Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Flour Albus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan

2024•

Masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja adalah flour albus (keputihan). Prevalensi penyakit flour albus di dunia sangat tinggi, rata-rata lebih dari 50% wanita yang memiliki umur 15-24 tahun rentan mengalami keputihan. Selain sangat mengganggu, flour albus juga menjadi salah satu tanda penyakit yang ganas. Flour albus ditandai dengan keluarnya cairan putih di organ genitalia, dapat berupa keadaan fisiologis ataupun patologis yang menjadi salah satu tanda penyakit. Mengkonsumsi makanan manis menyebabkan terjadinya perubahan mikroba di vagina hingga yang penting dalam pertahanan terhadap bakteri patogen. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian analisis korelasional retrospektif adalah pengambilan data variabel terikat (dependent) dilakukan terlebih dahulu, kemudian baru diukur variabel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus (keputihan) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Hasil analisis uji statistik Spearman Rank menghasilkan p-value 0,004 (p 0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus. Dari 54 responden sebagian besar remaja putri mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan manis yang tinggi sebagian besar mengalami positif flour albus. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dengan kejadian flour albus (keputihan) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Remaja diharapkan untuk mengurangi konsumsi makanan manis yang tinggi dan memilih makanan yang sehat dan membatasi konsumsi minuman bersoda serta disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan tenang personal hygiene organ genitalia dengan kejadian flour albus patologis pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan

2024•

.Keputihan (fluor albus) adalah keluarnya cairan dari alat kelamin wanita yang dapat bersifat fisiologis atau patologis. Kondisi ini sangat penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan reproduksi remaja putri secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang personal hygiene organ genitalia dan kejadian keputihan patologis pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling kemudian data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan mengenai personal hygiene organ genitalia dan kejadian keputihan yang dialami. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan p-Value sebesar 0,001 (P 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan personal hygiene dan kejadian keputihan patologis. Dari total 54 responden, sebagian besar yang memiliki pengetahuan baik mengalami keputihan fisiologis, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang cenderung mengalami keputihan patologis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang personal hygiene organ genitalia secara signifikan dapat mengurangi risiko terjadinya keputihan patologis. Oleh karena itu, remaja putri diharapkan mampu memiliki pengetahuan mengenai pentingnya melakukan personal hygiene organ genitalia yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail