Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: USLE
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN LAJU EROSI BERDASARKAN METODE USLE, RUSLE, MUSLE BERBASIS SIG PADA TUTUPAN LAHAN PERTANIAN SEBAGAI DASAR REKOMENDASI KONSERVASI TANAH DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan lahan pertanian di wilayah topografi kompleks seperti Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya erosi pada berbagai jenis tutupan lahan pertanian menggunakan tiga model empiris utama: USLE, MUSLE, dan RUSLE, serta memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pemetaan distribusi erosi. Model USLE menghitung laju kehilangan tanah tahunan berdasarkan faktor-faktor seperti curah hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, penutup lahan, serta praktik konservasi. MUSLE memodifikasi pendekatan ini dengan mempertimbangkan limpasan permukaan, sedangkan RUSLE memperbaharui elemen curah hujan dan perhitungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi tertinggi terjadi pada lahan pertanian lahan kering dengan kemiringan lereng curam dan minim tindakan konservasi. Lahan sawah dan rawa cenderung memiliki tingkat erosi sangat rendah. Indeks Bahaya Erosi (IBE) tertinggi terdeteksi pada unit lahan dengan nilai erosi aktual yang jauh melebihi ambang batas toleransi. Sebagai hasil, rekomendasi konservasi tanah difokuskan pada penerapan vegetasi pelindung, penanaman kontur, dan pembangunan terasering. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengambilan kebijakan konservasi tanah dan perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan di Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendugaan Erosi Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Kota Tarakan Dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation)

2022•

Lahan merupakan sumberdaya alam penting yang sangat diperlukan dalam segala aktivitas manusia. Degradasi lahan menjadi masalah penting saat ini terutama mengenai peristiwa erosi, sehingga perlu untuk dilakukan suatu pendugaan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi pada berbagai tipe penggunaan lahan di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan metode pendugaan erosi berdasarkan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) yang kemudian ditentukan nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE). Terdapat 15 titik sampel unit lahan yang ditentukan berdasarkan Satuan Peta Lahan (SPL). Penelitian dilaksanakan di kota Tarakan pada beberapa tipe penggunaan lahan diantaranya sawah, hutan, semak belukar, kebun campuran, tanah terbuka, dan tegalan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi yang terjadi pada unit lahan tergolong pada tingkat sangat ringan hingga sangat berat. Erosi tertinggi terdapat pada lahan terbuka dengan nilai erosi sebesar 11079.32 ton/ha/tahun dan erosi terendah terdapat pada penggunaan lahan berupa hutan dengan nilai 1.77 ton/ha/tahun. Secara umum unit lahan memiliki kelas indeks bahaya erosi sangat tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail