ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan wilayah perairan yang memiliki sumberdaya potensi perikanan tangkap yang berlimpah salah satunya mengenai ikan manyung (Arius sp). Ikan manyung merupakan jenis ikan demersal. Masih minimnya penelitian mengenai kebiasaan ikan manyung menyebabkan minimnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan sumberdaya perikanan secara lestari dan berkelanjutan di perairan kota Tarakan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis makanan dan kebiasaan makan dari ikan manyung di Perairan Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode survei langsung di lapangan dengan penentuan sampel bersifat purposive sampling dimana dilakukan selama 5 kali pengambilan sampel dengan tiga tempat lokasi penelitian yang berbeda, dengan tiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 10 ekor. Pengambilan data di lakukan di laboratorium Perikanan FPIK UBT dengan mengambil data berupa panjang total, berat total, berat lambung ikan, isi lambung ikan berupa jenis makanan dari ikan manyung. Analisis data dilakukan menggunakan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik, metode jumlah jenis makanan, menggunakan presentase ikan lambung berisi (PILB), index of stomach content (ISC), dan indeks of preponderance (IP).Hasil penelitian mengenai ikan manyung (Arius sp) menjelaskan bahwa ikan manyung merupakan jenis ikan karnivora. Makanan utama ikan manyung berupa udang, dan makanan pelengkap ikan manyung berupa kepiting, ikan dan Unident (UN). Tidak ditemukan makanan tambahan dari ikan manyung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERBANDINGAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates sp) DI DALAM TAMBAK DENGAN IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM Abstrak Perubahan lingkungan dapat berpengaruh terhadap aspek biologi ikan seperti kebiasaan makan, penyebaran, pertumbuhan dan lain-lain. Perubahan lingkungan dan habitat dapat berpengaruh kepada jenis dan kebiasaan makan ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum dan membandingkan jenis makanan utama ikan kakap putih (Lates sp) di dalam Tambak dengan di Perairan Umum. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2023 hingga Februari 2024 dengan pengukuran kualitas air secara insitu dan kebiasaan makan ikan kakap. Sampel dikumpulkan pada saat panen di dalam tambak dan di Perairan Umum menggunakan alat tangkap sero (set net). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan lambung berisi (PILB) sebesar 100% sebagai indikasi perairan yang subur. Nilai Index stomach content (ISC) di dalam tambak dengan Perairan Muara Sesayap yang berkisar antara 0,29-2,71% dan 3,31-5,29%, variasi makanan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan makanan di habitat serta kemudahan untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan data dan variasi jumlah makanan pada ikan kakap di dalam Tambak dengan di Perairan Muara Sesayap dapat dikatakan bahwa ikan tersebut termasuk ikan karnivora dengan kecenderungan crustacea dan termasuk kelompok ikan euryphagic. Nilai Indeks Relatif penting (IRP) di dalam Tambak dengan persentase sebesar udang 41%, ikan 35% dan hancur (tidak teridentifikasi) 24% dan di Perairan Muara Sesayap dengan persentase sebesar udang 85%, ikan 12%, hancur (tidak teridentifikasi) 2% dan kepiting 1%. Komposisi makanan untuk ikan kakap di perairan umum dan di dalam tambak reltif sama dengan makanan utama udang, selanjutnya ikan sebagai makanan pelengkap, kepiting dan makanan hancur (tidak teridentifikasi) sebagai makanan tambahan bagi ikan kakap. Sedangkan makanan utama ikan kakap di dalam Tambak yaitu makanan jenis udang, makanan pelengkap ikan mujair, ikan seriding dan makanan hancur (tidak teridentifikasi).