal, satu sirip kaudal, lima celah insang, serta jumlah gigi 16–34 buah, sesuai dengan ciri khas spesies C. plagiosum. Kesimpulannya, hasil ini menegaskan kesesuaian identifikasi morfometrik dan meristik ikan hiu cicak di perairan Tarakan serta memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan dan konservasi populasi hiu secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota, salah satunya Geloina sp yang mampu beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas dan memanfaatkan bahan organik dari serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, kepadatan, serta hubungan panjang-berat Geloina sp sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik purposive sampling pada tiga area mangrove 9 ha (depan, tengah, dan belakang) dengan 30 plot transek kuadrat berukuran 5×5 m dan jarak antar area 30 m. Sampel dikumpulkan saat surut untuk menghitung kepadatan (ind/m²), pola distribusi dengan indeks Morisita, distribusi frekuensi ukuran cangkang, serta hubungan panjang-berat individu. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dengan kepadatan tertinggi pada area depan (0,88 ind/m², 22 individu), diikuti area belakang (0,60 ind/m², 15 individu) dan tengah (0,48 ind/m², 12 individu). Hasil perhitungan Indeks Morisita (I = 0.9) menunjukkan bahwa pola distribusi Geloina sp di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan bersifat merata/seragam. Sebagian besar individu berukuran sedang (5,59–6,31 cm), dan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W = 0,3532·L³·¹⁹⁵⁷ (R² = 0,9041), menunjukkan pertumbuhan alometrik positif. Ekosistem mangrove KKMB mendukung keberadaan Geloina sp., namun kepadatannya masih rendah sehingga perlu pengelolaan berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan menjaga habitatnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun saat ini menghadapi ancaman kerusakan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Tidung dalam konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan hutan mangrove di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif, meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan konservasi. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Tidung berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penerapan kearifan lokal. Aturan adat “Maliu” melarang penebangan sembarangan dan tindakan yang merusak lingkungan. Selain itu, masyarakat aktif melakukan penanaman kembali serta pengawasan kolektif terhadap kawasan pesisir. Pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara seimbang dan berkelanjutan, seperti pemanfaatan hasil perikanan untuk pangan dan ekonomi, serta penggunaan kayu, nipah, dan tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari. Praktik ini mencerminkan harmoni antara kepentingan ekonomi, sosial-budaya, dan kelestarian lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan lahan pertanian di wilayah topografi kompleks seperti Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya erosi pada berbagai jenis tutupan lahan pertanian menggunakan tiga model empiris utama: USLE, MUSLE, dan RUSLE, serta memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pemetaan distribusi erosi. Model USLE menghitung laju kehilangan tanah tahunan berdasarkan faktor-faktor seperti curah hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, penutup lahan, serta praktik konservasi. MUSLE memodifikasi pendekatan ini dengan mempertimbangkan limpasan permukaan, sedangkan RUSLE memperbaharui elemen curah hujan dan perhitungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi tertinggi terjadi pada lahan pertanian lahan kering dengan kemiringan lereng curam dan minim tindakan konservasi. Lahan sawah dan rawa cenderung memiliki tingkat erosi sangat rendah. Indeks Bahaya Erosi (IBE) tertinggi terdeteksi pada unit lahan dengan nilai erosi aktual yang jauh melebihi ambang batas toleransi. Sebagai hasil, rekomendasi konservasi tanah difokuskan pada penerapan vegetasi pelindung, penanaman kontur, dan pembangunan terasering. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengambilan kebijakan konservasi tanah dan perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI PERTUMBUHAN BIBIT MANGROVE JENIS (Rhizhopora mucronata) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Hutan mangrove di definisikan sebagai hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara yang terpengaruh oleh pasang surut air laut, tergenang air laut, tetapi tidak terpengaruhi oleh iklim hutan mangrove. Hutan mangrove terdapat pada tanah berlumpur, berpasir, atau tanah berpasir. Rhizophora mucronata adalah salah satu jenis mangrove. Salah satu alasan yang membuat jenis ini banyak dipilih untuk rehabilitasi hutan mangrove karena buahnya yang mudah diperoleh, mudah disemai serta dapat tumbuh pada daerah ge-nangan pasang yang tinggi maupun genangan rendah,Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pertumbuhan bibit mangrove jenis (Rhizophora mucronata) di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2024 yang meliputi persiapan bahan penelitian pengukuran data pertumbuhan di lapangan dan pengolahan data. Lokasi penelitian berada di pembibitan mangrove KKMK Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Pada tahap awal penelitian, dilakukan persiapan dengan mengumpulkan kecambah benih Rhizophora mucronata yang akan diteliti yaitu sebanyak 120 buah pada masing – masing lokasi penelitian. Agar mendapatkan kondisi buah yang memiliki umur yang sama, maka penentuan bibit dilakukan dengan mempertimbang induk pohon yang sama. Pengamatan juga dilakukan secara visual terhadap buah mangrove yang ditemukan dengan memperhatikan ukuran dan kondisi buah mangrove. Pada tahap persiapan berikutnya adalah mendapatkan data awal benih mangrove dengan mengukur panjang kecambah awal dan panjang tunas awal yang telah didapatkan,Jenis bibit yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis Rhizophora mucronata. Sumber bibit berasal pohon induk Rhizophora mucronata dari KKMK. Jumlah bibit yang dgunakan sebanyak 120 bibit mangrove siap tanam. Adapun ukuran panjang kecambah bibit mangrove Rhizhopora. mucronate antara 49, cm sampai dengan 80 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Dayak Kayan di desa Data Dian memanfaatkan ikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana upaya konservasi masyarakat terhadap ikan yang dimanfaatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 dengan jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 17 jenis ikan untuk dikonsumsi, 5 jenis ikan yang dijadikan obat tradisional dan terdapat 1 jenis ikan yang digunakan dalam ritual adat. Bentuk konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan seperti kolam ikan. Kata Kunci: Etnozoologi, Suku Dayak Kayan, Konservasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove adalah jenis vegetasi yang terdapat di daerah pantai tropis. Hutan mangrove adalah salah satu hutan yang potensial dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan hutan mangrove yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan rehabilitasi dapat menyebabkan penurunan luasan mangrove yang menyebabkan berkurangnya fungsi mangrove dalam ekosistem. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove adalah tanah atau substrat. Tujuan dari penelitian ini, mengidentifikasi jenis mangrove dan mengetahui kondisi struktur komunitas di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2023. Metode Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada 22 plot dengan ukuran 10m x 10 m untuk pohon, 5 x 5m untuk anakan dan 1m x 1m untuk semai. Penelitian ini menggunakan analisis data vegetasi mangrove yang meliputi analisis Kerapatan Jenis, Kerapatan Relatif, Frekuensi Jenis, Frekuensi Relatif, Dominansi, Dominansi Relatif, dan Indeks Nilai Penting. Serta data pendukung yaitu salinitas dan substrat. Pada kawasan ditemukan 10 jenis mangrove namun hanya 5 jenis yang masuk dalam transek pengamatan. Dari hasil analisis data vegetasi kriteria kerapatan mangrove yang didapatkan sebesar 1.627 ind/ha dan masuk dalam kriteria sangat padat. Kondisi substrat dilokasi terdiri dari lempung berliat (clay loam) dan lempung liat berpasir (sandy clay loam) dan salinitas pada saat pasang surut 20 ppt. Mangrove pada kawasan ini tergolong dalam kriteria sangat padat dan tergolong dalam kondisi baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang banyak, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu yang terbesar. Hal tersebut menyebabkan terancamnya kelangsungan hidup dari spesies ikan pari serta terganggunya habitat dan ekosistem yang disebabkan oleh banyaknya perburuan ikan pari di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan pari dan status konservasi yang terdapat di Perairan Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel ikan pari dilakukan dengan melihat seluruh hasil tangkapan nelayan sebelum dibeli oleh pedagang. Identifikasi ikan pari yang dilakukan mengacu pada buku Shark and Rays of Borneo (2010) dan Status Konservasi ikan pari yang ditemukan ditentukan status konservasinya melalui situs IUCN Red List dan WoRMS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1 spesies yang teridentifikasi pada penelitian yaitu spesies Urogymnus Polylepis dengan status konservasi menurut IUCN spesies Ikan Pari Ayam (Urogymnus Polylepis) masuk dalam kategori Endangered (EN) atau terancam punah. di samping itu Urogymnus Polylepis Air Tawar Raksasa ini tekanan penangkapan yang intensif membuat spesies ini tunduk pada penangkapan serta degradasi habitat di wilayah jelajahnya, di samping itu memiliki sedikit perlindungan dari ancaman dan eksploitasi berlebihan juga terjadi dalam jangkauannya karena penurunan yang disimpulkan, penurunan kualitas habitat, dan tingkat eksploitasi, dan terancam punah. Perlunya upaya pengembangan agar populasi ikan pari ayam di alam harus dijaga melalui pengembangan eks situ di luar habitatnya dan melakukan restocking jika pengembangbiakannya telah berhasil dan melakukan konservasi kembali ke habitat asalnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Konservasi hutan lindung memiliki banyak manfaat yang penting untuk menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam konservasi hutan di Kota Tarakan dan penerapan hasil penelitian peran pemerintah dalam konservasi hutan Kota Tarakan, pada mata kuliah Pendidikan konservasi hutan dan laut tropis di jurusan Pendidikan Biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai peran pemerintah selanjutnya dianalisis keterkaitannya dengan rencana pembelajaran semester (RPS) untuk mengetahui potensi penerapannya di Jurusan Pendidikan Biologi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran pemerintah Kota Tarakan telah melakukan upaya konservasi sesuai dengan Peraturan pemerintah No. 23 Tahun 2021 yaitu melakukan perencanaan kehutanan, pengelolaan hutan lindung, melakukan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, serta penyuluhan dan melakukan pengawasan hutan lindung. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar pada Mata Kuliah Pendidikan Konservasi Hutan dan Laut Tropis di Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
NILAI MANFAAT EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Abstrak Konservasi Kawasan Mangrove Bekantan merupakan kawasan ekowisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun luar pulau Kota Tarakan. Pemanfaatan hutan mangrove sebagai ekowisata merupakan langkah yang strategis guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekologis dan ekonomis. Namun demikian, nilai ekonomi sumber daya alam yang menawarkan keindahan alam atau lanskap, pada umumnya bersifat non-market atau tidak dapat diperdagangkan. Untuk mengestimasi nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut harus menggunakan teknik penilaian (valuation) tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai manfaat ekosistem mangrove sebagai ekowisata dengan menggunakan metode analisis biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan WTP (Willingness to pay). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di KKMB Kecamatan Kota Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan pendekatan biaya kontribusi (WTP). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu biaya perjalanan terendah terdapat 44 pengunjung dengan presentase 44 % dengan total biaya perjalanan di rata – ratakan kurang dari Rp. 940.000 – 990.000. Biaya perjalanan rata – rata responden (X1) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total responden (BPT) dibagi dengan jumlah responden sebesar Rp. 353.900/kunjungan. Rendahnya biaya perjalanan yang ada disebabkan karena rata – rata yag melakukan kunjungan ke KKMB merupakan warga domestik Kota Tarakan dan Kalimantan Utara maka dari itu biaya perjalanan yang dikeluarkan terbilang kecil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT SUKU TIDUNG DI DESA MANUK BUNGKUL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian etnozoologi, yakni hubungan antara manusia dengan hewan disekitarnya dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul memanfaatkan hewan disekitarnya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengetahui upaya konservasi masyarakat terhadap hewan yang dimanfaatkan, serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa yang didukung dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2021 dengan jumlah subjek penelitian 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 51 jenis hewan dengan berbagai tujuan pemanfaatan seperti dikonsumsi, dijual, hewan peliharaan, hiasan, obat-obatan dan beberapa spesies dipercaya memiliki nilai mistis. Bentuk konservasi yang diperoleh dari masyarakat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan jenis lokal seperti ayam kampung. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 materi keanekaragaman hayati dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 materi upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Undang-Undang Kehutanan hanya memberikan kewenangan penguasaan hutan kepada negara untuk mengatur, mengurus, yang berkaitan dengan hutan dan hasil hutan, menetapkan status kawasan hutan dan mengatur subyek hukum dengan hutan dan hasil hutan dengan menghormati hak masyarakat hukum adat, hal ini tercermin dalam Pasal 4 UU Kehutanan. Aturan tersebut menggariskan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk mengatur, mengurus, menetapkan kawasan hutan dan menetapkan hubungan hukum antara subyek hukum dengan hutan. Pihak-pihak yang tidak memiliki ijin melakukan pemanfaatan kawasan hutan termasuk melakukan penguasaan tanah dalam kawasan hutan tidak diperkenankan melakukan pemanfaatan hutan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kepastian hukum penguasaan tanah Masyarakat Adat dalam Kawasan Hutan Konservasi. di Kabupaten Malinau dan Penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan menurut Perpres Nomor 88 Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian hokum normative, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach), Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kepastian hukum penguasaan tanah oleh Masyarakat Adat dalam kawasan hutan konservasi. Di Kabupaten Malinau pasca Putusan MK No. 35/PUU-X/2012 maka hutan konservasi yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat akan beralih sebagian atau seluruhnya pengelolaannya dan pemanfaatannya kepada Masyarakat Adat.. Putusan MK itu menetapkan bahwa hutan negara tidak termasuk hutan adat. Oleh karena itu kawasan hutan adat yang terdapat di dalam kawasan suaka alam dan cagar biosfer tidak termasuk dalam hutan negara. Dengan demikian MHA memiliki hak untuk memanfaatkan dan mengelola tanah adat meskipun termasuk dalam kawasan hutan suaka alam maupun kawasan cagar biosfer.