ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Bulungan memiliki sumberdaya ikan yang potensial dengan berbagai hasil tangkapan salah satunya ikan kakap putih (Lates calcarifer). Kegiatan penangkapan yang dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan kakap putih. Tujuan penelitian ini yaitu menerangkan sex ratio, menjelaskan aspek bioreproduksi meliputi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas serta menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan meliputi PILB, ISC dan IRP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021 – Maret 2022 di perairan muara Ancam, muara Bulungan dan muara Mapat sebagai lokasi asal sampel ikan serta Pos pembelian ikan di Kelurahan Selumit Pantai Kota Tarakan sebagai lokasi sampling. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 69 sampel memiliki nisbah kelamin 1 : 6,7 dimana sampel jantan lebih dominan tertangkap. TKG kakap putih jantan dominan TKG III dan sampel betina dominan TKG I. Nilai IKG ikan kakap putih jantan 0.009 – 1.032% dan pada sampel betina 0.010 – 0.060%. Nilai fekunditas tidak ada karena tidak ditemukan sampel betina yang memasuki fase matang gonad yaitu TKG III dan IV sehingga tidak ditemukan telur di dalam ovari. Nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai indeks kepenuhan lambung sebesar 0,59% dari bobot tubuhnya. Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora dengan jenis makanan utamanya berdasarkan analisa IRP (Indeks Relatif Penting) yaitu dari kelompok chordata (ikan) sebesar 49,09%, makanan pelengkap yaitu makanan lumat (tidak teridentifikasi) sebesar 25,38% dan udang 24,41%, serta makanan tambahan adalah kerang ulir 0,68%, kepiting 0,28% dan serasah 0,16%.