Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: MUHAMMAD RANDA GUNAWAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI PERAN DAN TANTANGAN PENGELOLA KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai sarana pendidikan lingkungan. Namun, pengelolaan kawasan di tengah wilayah perkotaan ini dihadapkan pada berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan tantangan pengelola KKMB Kota Tarakan, serta menganalisis potensi kawasan tersebut sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama informan pengelola kawasan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengelola dalam menjaga kelestarian KKMB telah berjalan melalui manajemen kawasan secara rutin, yang mencakup pemeliharaan vegetasi mangrove dari sampah, perlindungan populasi bekantan (Nasalis larvatus) melalui pemantauan bulanan dan pemberian pakan tambahan, pengawasan aktivitas pengunjung, serta pelaksanaan edukasi lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengelola menghadapi tantangan berupa gangguan dari luar seperti tumpukan sampah plastik yang masuk ke kawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa tumpang tindih status kepemilikan lahan yang menghambat perbaikan aset fisik. Meskipun demikian, KKMB memiliki potensi dan keselarasan yang kuat untuk diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran biologi yang kontekstual. Kawasan ini sangat relevan untuk mendukung materi ekosistem, keanekaragaman hayati, interaksi makhluk hidup, dan pelestarian lingkungan. Disimpulkan bahwa pengelola telah menjalankan fungsi manajemen konservasi dengan baik di tengah berbagai tantangan, dan kawasan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai laboratorium alam bagi dunia pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI PERAN DAN TANTANGAN PENGELOLA KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai sarana pendidikan lingkungan. Namun, pengelolaan kawasan di tengah wilayah perkotaan ini dihadapkan pada berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan tantangan pengelola KKMB Kota Tarakan, serta menganalisis potensi kawasan tersebut sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama informan pengelola kawasan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengelola dalam menjaga kelestarian KKMB telah berjalan melalui manajemen kawasan secara rutin, yang mencakup pemeliharaan vegetasi mangrove dari sampah, perlindungan populasi bekantan (Nasalis larvatus) melalui pemantauan bulanan dan pemberian pakan tambahan, pengawasan aktivitas pengunjung, serta pelaksanaan edukasi lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengelola menghadapi tantangan berupa gangguan dari luar seperti tumpukan sampah plastik yang masuk ke kawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, terdapat kendala yuridis berupa tumpang tindih status kepemilikan lahan yang menghambat perbaikan aset fisik. Meskipun demikian, KKMB memiliki potensi dan keselarasan yang kuat untuk diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran biologi yang kontekstual. Kawasan ini sangat relevan untuk mendukung materi ekosistem, keanekaragaman hayati, interaksi makhluk hidup, dan pelestarian lingkungan. Disimpulkan bahwa pengelola telah menjalankan fungsi manajemen konservasi dengan baik di tengah berbagai tantangan, dan kawasan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai laboratorium alam bagi dunia pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail