Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Penggunaan Lahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Laju Infiltrasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Kota Tarakan mengalami perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh, pertumbuhan populasi, pembangunan fasilitas umum dan aktivitas ekonomi. Semua faktor berdampak langsung pada kondisi hidrologi dan mempengaruhi kemampuan tanah untuk menyerap air dalam proses infiltrasi. Infitrasi adalah elemen penting dalam sistem hidrologi DAS yang berfungsi untuk pengisian air tanah, pengaturan aliran permukaan, serta menjaga keseimbangan aliran Sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa cepat laju infiltrasi dan pengaruhnya pada penggunaan lahan terhadap infiltrasi air di DAS Bengawan Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimen. Data yang dikumpulkan dengan mengukur laju infiltrasi secara langsung menggunakan alat double ring infilnometer di 20 titik lokasi berbeda yang mewakili berbagai macam penggunaan lahan. Selain itu data sekunder berupa peta DAS yang di olah menggunakan software google earth dan GIS. Pada proses pengolahan data yakni, menghitung laju infiltrasi awal, laju infiltrasi konstan, total volume infiltrasi dan konstanta Horton dengan menerapkan metode Horton yang selanjutnya dilakukan klasifikasi laju infiltrasi sesuai dengan standar menurut Uhland & O’Neal, (1951). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi tanah berada pada kategori agak lambat hingga sedang. Nilai laju infiltrasi yang diperoleh berkisar antara 1,0155 cm/jam sampai dengan 3,2552 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat hingga sedang. Terdapat perbedaan nilai laju infiltrasi antar jenis penggunaan lahan. Lahan dengan tutupan vegetasi seperti perkebunan, semak dan lahan terbuka hijau cenderung memiliki laju infiltrasi lebih tinggi dibandingkan lahan permukiman dan lahan terbuka tanpa vegetasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendugaan Erosi Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Kota Tarakan Dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation)

2022•

Lahan merupakan sumberdaya alam penting yang sangat diperlukan dalam segala aktivitas manusia. Degradasi lahan menjadi masalah penting saat ini terutama mengenai peristiwa erosi, sehingga perlu untuk dilakukan suatu pendugaan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi pada berbagai tipe penggunaan lahan di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan metode pendugaan erosi berdasarkan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) yang kemudian ditentukan nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE). Terdapat 15 titik sampel unit lahan yang ditentukan berdasarkan Satuan Peta Lahan (SPL). Penelitian dilaksanakan di kota Tarakan pada beberapa tipe penggunaan lahan diantaranya sawah, hutan, semak belukar, kebun campuran, tanah terbuka, dan tegalan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi yang terjadi pada unit lahan tergolong pada tingkat sangat ringan hingga sangat berat. Erosi tertinggi terdapat pada lahan terbuka dengan nilai erosi sebesar 11079.32 ton/ha/tahun dan erosi terendah terdapat pada penggunaan lahan berupa hutan dengan nilai 1.77 ton/ha/tahun. Secara umum unit lahan memiliki kelas indeks bahaya erosi sangat tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI PENGGUNAAN DAN POTENSI BAHAYA EROSI LAHAN PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis penggunaan lahan berguna untuk mengidentifikasi mekanisme perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu lahan melalui pendekatan spasial dalam Sistem Informasi Geografis. Pendekatan spasial dilakukan dengan menggunakan program Arcgis untuk menganalisis data geografis kedalam satuan peta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui rancangan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam inventarisasi penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan, dan (2) menginformasikan penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan.. Penelitian ini mengambil data spasial dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, data Digital Elevation Model (DEM) untuk menganalisis kemiringan lereng serta ketinggian Kota Tarakan dan survey lapangan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penggunaan lahan pertanian di Kota Tarakan secara umum 75,33%, didominasi penggunaan lahan hutan 38,91%, lahan terbuka non pemukiman 25,72%, pertanian secara khusus 9,35% dan lahan perkebunan 1,35%. Dalam sistem penggunaan lahan tidak pernah terlepas dari jenis tutupan lahan, tutupan lahan di Kota Tarakan terdapat 10 jenis tutupan meliputi hutan kota, hutan lahan kering, hutan rawa/gambut, kebun campuran, tegalan/ladang, lahan terbuka, semak belukar, kebun raya anggrek, padang rumput dan sawah. Kota Tarakan memiliki potensi bahaya erosi dapat dilihat dari faktor kemiringan lereng dari tahun 2012-2020 terjadi pengikisan luas kemiringan lereng di setiap kelasnya yaitu datar, landai, curam, agak curam dan sangat curam serta terjadinya pengurangan ketinggian dari 124 mdpl tahun 2012 menjadi 107 mdpl ditahun 2020. Dengan adanya tutupan lahan dan potensi bahaya erosi tersebut maka pendekatan pengelolaan lahan di Kota Tarakan harus lebih mengedepankan aspek intensifikasi dan konservasi lahan, agar ekosistem dapat terpelihara secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail